UIN Siber Cirebon (Kuala Lumpur, Malaysia) — Kegiatan International Student Mobility Program yang diselenggarakan oleh ASEANACA bekerja sama dengan Universiti Geomatika Malaysia dalam rangkaian 6th ICOSTELM 2026 menjadi momentum penting dalam penguatan internasionalisasi pendidikan tinggi. Program yang berlangsung pada 27–31 Januari 2026 ini diikuti secara aktif oleh mahasiswa Pascasarjana dari berbagai negara, termasuk perwakilan dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Salah satu mahasiswa Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang tampil aktif dalam program bergengsi tersebut adalah Dewi Wulansari. Partisipasinya mencerminkan komitmen institusi dalam mendorong mahasiswa untuk terlibat langsung dalam forum internasional, guna memperluas wawasan akademik, memperkuat jejaring global, serta mengasah kompetensi lintas budaya di era globalisasi.
“Partisipasi saya dalam International Student Mobility Program ini menjadi pengalaman akademik yang sangat berharga. Selain memperluas wawasan keilmuan, kegiatan ini juga membuka jejaring global serta melatih kemampuan beradaptasi dalam lingkungan multikultural. Saya merasa bangga dapat mewakili Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di forum internasional dan berharap pengalaman ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan diri, institusi, serta masyarakat,” ujar Dewi Wulansari.
Rangkaian kegiatan diawali pada hari pertama dengan agenda Arrival and Cultural Orientation yang dilanjutkan dengan kunjungan budaya ke Batu Caves. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan kekayaan budaya, nilai-nilai multikultural, serta konteks sosial dan sejarah Malaysia sebagai bagian dari pembelajaran global yang komprehensif.
Pada hari kedua, peserta mengikuti agenda Academic Engagement yang meliputi sambutan resmi, pengenalan universitas, serta campus tour di Universiti Geomatika Malaysia. Peserta juga terlibat aktif dalam sesi perkuliahan, diskusi ilmiah, serta kolaborasi akademik bersama mahasiswa dan dosen setempat. Interaksi ini memperkuat pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik lintas institusi dan negara.
Memasuki hari ketiga, peserta mengikuti rangkaian utama International Conference ICOSTELM 2026 yang menghadirkan panel dan diskusi ilmiah mengenai isu-isu strategis pembangunan global dan regional. Salah satu agenda puncak adalah keynote address bertema “Resilient Futures: Integrating Sustainability, Digital Innovation, and Governance for Global Development” yang disampaikan oleh Prof. Datuk Sr. Dr. Mohaizi Bin Mohamad, Group President Universiti Geomatika Malaysia.
Selain sesi utama, para peserta juga mengikuti presentasi akademik internasional di berbagai bidang, mulai dari Sustainability and Environmental Studies, Technology and Innovation, Law and Governance, Management and Economics, hingga Social and Educational Studies. Forum ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan presentasi ilmiah, berpikir kritis, serta membangun reputasi akademik di tingkat global.
Pada hari keempat, kegiatan diisi dengan agenda City and Socio-Cultural Exposure melalui kunjungan ke berbagai ikon Kota Kuala Lumpur, seperti Tugu Negara, Masjid Negara, Pasar Seni, KLCC, Bukit Bintang, dan Kampung Baru. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pengalaman langsung terkait praktik pembangunan perkotaan berkelanjutan, ekonomi kreatif, serta dinamika kehidupan sosial masyarakat lokal.
Rangkaian kegiatan ditutup pada hari terakhir dengan sesi refleksi dan evaluasi, sekaligus penegasan pentingnya kolaborasi strategis, pemahaman lintas budaya, serta penguatan hubungan kelembagaan internasional. Program ini diharapkan menjadi fondasi bagi kerja sama berkelanjutan antarpeserta dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Secara keseluruhan, partisipasi Dewi Wulansari dalam International Student Mobility Program memberikan dampak positif signifikan bagi pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pendidikan dan jejaring internasional. Program ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4, 8, 9, 11, 16, dan 17, melalui pembelajaran holistik dan berdaya guna tinggi, sekaligus memperkuat posisi Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon di kancah global.


