UIN Siber Cirebon — Bimbingan Teknis (BIMTEK) Pengelolaan Website Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Tahun 2026 resmi ditutup pada Kamis, 12 Februari 2026, setelah berlangsung selama tiga hari, Selasa–Kamis, 10–12 Februari 2026, di Gedung Siber SBSN Lantai 5, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. BIMTEK ini menghadirkan narasumber kompeten, termasuk Dr. H. Syafrudin, M.Pd., praktisi PPID dan komunikasi publik, dengan mengusung tema “Penguatan Tata Kelola Keterbukaan Informasi Publik dan Layanan Informasi Digital.” Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan informasi publik yang transparan, akuntabel, dan berbasis digital.
Sebelum penutupan acara, Mohamad Arifin, Pranata Humas Ahli Muda sekaligus Koordinator PPID Pelaksana Universitas, mengingatkan Kembali kepada semua peserta pentingnya implementasi seluruh materi BIMTEK, terutama terkait Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1518 Tahun 2025 tentang pengelolaan informasi dan dokumentasi di lingkungan Kementerian Agama. Ia menegaskan bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, sebagai salah satu Badan Publik, wajib menerapkan prinsip keterbukaan informasi secara profesional, akuntabel, dan transparan.
Lebih lanjut, Arifin menjelaskan bahwa setiap unit PPID memiliki peran strategis sebagai sumber data bagi PPID Utama. Website PPID Utama harus dikelola secara profesional dan informatif, memuat beranda informasi umum, prosedur permohonan informasi daring, flyer informasi yang dinamis, survei kepuasan layanan, hingga rekapitulasi permohonan informasi. Integrasi dengan media sosial resmi seperti Instagram, X, YouTube, TikTok, dan Facebook juga menjadi poin penting agar informasi dapat tersampaikan secara luas dan cepat.
Kepala UPT TIK (Pustikom), Riyanto, S.Kom., M.Kom., menambahkan, standar layanan PPID harus lengkap dan jelas, mencakup maklumat layanan, SOP, tata cara permohonan informasi, penyelesaian sengketa, serta dokumen pendukung seperti surat permohonan informasi, surat keberatan, dan SK Pengelola PPID. Website PPID juga wajib menampilkan profil pengelola, visi dan misi, struktur organisasi, hingga Daftar Informasi Publik (DIP), termasuk informasi berkala, tersedia setiap saat, serta informasi yang dikecualikan.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor II Bidang Administrasi, Perencanaan, dan Keuangan, Prof. Dr. H. Jamali, M.Ag., menegaskan pentingnya website PPID yang ramah layanan, inklusif, dan mudah diakses semua pihak, termasuk penyandang disabilitas. Prof. Jamali mendorong agar seluruh peserta BIMTEK segera menerapkan evident keterbukaan informasi publik di unit masing-masing sebagai bukti nyata komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai Badan Publik.
Sebelum menutup acara, Prof. Jamali memberikan motivasi sekaligus ajakan praktik baik kepada seluruh peserta:
“Mari jadikan ilmu dan praktik yang kita pelajari selama tiga hari ini sebagai pedoman nyata dalam mengelola informasi. Dengan profesionalisme, transparansi, dan pendekatan humanis, kita bisa menjadikan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai kampus yang informatif, responsif, dan terpercaya. Setiap unit memiliki peran strategis untuk menegakkan budaya keterbukaan informasi. Terapkanlah praktik baik ini mulai dari sekarang, agar layanan informasi publik kita menjadi contoh terbaik di lingkungan perguruan tinggi.”ungkap Prof. Jamali.
Kegiatan tiga hari ini diharapkan menjadi tonggak penguatan budaya keterbukaan informasi di UIN SSC sekaligus meningkatkan kualitas layanan digital yang modern, akuntabel, dan humanis. Semua unit kerja di lingkungan kampus diharapkan dapat meneladani praktik baik ini, sehingga UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menjadi kampus yang informatif, profesional, dan adaptif terhadap kebutuhan publik.






