UIN Siber Cirebon (Palangkaraya) – Dosen dan mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menunjukkan kiprahnya di panggung akademik internasional. Tiga delegasi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) tampil sebagai pemakalah dalam Pertemuan Tahunan (Annual Meeting) Asosiasi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (AIAT) se-Indonesia yang mengusung tema “The Qur’an Across Traditions” di UIN Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada 13–16 Oktober 2026.
Ketiga delegasi tersebut adalah Dr. Didi Junaedi, M.A., Try Cakra Prawira, dan Fara Abelliana. Mereka mempresentasikan hasil penelitian yang mengangkat metodologi tafsir kontekstual, gerakan sosial donasi Al-Qur’an, serta kajian visual mushaf hafalan. Keikutsertaan ini memperlihatkan kontribusi dosen dan mahasiswa UIN Siber Cirebon dalam mengembangkan kajian Al-Qur’an yang relevan dengan perkembangan masyarakat.
Forum ilmiah tersebut mempertemukan akademisi dan pakar tafsir dari berbagai wilayah Indonesia serta menghadirkan Prof. Dr. Johanna Pink dari University of Freiburg, Jerman. Kehadiran para peneliti lintas institusi dan negara membuka ruang pertukaran gagasan sekaligus memperluas perspektif dalam studi Al-Qur’an dan tafsir.
Dr. Didi Junaedi Tawarkan Model Tafsir Kontekstual
Dosen Program Studi IAT, Dr. Didi Junaedi, M.A., mempresentasikan penelitian berjudul “Dari Teks ke Konteks: Reinterpretasi Tematik Al-Qur’an (Sebuah Model Tafsir Kontekstual-Dialektis).”
Penelitian ini mengangkat pentingnya membaca Al-Qur’an melalui dialog antara teks dan konteks kehidupan. Pendekatan tersebut membuka ruang refleksi tematik agar pemahaman terhadap pesan Al-Qur’an tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman, tanpa melepaskan perhatian terhadap makna teks.
Pemaparan ini turut memperkaya diskusi mengenai pengembangan metodologi tafsir yang dinamis dan responsif terhadap persoalan kontemporer.
Mahasiswa Angkat Isu Sosial dan Visual Mushaf
Kontribusi berikutnya datang dari Try Cakra Prawira melalui penelitian berjudul “Mendekah Tali Intelektual: Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough terhadap Donasi Al-Qur’an di Indonesia.” Kajian ini menyoroti fenomena donasi Al-Qur’an menggunakan pendekatan analisis wacana kritis untuk memahami dimensi sosial dalam gerakan tersebut.
Sementara itu, Fara Abelliana mempresentasikan penelitian “Rekayasa Visual dalam Analisis Fenomenologi Merleau-Ponty pada Mushaf Hafalan Syaamil, Cordoba, dan Al-Qosbah.” Penelitiannya mengkaji desain dan tata letak mushaf hafalan dari perspektif fenomenologi, sehingga menghadirkan sudut pandang berbeda dalam memahami hubungan antara desain visual dan pengalaman pembaca.
Menguatkan Tradisi Riset dan Reputasi Kampus
Partisipasi dosen dan mahasiswa dalam forum AIAT menjadi bukti pentingnya budaya riset yang tumbuh bersama di lingkungan kampus. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman mempresentasikan penelitian, tetapi juga kesempatan menguji gagasan dan berdialog dengan komunitas akademik yang lebih luas.
Bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, capaian ini memperkuat komitmen untuk mendorong publikasi ilmiah, kolaborasi penelitian, dan pengembangan studi Al-Qur’an yang terbuka terhadap pendekatan multidisipliner.
Dari ruang konferensi internasional, ketiga delegasi membawa pesan bahwa riset Al-Qur’an dapat terus berkembang melalui dialog antara tradisi keilmuan, persoalan sosial, dan kebutuhan masyarakat modern.






