UIN Siber Cirebon (Singapura) — Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Internasional Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa calon pendidik. Kali ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengajar di ruang kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam proses demokrasi di Sekolah Indonesia Singapura (SIS).
Pengalaman tersebut berlangsung saat agenda Debat dan Pemilihan Ketua-Wakil OSIS yang digelar di Hall SIS, Selasa (22/9/2026). Dalam kegiatan itu, mahasiswa PLP Internasional UIN Siber Cirebon mendapatkan hak suara untuk ikut menentukan pasangan calon yang akan memimpin OSIS.
Bagi mahasiswa, keterlibatan tersebut menjadi pengalaman pembelajaran yang berbeda. Mereka dapat melihat secara langsung bagaimana nilai demokrasi, kepemimpinan, kebebasan berpendapat, dan tanggung jawab diperkenalkan kepada peserta didik melalui kegiatan organisasi sekolah.
Kampanye Kandidat Dikemas Kreatif
Suasana pemilihan OSIS di SIS berlangsung cukup unik. Para kandidat tidak hanya menyampaikan visi dan misi melalui pidato atau debat. Mereka juga menggunakan kreativitas dan bakat untuk menarik perhatian para pemilih.
Ada kandidat yang menampilkan kemampuan menari, bernyanyi, dan berbagai pertunjukan lainnya. Cara tersebut membuat proses kampanye terasa lebih dekat dengan dunia siswa dan berlangsung dalam suasana yang menyenangkan.
“Satu hal yang unik di pemilihan OSIS ini adalah kampanye yang mereka lakukan untuk mencari suara bukan hanya berorasi. Mereka juga unjuk kebolehan. Ada yang menari, bernyanyi, dan banyak lagi. Pokoknya sangat menarik,” ungkap salah satu mahasiswa PLP Internasional UIN Siber Cirebon.
Bagi mahasiswa calon guru, pengalaman ini memberikan pelajaran penting bahwa pendidikan karakter tidak selalu harus berlangsung melalui pembelajaran formal di kelas. Nilai kepemimpinan dan demokrasi juga dapat dibangun melalui aktivitas organisasi yang kreatif dan partisipatif.
Belajar Demokrasi dari Lingkungan Sekolah
Setelah rangkaian kampanye dan debat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pemungutan serta penghitungan suara. Proses tersebut dilakukan secara terbuka sehingga para peserta dapat mengikuti tahapan pemilihan dengan baik.
Keterlibatan mahasiswa UIN Siber Cirebon dalam memberikan suara menjadi bagian menarik dari perjalanan PLP Internasional. Mahasiswa tidak hanya mengamati proses pendidikan, tetapi juga mengalami secara langsung budaya sekolah yang menempatkan siswa sebagai bagian aktif dalam kehidupan organisasi.
Pengalaman di SIS juga memperluas perspektif mahasiswa tentang peran guru. Seorang pendidik bukan hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga memiliki peran dalam membentuk karakter, kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, dan sikap menghargai perbedaan.
Melalui PLP Internasional, mahasiswa FTIK UIN Siber Cirebon memperoleh ruang untuk belajar dari praktik pendidikan di lingkungan global. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal ketika mereka kembali ke Indonesia dan menjalankan profesi sebagai pendidik.
Dengan demikian, PLP Internasional tidak berhenti pada pengalaman mengajar. Program ini juga menjadi laboratorium nyata bagi calon guru untuk memahami bagaimana sekolah membangun budaya demokrasi, kreativitas, toleransi, dan kepemimpinan sejak dini.



