UIN Siber Cirebon (Jakarta, Kemenag) — Kementerian Agama RI melalui Biro Hubungan Masyarakat, Data, dan Informasi (HKP) resmi meluncurkan program Humas Level Up pada Jumat (13/2/2026) secara daring melalui Zoom Meeting. Peluncuran ini menjadi langkah strategis penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) kehumasan Kemenag dalam menjawab tantangan komunikasi publik yang semakin kompleks di era digital.
Kegiatan yang dimoderatori Thesa Putri ini dihadiri ratusan insan humas dari pusat hingga daerah. Program Humas Level Up dirancang sebagai skema upgrading kompetensi secara berkala dan berkelanjutan sepanjang tahun 2026.
Potensi Besar, Tantangan Standarisasi
Kepala Bagian Strategi Komunikasi Kemenag RI, Khoiron Durori, dalam pelaporan kegiatan menyampaikan bahwa Kemenag memiliki kekuatan SDM kehumasan yang sangat besar.
“Jumlah pranata humas saat ini mencapai 1.014 ahli pertama, 194 ahli muda, dan 31 ahli madya, belum termasuk penyedia dan pelaksana serta SDM non-pranata humas yang turut berkontribusi dalam publikasi. Ini potensi besar, tetapi juga tantangan dalam standarisasi kompetensi,” ujarnya.
Menurutnya, besarnya jumlah tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas agar pesan dan kebijakan Kemenag tersampaikan secara utuh, jernih, dan tidak membingungkan masyarakat. Hal ini mendorong perlunya proses upgrading yang terstruktur dan berkelanjutan.
Program ini akan bersinergi dengan Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom). Seluruh pranata humas nantinya diwajibkan mendaftar melalui platform “Mobintar”, yang akan memuat modul, materi, serta progres pembelajaran peserta.
Sepanjang 2026, program ini dijadwalkan berlangsung sekitar 16 kali pertemuan, digelar dua minggu sekali setiap Jumat. Skema rutin ini dirancang agar setiap keterampilan yang dipelajari dapat langsung diimplementasikan dalam tugas sehari-hari.
Penguatan Profesionalisme dan Responsivitas
Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB), Hj. Musyarrafah Amin, menegaskan bahwa kehadiran sistem aplikasi pintar Humas Level Up menjadi sarana strategis dalam mengembangkan kompetensi kehumasan secara optimal.
“Program ini menjadi langkah awal penguatan kapasitas, tidak hanya bagi pranata humas, tetapi seluruh pihak yang bertugas di bidang kehumasan. Tujuannya meningkatkan profesionalisme, efektivitas komunikasi publik, serta responsivitas terhadap dinamika informasi yang terus berkembang,” jelasnya.
Humas Kemenag: Penjaga Kepercayaan Publik
Sementara itu, Kepala Biro HKP Kemenag, Thobib Al-Asyhar, menekankan bahwa menjadi humas Kemenag bukan sekadar menjalankan fungsi komunikasi teknis.
“Menjadi humas Kemenag adalah tugas strategis menjaga kepercayaan publik di tengah isu-isu keagamaan yang sensitif. Kita harus mampu mengelola informasi, membangun relasi, dan menjaga harmoni umat di tengah gempuran era media sosial,” tegasnya.
Ia mengibaratkan Kemenag sebagai “gula yang sangat manis”—menarik perhatian banyak pihak, sekaligus rentan terhadap sorotan dan kritik. Karena itu, humas menjadi tolok ukur maju atau tidaknya satuan kerja.
Thobib juga memaparkan strategi komunikasi publik Kemenag 2026 dengan target menjadikan Kemenag lebih transparan, inklusif, dan berdampak. Beberapa arah kebijakan yang diusung antara lain: Humas Level Up, Kemenag Trusted, Kemenag Sinergis, Kemenag Connect, dan Kemenag Terbuka.
Tantangan dan Kompetensi Kunci
Ia menyoroti sejumlah tantangan besar yang dihadapi humas Kemenag, di antaranya:
- Keragaman isu sensitif (agama, tafsir, politik identitas, konflik sosial).
- Ekosistem digital yang bergerak cepat, di mana opini dapat terbentuk dalam hitungan menit.
- Misinformasi, malinformasi, dan disinformasi yang rawan memelintir isu keagamaan.
- Tuntutan transparansi publik yang menginginkan informasi cepat, jernih, dan berbasis data.
Untuk menjawab tantangan tersebut, humas Kemenag dituntut memiliki lima kompetensi utama:
- Kompetensi teknis dasar (menulis, fotografi, desain, videografi).
- Communication intelligence untuk membaca dan menyederhanakan isu kompleks.
- Crisis communication dalam merespons cepat dan membangun narasi resmi.
- Digital savvy memahami algoritma dan analitik.
- Kemampuan multilevel engagement dengan tokoh agama, ASN, media, dan publik.
Adapun prinsip komunikasi Kemenag ditegaskan harus akurat dan berbasis data, responsif, serta inklusif dan empatik terhadap keragaman umat beragama.
Kolaborasi dan Teknologi Jadi Kunci
Sebagai instansi vertikal dengan jaringan hingga Kantor Urusan Agama (KUA), kolaborasi antar-pranata humas dari pusat hingga daerah menjadi kunci. Integrasi narasi lintas unit internal, penguatan jaringan media nasional dan daerah, hingga kemitraan dengan influencer dan akademisi dinilai penting untuk membangun ekosistem komunikasi yang solid.
Selain itu, pemanfaatan teknologi dan data menjadi fokus, termasuk monitoring real-time kanal digital, analisis tren isu keagamaan, serta pengembangan konten berbasis AI secara bertanggung jawab.
Melalui Humas Level Up, Biro HKP Kemenag menegaskan komitmennya menjadikan humas sebagai motor publikasi dan penggerak narasi positif kementerian. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kepercayaan publik terhadap Kemenag, menopang visi kementerian melalui narasi kreatif dan faktual, serta menghadirkan layanan informasi yang mudah diakses dan dipahami masyarakat.










