UIN siber Cirebon — Transformasi pendidikan madrasah memasuki babak baru. UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ikut mengambil bagian dalam penyempurnaan Panduan Implementasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) serta Panduan Pilot KKA untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang disiapkan Kementerian Agama RI.(5/10/26).
Keterlibatan tersebut berlangsung melalui Workshop Review Panduan Implementasi KKA dan Panduan Pilot KKA untuk MI di Gedung Siber UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kegiatan ini merupakan kolaborasi FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Kementerian Agama RI, dan Program INOVASI.
Workshop ini menjadi ruang penting untuk memastikan pembelajaran koding dan kecerdasan artifisial di madrasah tidak sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi benar-benar sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi satuan pendidikan.
Koding dan AI Bukan Sekadar Teknologi
Penguatan pembelajaran KKA dinilai penting untuk membekali peserta didik dengan kompetensi abad ke-21. Namun, pembelajaran KKA tidak berhenti pada kemampuan menggunakan teknologi.
Lebih dari itu, KKA diarahkan untuk mengembangkan berpikir komputasional, kemampuan memecahkan masalah, kreativitas, kolaborasi, serta penggunaan teknologi secara bertanggung jawab dan produktif.
Karena itu, dua dokumen menjadi fokus utama workshop, yakni Draf Panduan Implementasi KKA Kementerian Agama dan Draf Panduan Pilot KKA untuk Madrasah Ibtidaiyah.
Proses review dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan akademisi, guru, kepala madrasah, pengawas, praktisi pendidikan, Kementerian Agama, dan tim INOVASI. Berbagai masukan tersebut diharapkan membuat panduan semakin realistis dan mudah diterapkan di madrasah.
Akademisi UIN Siber Cirebon Turun Langsung
Sejumlah akademisi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terlibat sebagai reviewer, moderator, maupun bagian dari tim penyusun. Mereka antara lain Dr. H. Saifuddin, M.Ag., Dr. Hj. Atikah Syamsi, M.Pd.I., Dr. Budi Manfaat, M.Si., Heru Mudiyanto, M.Pd., Okma Arnilia, M.Si., dan Sokid, S.T., M.Kom.
Keterlibatan para akademisi tersebut memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan perspektif akademik sekaligus pengalaman implementatif untuk pengembangan pendidikan madrasah berbasis teknologi.
Agenda workshop dibuka oleh Dekan FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Saifuddin. Hadir pula Kasubdit Kurikulum dan Evaluasi Direktorat KSKK Madrasah Kemenag RI, Dr. H. Abdul Basit, S.Ag., M.M., serta Staf Khusus Menteri Agama Bidang Pendidikan, Organisasi Kemasyarakatan, dan Moderasi Beragama, Farid F. Saenong, Ph.D.
Dari Program INOVASI, hadir Abdul Munir dan Agnes Widyastuti, Provincial Manager Jawa Barat INOVASI. Kolaborasi ini juga mendapat dukungan pendanaan melalui Mora Airfunds 2026.
Dari Review Menuju Pilot KKA
Workshop tidak berhenti pada telaah dokumen. Peserta juga membahas bahan ajar, modul pembelajaran, mekanisme pelaksanaan, hingga praktik yang memungkinkan diterapkan secara efektif di madrasah.
Berbagai isu, tantangan, peluang, dan kebutuhan dukungan turut dipetakan sebagai bahan penyempurnaan panduan.
Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Aan Jaelani, menyampaikan bahwa proses review diharapkan menghasilkan catatan, rekomendasi, dan usulan perbaikan yang dapat memperkuat kedua dokumen sebelum memasuki tahap pilot.
Melalui kolaborasi ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya untuk ikut membangun ekosistem pendidikan madrasah yang adaptif terhadap teknologi.
Transformasi digital pendidikan tidak cukup hanya menghadirkan teknologi. Yang jauh lebih penting adalah memastikan teknologi membantu peserta didik berpikir lebih kritis, kreatif, solutif, dan bertanggung jawab.
Dari Cirebon, kontribusi akademik itu kini diarahkan untuk mendukung penguatan pembelajaran KKA di madrasah secara lebih luas dan kontekstual.





