UIN Siber Cirebon – Belajar menjadi konselor tidak cukup hanya memahami teori di ruang kuliah. Mahasiswa perlu berhadapan langsung dengan dinamika peserta didik dan lingkungan sekolah. Semangat itulah yang dibawa mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon saat memulai Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di SMKN 1 Kedawung, Kota Cirebon.(01/10/26).
Kegiatan diawali melalui Open Ceremony PPL dan penyerahan mahasiswa kepada pihak SMKN 1 Kedawung. Agenda tersebut menjadi penanda dimulainya pengalaman lapangan mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan bimbingan dan konseling yang telah diperoleh selama perkuliahan.
Kegiatan dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Herny Gusbrava, M.Pd., jajaran pihak SMKN 1 Kedawung, guru pamong, serta mahasiswa peserta PPL.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diperkenalkan secara resmi kepada pihak sekolah sekaligus diserahkan untuk mengikuti rangkaian praktik selama masa PPL. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat mendukung pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling sekaligus memberikan ruang belajar yang nyata bagi mahasiswa.
Belajar Memahami Dunia Konseling di Sekolah
Selama PPL, mahasiswa akan belajar memahami kondisi dan karakteristik peserta didik serta dinamika layanan bimbingan dan konseling di lingkungan sekolah.
Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu memahami teori, tetapi juga mengembangkan keterampilan profesional melalui berbagai layanan. Di antaranya bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, konseling individu, konseling kelompok, serta kegiatan pendukung lainnya sesuai kebutuhan sekolah.
Dalam pelaksanaan PPL, Rangga Tri Hardiyanto dipercaya sebagai Ketua PPL yang bertugas mengoordinasikan mahasiswa selama kegiatan berlangsung.
Sementara dari pihak SMKN 1 Kedawung, mahasiswa memperoleh pendampingan dan arahan dari guru pamong, Putri Noviandini Purwanti, S.Psi., dan Dony Angga Permana, S.Pd.
Kolaborasi antara mahasiswa, DPL, guru pamong, dan pihak sekolah menjadi bagian penting dalam memastikan proses PPL berjalan terarah. Mahasiswa juga mendapatkan kesempatan untuk mengamati secara langsung bagaimana layanan bimbingan dan konseling dirancang, dilaksanakan, serta disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
Menyiapkan Calon Konselor Profesional
PPL menjadi bagian penting dalam proses pembentukan kompetensi mahasiswa BKI. Melalui pengalaman langsung di sekolah, mahasiswa dapat mengasah kemampuan komunikasi, membangun relasi dengan peserta didik, memahami permasalahan yang muncul di lingkungan pendidikan, sekaligus belajar mengambil langkah layanan secara profesional dan bertanggung jawab.
Bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, kegiatan ini juga memperkuat hubungan kelembagaan dengan SMKN 1 Kedawung. Kerja sama tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi kedua pihak, baik dalam pengembangan kompetensi mahasiswa maupun penguatan layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
PPL bukan sekadar kewajiban akademik. Bagi mahasiswa BKI, kegiatan ini menjadi ruang belajar nyata untuk mempersiapkan diri menjadi calon tenaga bimbingan dan konseling yang profesional, humanis, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan peserta didik.




