UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut mendorong budaya literasi di MA Al Ishlah Bobos melalui pembiasaan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris yang dilaksanakan secara rutin setiap pagi. Kegiatan yang berlangsung sejak 8 September 2026 ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang mendukung kemampuan berbahasa dan komunikasi peserta didik.
Pembiasaan tersebut melibatkan mahasiswa UIN Siber Cirebon bersama guru dan peserta didik. Melalui kegiatan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, mahasiswa PLP berperan sebagai pendamping sekaligus penggerak dalam menciptakan aktivitas literasi bahasa yang komunikatif dan menyenangkan.
Membiasakan Bahasa melalui Aktivitas Rutin
Program pembiasaan pagi dirancang agar peserta didik tidak hanya mempelajari bahasa secara teoritis, tetapi juga memiliki kesempatan untuk menggunakan dan memahami Bahasa Arab serta Bahasa Inggris dalam aktivitas sederhana.
Mahasiswa PLP mendampingi peserta didik melalui berbagai kegiatan, seperti membaca bersama, pengenalan kosakata, latihan berbicara, menulis, membaca teks sederhana, hingga aktivitas literasi kreatif. Pendekatan yang interaktif diharapkan dapat membuat peserta didik lebih aktif mengikuti kegiatan sekaligus membangun keberanian untuk menggunakan bahasa dalam keseharian.
Pembiasaan menjadi bagian penting karena kemampuan bahasa membutuhkan proses yang konsisten. Dengan dilakukan secara rutin, peserta didik memperoleh ruang untuk berlatih secara bertahap sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Bahasa Arab dan Inggris Perluas Wawasan Peserta Didik
Pembiasaan Bahasa Arab memiliki relevansi dengan lingkungan pendidikan madrasah karena dapat membantu peserta didik memahami berbagai sumber pengetahuan yang berkaitan dengan bahasa dan keislaman. Sementara itu, Bahasa Inggris memberikan akses yang lebih luas terhadap ilmu pengetahuan, teknologi, informasi, dan komunikasi dalam konteks global.
Melalui kedua bahasa tersebut, kegiatan literasi tidak hanya diarahkan pada kemampuan membaca atau berbicara, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun rasa percaya diri dan kebiasaan belajar.
Bapak Dede Muzaki, S.Si., M.H., yang turut hadir dalam kegiatan, menyampaikan bahwa literasi bahasa memiliki peran yang lebih luas dalam perkembangan peserta didik.
“Literasi bahasa bukan sekadar kemampuan membaca dan berbicara, tetapi menjadi bekal penting bagi peserta didik untuk memperluas wawasan dan membangun kepercayaan diri,” ujarnya.
Mahasiswa PLP Jadi Bagian dari Ekosistem Literasi
Keterlibatan mahasiswa PLP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk menerapkan kompetensi komunikasi dan pendampingan secara langsung di lingkungan pendidikan. Pada saat yang sama, kehadiran mahasiswa dapat menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menciptakan suasana belajar yang lebih variatif.
Kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan peserta didik menjadi unsur penting dalam menjaga keberlangsungan pembiasaan. Mahasiswa tidak hanya membantu pelaksanaan kegiatan, tetapi juga belajar memahami kebutuhan peserta didik serta menyesuaikan metode pendampingan dengan kondisi di lapangan.
Program ini diharapkan dapat menjadi pengalaman positif bagi peserta didik dalam membangun kebiasaan menggunakan Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Lebih dari sekadar kegiatan rutin pagi, pembiasaan tersebut diarahkan untuk menumbuhkan budaya belajar yang konsisten dan mendukung kesiapan peserta didik menghadapi perkembangan pendidikan serta tantangan global.
Selaras dengan SDGs
Pembiasaan literasi Bahasa Arab dan Bahasa Inggris di MA Al Ishlah Bobos sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kemampuan literasi, komunikasi, dan pembelajaran berkelanjutan. Kegiatan ini juga mendukung pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Di sisi lain, keterlibatan mahasiswa PLP dalam mendampingi program sekolah mencerminkan kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan. Sinergi tersebut relevan dengan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang kolaboratif dan berkelanjutan.



