UIN Siber Cirebon — Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis Kementerian Agama Republik Indonesia dalam penguatan pendidikan karakter melalui Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dipercaya menjadi piloting implementasi KBC yang dikembangkan Kemenag RI bekerja sama dengan Program INOVASI–Embassy of Australia.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembekalan Enumerator Pengambilan Data Baseline Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, yang dilaksanakan pada 13–14 Januari 2026 di Kampus UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) FITK UIN SSC sebagai enumerator lapangan.
Pembekalan enumerator ini merupakan bagian penting dari rangkaian implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam timeline Program INOVASI dan Kementerian Agama RI. Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Dr. Imam Bukhori, M.Pd., Kepala Subdirektorat Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Ditjen Pendidikan Islam, Kemenag RI.
Sebelumnya, penguatan kapasitas dosen FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon telah dilakukan melalui Training of Facilitators (ToF) Kurikulum Berbasis Cinta yang diselenggarakan di Serpong. Kegiatan ToF tersebut diikuti oleh empat dosen FITK, yakni Dr. Atikah Syamsi, M.Pd.I., Dr. Asep Mulyana, M.Si., Dr. Budi Manfaat, dan Ardian Maulana, M.Pd. Keikutsertaan para dosen ini menjadi fondasi penting dalam mendukung implementasi KBC secara berkelanjutan di daerah.
Pembekalan enumerator bertujuan untuk menyiapkan tim pengambil data baseline yang akan melakukan pendataan di delapan Madrasah Ibtidaiyah (MI) pilot KBC di Kabupaten Cirebon, yaitu MIN 5 Cirebon, MIS Assunniyah 2, MIS Bit’tsanul Islamiyah, MIN 7 Cirebon, MIN 6 Cirebon, MIS Wathaniyah, MIS Nasyrul Ulum, dan MIS Miftahul Ulum. Data baseline tersebut akan menjadi pijakan awal dalam memotret kondisi karakter warga madrasah sebelum implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dijalankan secara lebih luas.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan komprehensif meliputi pemahaman konsep dan nilai dasar KBC, peran dan dukungan Program INOVASI dalam pilot KBC, serta teknis pengambilan data baseline. Metode pembelajaran dilakukan melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, simulasi instrumen, praktik penggunaan platform pengumpulan data, serta dilengkapi dengan pre-test dan post-test untuk memastikan kesiapan konseptual dan teknis para enumerator sebelum terjun ke lapangan.
Melalui kegiatan ini, FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya berperan sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai mitra aktif dalam penguatan pendidikan karakter berbasis nilai cinta, moderasi, dan kemanusiaan di madrasah. Data baseline yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi dasar penting bagi proses pembelajaran bersama, perbaikan berkelanjutan, serta monitoring dan evaluasi implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di Kabupaten Cirebon pada masa mendatang.




