UIN Siber Cirebon — Praktik lapangan calon guru di FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon mulai diarahkan tidak hanya untuk mengasah kemampuan mengajar, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan merespons persoalan lingkungan. Melalui pendampingan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di Desa Ambulu, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung mengintegrasikan isu perubahan iklim dan ekoteologi ke dalam pembelajaran.
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dan INOVASI Jawa Barat dalam penguatan pendidikan perubahan iklim dan ekoteologi di Kabupaten Cirebon.
Pendampingan diawali dengan kunjungan ke sekolah pada 28 September 2026. Hasil kunjungan kemudian dibahas dalam kegiatan refleksi dan peningkatan kapasitas pada 29 September 2026 di kawasan wisata mangrove Desa Ambulu.
Tidak Berhenti pada Diskusi
Yang menjadi hasil penting dari kegiatan ini bukan hanya bertambahnya pemahaman mahasiswa. Forum tersebut menghasilkan pemetaan persoalan lingkungan di sekitar satuan pendidikan, identifikasi peluang integrasi isu perubahan iklim ke dalam pembelajaran, serta rekomendasi awal strategi pembelajaran yang dapat diterapkan mahasiswa selama menjalankan PLP.
Mahasiswa, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dan Guru Pamong juga menyamakan pemahaman mengenai cara membawa isu perubahan iklim ke dalam kegiatan belajar yang sesuai dengan kondisi sekolah dan madrasah.
Dengan demikian, mahasiswa memiliki bekal yang lebih konkret untuk mengembangkan pembelajaran yang menghubungkan materi pelajaran dengan persoalan lingkungan di sekitar peserta didik.
Dari Mangrove Menjadi Sumber Belajar
Kawasan mangrove Desa Ambulu menjadi laboratorium pembelajaran kontekstual. Mahasiswa diajak melihat langsung hubungan antara lingkungan, masyarakat, perubahan iklim, dan keberlanjutan.
Pengalaman tersebut menjadi bahan untuk merancang pembelajaran yang tidak berhenti pada teori. Persoalan nyata di lingkungan sekitar dapat diolah menjadi bahan diskusi, proyek, observasi, maupun aktivitas pembelajaran yang melatih kepedulian ekologis peserta didik.
Rangkaian kegiatan diawali dengan refleksi integrasi Pendidikan Perubahan Iklim dalam PLP, dilanjutkan penguatan dari Dekan FITK bersama Tim INOVASI Jawa Barat yang digawangi Agnes Widyastuti.
Penguatan juga membahas pemahaman perubahan iklim dan strategi memasukkan isu tersebut ke dalam pembelajaran bersama DPL wilayah Desa Ambulu.
Libatkan Empat Satuan Pendidikan
Kegiatan melibatkan mahasiswa PLP, Guru Pamong, DPL, serta unsur pimpinan FITK. Mahasiswa berasal dari SDN 3 Ambulu, SDN 1 Ambulu, MIN 5 Cirebon, dan MIS Bitsatul Islamiyah.
Dari sisi kelembagaan, kegiatan ini memperkuat koordinasi antara kampus, sekolah dan madrasah. Sementara bagi mahasiswa, hasil pendampingan menjadi bekal untuk menerapkan pembelajaran yang lebih kontekstual selama menjalankan PLP.
Dosen Pembimbing Lapangan Nur Atiqoh, M.Pd., bersama pimpinan FITK Dr. H. Saifuddin dan Atikah Syamsi, Wakil Dekan I Bidang Akademik sekaligus leading project PLP, turut terlibat dalam proses refleksi dan penguatan tersebut.
PLP yang Menghasilkan Dampak
Bagi FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, penguatan PLP berbasis perubahan iklim merupakan langkah untuk mengubah praktik lapangan menjadi pengalaman belajar yang lebih bermakna.
Hasil konkretnya adalah mahasiswa memiliki pemahaman yang lebih terarah, sekolah dan madrasah memperoleh ruang kolaborasi, sementara isu lingkungan mulai dipetakan sebagai bagian dari sumber dan konteks pembelajaran.
Langkah berikutnya adalah mendorong hasil pendampingan tersebut masuk ke dalam praktik pembelajaran mahasiswa selama PLP dan dikembangkan sesuai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.
Komitmen ini sejalan dengan agenda Green Campus, kampus berdampak, dan Sustainable Development Goals (SDGs).
Dari Desa Ambulu, FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon ingin memastikan pendidikan perubahan iklim tidak berhenti sebagai wacana. Mahasiswa belajar, sekolah bergerak, dan lingkungan menjadi bagian dari proses pendidikan.





