UIN Siber Cirebon – Pencegahan penyalahgunaan narkoba membutuhkan lebih dari sekadar edukasi tentang bahaya zat terlarang. Pemahaman psikologis, dukungan sosial, dan akses terhadap bantuan profesional juga menjadi bagian penting dalam melindungi masyarakat. Perspektif inilah yang dibawa Herny Gusbrava, dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dalam Bimbingan Teknis Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang diselenggarakan BNN Kota Cirebon pada 14–15 Oktober 2026.
Keterlibatan Herny sebagai penyuluh P4GN sekaligus praktisi konseling adiksi menunjukkan kontribusi keilmuan bimbingan dan konseling dalam mendukung upaya pencegahan narkoba di lingkungan instansi maupun masyarakat.
Kegiatan berlangsung selama dua hari dengan sasaran berbeda. Pada 14 Oktober 2026, bimtek ditujukan kepada unsur instansi pemerintah dan swasta. Sementara itu, pada 15 Oktober 2026, kegiatan menyasar komunitas. Pembagian sasaran ini membuka ruang edukasi yang lebih luas, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sosial masyarakat.
Pencegahan Narkoba Dimulai dari Pemahaman
Pendekatan bimbingan dan konseling memiliki peran dalam membantu masyarakat memahami faktor psikologis dan sosial yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap penyalahgunaan narkoba. Tekanan lingkungan, kesulitan mengelola emosi, dan kurangnya dukungan sosial menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan.
Di lingkungan kerja, edukasi P4GN dapat mendorong terbentuknya budaya yang sehat, meningkatkan kemampuan mengambil keputusan, serta membantu individu mengenali risiko. Sementara di lingkungan komunitas, komunikasi terbuka, kepedulian sosial, dan pemahaman mengenai akses layanan profesional dapat memperkuat perlindungan bersama.
Pendekatan yang empatik juga penting agar individu yang menghadapi persoalan adiksi tidak terhambat stigma ketika mencari pertolongan. Pencegahan perlu disertai pemahaman bahwa penanganan masalah adiksi membutuhkan dukungan yang tepat dan, jika diperlukan, rujukan kepada tenaga profesional sesuai kewenangannya.
Sinergi Kampus dan BNN untuk Masyarakat
Dekan FDKI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Naila Farah, M.Ag., mengapresiasi keterlibatan dosen dalam kegiatan edukasi publik. Kolaborasi dengan lembaga seperti BNN menjadi ruang bagi perguruan tinggi untuk menghubungkan keilmuan, pengabdian kepada masyarakat, dan kebutuhan nyata dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Ketua Program Studi BKI, Bambang Setiawan, M.Pd., juga mengapresiasi kontribusi Herny Gusbrava. Kompetensi bimbingan dan konseling dinilai relevan dalam memperkuat komunikasi empatik, kemampuan menghadapi tekanan sosial, serta pemahaman tentang mekanisme rujukan bagi individu yang membutuhkan bantuan.
Melalui keterlibatan ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus membuka ruang kontribusi akademisi dalam mendukung P4GN. Upaya pencegahan narkoba diharapkan semakin kuat melalui edukasi yang berkelanjutan, kepedulian tanpa stigma, dan kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga pemerintah, serta masyarakat.




