UIN Siber Cirebon – Semangat akademik Biology Festival of Excellences (BIO-FOX) 2026 semakin meluas melalui Seminar Internasional yang digelar di Auditorium Siber Lantai 8 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Kamis (24/9/2026). Forum ini mempertemukan mahasiswa, akademisi, guru pendamping, dan peserta BIO-FOX dalam ruang diskusi yang menghubungkan perspektif akademik Indonesia dan Filipina.
Mengusung tema besar “Exploring Venture in Rising and Expressing Talent (EVEREST)”, BIO-FOX 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang untuk mengembangkan potensi, memperluas wawasan, dan membangun jejaring akademik mahasiswa.
Seminar Internasional tersebut menghadirkan Thomas JR A. Diquito, Ph.D., akademisi dari University of Mindanao, Filipina, sebagai pemateri utama secara daring melalui Google Meet. Sementara Bambang Ekanara, M.Pd. hadir secara luring sebagai co-presenter untuk memperkuat pembahasan dari perspektif pendidikan dan keguruan di Indonesia.
Kegiatan dipandu Maja Asleah Lindongan Salisipan sebagai moderator. Format hibrida tersebut membuat diskusi berlangsung lintas negara, dengan perspektif global dari Filipina bertemu pengalaman akademik dan pendidikan Indonesia.
Seminar diikuti 84 peserta berdasarkan presensi resmi. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dari sejumlah program studi, mahasiswa internasional, guru pendamping peserta lomba, peserta BIO-FOX 2026, hingga delegasi mahasiswa University of Mindanao.
Dari Riset Menuju Aksi
Salah satu gagasan utama yang dibahas dalam seminar adalah “From Research to Action: Applying Biological Sciences to Solve Environmental Problem in Achieving Sustainable Development Goals (SDGs)”.
Thomas JR A. Diquito membuka pembahasan dengan perspektif mengenai pentingnya riset biologi dalam menjawab persoalan lingkungan dan tantangan pembangunan berkelanjutan. Pengetahuan dan hasil penelitian tidak hanya dipandang sebagai produk akademik, tetapi juga memiliki peluang untuk diterapkan dalam kehidupan nyata.
Perspektif tersebut kemudian diperkuat Bambang Ekanara melalui pendekatan pendidikan. Menurutnya, pengetahuan dan hasil riset dapat diterjemahkan menjadi pembelajaran, inovasi pendidikan, serta tindakan yang relevan dengan persoalan lingkungan di sekitar masyarakat.
Setelah pemaparan materi, seminar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif. Peserta, termasuk mahasiswa dari Filipina, aktif menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi mengenai isu biologi, penelitian, pendidikan, lingkungan, serta penerapannya dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs).
Ruang dialog tersebut memperlihatkan bahwa penelitian dapat menjadi titik awal untuk membangun kolaborasi dan menghasilkan gagasan yang lebih aplikatif.
Perkuat Perspektif Global Mahasiswa
Seminar Internasional menjadi bagian penting dari BIO-FOX 2026 karena memberikan pengalaman akademik yang melampaui batas ruang dan negara. Mahasiswa tidak hanya berkompetisi, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk berinteraksi dengan akademisi dan mahasiswa dari negara lain.
Bagi HIMBIO FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai penyelenggara, kegiatan ini menjadi ruang untuk mempertemukan talent dengan knowledge, research dengan action, serta pengalaman akademik lokal dengan perspektif global.
Melalui BIO-FOX 2026, semangat akademik tidak berhenti pada kompetisi. Festival ini menjadi ruang tumbuh bagi mahasiswa untuk berpikir lebih luas, membangun jejaring internasional, dan melihat bagaimana ilmu biologi dapat memberi kontribusi nyata bagi pendidikan, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.
Kolaborasi Indonesia-Filipina melalui Seminar Internasional bersama University of Mindanao pun menjadi salah satu pengalaman penting dalam memperkuat wawasan global mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.





