Berita Kegiatan Nasional Prestasi Prestasi Akademik SDGs
Home » Pos » Berita » Dosen FUA UIN Siber Cirebon Soroti Dampak AI terhadap Otoritas Keilmuan Hadis di Forum Internasional

Dosen FUA UIN Siber Cirebon Soroti Dampak AI terhadap Otoritas Keilmuan Hadis di Forum Internasional

Dosen FUA UIN Siber Cirebon Soroti Dampak AI terhadap Otoritas Keilmuan Hadis di Forum Internasional

UIN Siber Cirebon (Jombang) – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah cara mahasiswa mempelajari hadis. Fenomena ini menjadi perhatian Dr. Anisatun Muthi’ah, M.Ag., Dosen Program Studi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, yang mempresentasikan hasil kajiannya dalam International Conference on Hadith Studies (ICHS) 2026.

Dosen UIN Siber Cirebon Soroti Dampak AI terhadap Otoritas Keilmuan Hadis di Forum Internasional

Konferensi internasional tersebut berlangsung di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, pada 5–7 Oktober 2026. Kegiatan ini digelar terpadu dengan Muktamar Turats Nabawi (MUTUN) dan Annual Meeting Asosiasi Ilmu Hadis Indonesia (ASILHA) 2026.

ICHS 2026 mengusung tema “Developing Hadith Studies in Pesantren: From the Tradition of Transmission toward the Production of Contemporary Knowledge.” Dalam forum tersebut, Dr. Anisatun membawakan makalah berjudul “Digital Sanad and Algorithmic Epistemology: Reevaluating Scholarly Authority Among Hadith Studies Students.”

AI Memunculkan Fenomena “Sanad Digital”

Dalam pemaparannya, Dr. Anisatun menjelaskan bahwa penggunaan AI dalam studi hadis semakin masif karena menawarkan kemudahan dan kecepatan. Mahasiswa dapat menggunakan AI untuk membantu mencari matan, informasi perawi, hingga berbagai referensi hadis.

Mahasiswi Pariwisata Syariah UIN Siber Cirebon Tembus Riset Internasional, Bawa Gagasan Wisata Kesehatan ke Panggung Dunia

Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru. Salah satunya adalah munculnya fenomena yang disebut “Sanad Digital”, ketika sanad hadis berisiko dipahami hanya sebagai informasi tekstual yang dihasilkan oleh algoritma.

Dosen UIN Siber Cirebon Soroti Dampak AI terhadap Otoritas Keilmuan Hadis di Forum Internasional

“Kepercayaan berlebih terhadap hasil algoritma berpotensi mereduksi fungsi epistemologis isnād dan tradisi talaqqi. Meskipun AI membantu mempercepat pencarian matan dan perawi, AI tidak dapat menggantikan fungsi sanad sebagai instrumen validasi ilmiah,” tegas Dr. Anisatun.

Ada Kesenjangan dalam Verifikasi

Berdasarkan penelitian kualitatif fenomenologis yang dilakukan bersama Andi Nugraha terhadap mahasiswa pengguna AI, ditemukan adanya kesenjangan verifikasi (verification gap). Banyak mahasiswa menyadari bahwa kecerdasan buatan rentan mengalami halusinasi atau kesalahan informasi, tetapi verifikasi kembali ke kitab-kitab primer masih terbilang minim dan tidak konsisten. Hal ini mengarah pada pergeseran otoritas keilmuan (epistemic displacement) dari ulamā dan kitab turats menuju kepraktisan komputasi AI.

Mahasiswa pada umumnya memahami bahwa AI dapat menghasilkan informasi yang keliru atau mengalami halusinasi. Namun, kesadaran tersebut belum selalu diikuti dengan kebiasaan melakukan pengecekan ulang melalui kitab-kitab hadis primer.

Riset UIN Siber Cirebon Tembus Konferensi Internasional, Gabungkan Pariwisata dan Biomedis

Kondisi ini berpotensi menimbulkan epistemic displacement, yaitu pergeseran otoritas keilmuan dari ulama dan kitab turats menuju kemudahan komputasi AI.

AI sebagai Alat, Bukan Otoritas

Dr. Anisatun kemudian menawarkan kerangka analitis Digital Sanad → Verification Gap → Epistemic Displacement untuk membaca hubungan antara teknologi AI dan otoritas keilmuan dalam studi hadis.

Menurutnya, teknologi tidak perlu dijauhi. Sebaliknya, AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu awal dalam proses pembelajaran dan penelitian. Namun, hasil dari AI tetap harus diverifikasi melalui sumber primer dan metodologi ilmu hadis.

Dosen UIN Siber Cirebon Soroti Dampak AI terhadap Otoritas Keilmuan Hadis di Forum Internasional

Gagasan tersebut menjadi kontribusi penting UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam pengembangan studi hadis di era digital. Integrasi teknologi diharapkan berjalan seiring dengan penguatan literasi sanad, tradisi talaqqi, serta sikap kritis mahasiswa.

Dari Buntet ke Panggung Dunia, Dua Mahasiswa FUA UIN Siber Cirebon Bawa Riset Manaqiban ke Konferensi Hadis Internasional

Dengan demikian, AI dapat mempercepat proses belajar tanpa menggeser posisi sanad, ulama, dan kitab turats sebagai bagian penting dari otoritas keilmuan hadis.

Berita Populer

01

Pengumuman Pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) Calon Mahasiswa Baru Jalur SPAN-PTKIN Tahun 2026

02

UIN Siber Cirebon Jadi Tuan Rumah CBT Beasiswa S1 Kerajaan Maroko 2026, Perkuat Jejaring Internasional Pendidikan Islam

03

Pengumuman Pengajuan Usulan Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Tahun Akademik 2025/2026

04

Pendaftaran Beasiswa BI 2026 UIN Siber Cirebon Semester I

05

Pengumuman Perpanjangan Pelaksanaan Herregistrasi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026

Download PPID UINSSC Mobile App

Kalender

October 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Archives

Pos Terbaru