UIN Siber Cirebon (Yogyakarta) — Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan akademik melalui penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan integrasi mata kuliah digital. Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut dari partisipasi dalam forum internasional ASEANACA bersama Majlis Himpunan Erat Dagang Malaysia–Indonesia 2026 yang digelar pada Sabtu, 31 Januari 2026, di Shah Alam, Selangor, Malaysia.
Forum internasional tersebut menghadirkan Presiden MIMTC, Ybg Tuan Zuber Bakri, serta DS Karl Ibrahim, Founder Millionaire Mindpower. Dalam paparannya, DS Karl Ibrahim menekankan pentingnya pendidikan yang tidak hanya melahirkan lulusan kompeten secara akademik, tetapi juga figur-figur visioner dan calon konglomerasi masa depan.
“Pendidikan harus membentuk value creator, bukan sekadar job seeker. Pola pikir progresif, keberanian berinovasi, dan pemanfaatan teknologi digital adalah kunci membangun generasi unggul,” tegasnya.
Gagasan tersebut sejalan dengan arah transformasi Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai kampus berbasis siber yang tengah memperkuat ekosistem akademik digital. Integrasi kurikulum OBE dengan mata kuliah digital dipandang sebagai keniscayaan untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi terukur, relevan dengan kebutuhan industri, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi global.
FGD Kurikulum: Respons Cepat dan Terukur
Menindaklanjuti inspirasi dari forum internasional tersebut, Pascasarjana merancang pembaruan kurikulum yang akan diimplementasikan pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2026. Fokus utama perubahan mencakup penguatan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), penyelarasan CPMK berbasis OBE, serta penambahan mata kuliah yang menekankan literasi digital, kewirausahaan, dan kepemimpinan transformasional.
Sebagai implementasi konkret, Pascasarjana menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Integrasi Pengembangan Kurikulum OBE dan Mata Kuliah Digital” pada Rabu, 11 Februari 2026, di Hotel Royal Darmo, Yogyakarta. Kegiatan ini menghadirkan narasumber tunggal, Prof. Dr. Anton Bawono, S.E., M.Si., dosen Pascasarjana FEBI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan dimoderatori oleh Prof. Dr. Abdul Aziz, S.Ag., S.M., M.Ag.
Dalam pemaparannya, Prof. Anton Bawono menegaskan bahwa OBE bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan paradigma pembelajaran yang memastikan output dan outcome terukur serta berdampak nyata.
“Pengembangan kurikulum harus berbasis kebutuhan masa depan (future-oriented curriculum). Integrasi digital competence dan entrepreneurial mindset menjadi fondasi utama,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa pada jenjang pascasarjana, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam melahirkan pemimpin intelektual yang mampu membangun ekosistem ekonomi berbasis nilai, teknologi, dan inovasi. Integrasi mata kuliah seperti big data, artificial intelligence, fintech, dan digital research analytics menjadi langkah konkret menjawab tantangan global.
Konsolidasi Menuju Daya Saing Global
FGD berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif para dosen dan pimpinan program studi. Diskusi difokuskan pada penyelarasan struktur kurikulum, pemetaan CPL-CPMK, serta strategi implementasi pembelajaran berbasis proyek dan riset yang terintegrasi dengan platform digital kampus.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi internal dalam memperkuat budaya akademik yang adaptif dan progresif. Pascasarjana menegaskan komitmennya untuk menghadirkan layanan akademik yang tidak hanya efektif dan efisien, tetapi juga inovatif dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa serta dunia kerja.
FGD secara resmi ditutup oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. Aan Jaelani, M.Ag., pada Kamis, 12 Februari 2026. Dalam arahannya, Rektor menegaskan pentingnya sinergi antara penguatan kurikulum, digitalisasi pembelajaran, dan jejaring internasional sebagai fondasi peningkatan daya saing institusi.
“Transformasi kurikulum harus sejalan dengan visi besar institusi untuk meningkatkan reputasi dan daya saing global,” tegasnya.
Melalui integrasi kurikulum OBE dan mata kuliah digital, Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon optimistis mampu melahirkan lulusan unggul, berdaya saing internasional, serta siap menjadi motor penggerak perubahan di era ekonomi dan masyarakat digital.






