opini Pojok Rektor
Home » Pos » opini » Guru Bahagia, Pendidikan Berjaya

Guru Bahagia, Pendidikan Berjaya

Guru Bahagia, Pendidikan Berjaya

UIN Siber Cirebon — Tidak ada pendidikan hebat tanpa guru yang sejahtera. Di balik setiap generasi unggul, selalu ada guru yang bekerja dengan penuh dedikasi—sering kali dalam keterbatasan. Karena itu, langkah Kementerian Agama RI yang memprioritaskan perbaikan tata kelola dan kesejahteraan guru agama dan madrasah layak mendapat apresiasi luas.

Kabar baik datang di awal 2026. Tunjangan Profesi Guru (TPG) dinaikkan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta. Program sertifikasi guru dipercepat. Ribuan guru yang selama ini belum tersentuh afirmasi mulai mendapat perhatian serius. Ini bukan sekadar angka, melainkan harapan baru bagi para pejuang pendidikan di ruang-ruang kelas sederhana, pelosok desa, hingga madrasah terpencil.

Guru Bukan Sekadar Pengajar

Guru agama dan madrasah bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai, membentuk karakter, dan menjaga akhlak generasi bangsa. Mereka adalah penjaga moral sekaligus pilar peradaban. Sayangnya, masih banyak guru yang harus mengajar dengan kesejahteraan minim, bahkan berjuang bertahun-tahun tanpa kepastian status.

Karena itu, kebijakan afirmatif dari pemerintah harus dimaknai sebagai langkah strategis membangun masa depan bangsa. Guru yang sejahtera akan mengajar dengan lebih tenang, kreatif, dan penuh semangat. Pada akhirnya, yang diuntungkan adalah peserta didik dan kualitas pendidikan nasional.

Tata Kelola: Kunci Keadilan

Selain kesejahteraan, pembenahan tata kelola rekrutmen guru juga menjadi perhatian penting. Koordinasi antara yayasan, sekolah, pemerintah daerah, dan Kementerian Agama perlu diperkuat agar pendataan lebih akurat dan kebijakan tepat sasaran.

Indonesia Asri dan Ekoteologi: Jalan Peradaban Hijau Bangsa

Selama ini, tidak sedikit guru yang luput dari sistem, sehingga sulit mendapatkan akses sertifikasi dan tunjangan. Dengan sistem pendataan terintegrasi seperti SIMPATIKA serta regulasi yang semakin jelas, kita berharap tidak ada lagi guru yang terabaikan.

Sertifikasi: Jalan Menuju Profesionalisme

Masih adanya lebih dari 423 ribu guru madrasah yang belum tersertifikasi menjadi tantangan sekaligus peluang besar. Program percepatan Pendidikan Profesi Guru (PPG) harus terus dikawal agar benar-benar menyentuh akar persoalan.

Sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri berbasis digital, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon siap menjadi bagian dari solusi, menghadirkan inovasi pendidikan guru melalui sistem pembelajaran daring, kolaborasi internasional, dan penguatan kompetensi digital. Transformasi pendidikan guru harus sejalan dengan tuntutan zaman.

Guru Sejahtera, Bangsa Berdaya

Pada akhirnya, memuliakan guru berarti memuliakan masa depan bangsa. Pendidikan agama yang unggul, moderat, dan berdaya saing global hanya bisa diwujudkan jika guru ditempatkan sebagai pusat pembangunan.

Kebijakan Kemenag hari ini bukan sekadar program jangka pendek, melainkan investasi peradaban. Kita berharap ikhtiar besar ini terus berlanjut, konsisten, dan berdampak nyata di lapangan.

Presiden Prabowo Kenalkan Gerakan “Indonesia Asri”, Sejalan dengan Ekoteologi Kemenag

Sebab, ketika guru bahagia, maka pendidikan berjaya. Dan ketika pendidikan berjaya, Indonesia akan melangkah lebih pasti menuju masa depan gemilang.

 

Oleh: Aan Jaelani

Berita Populer

01

Pengumuman Pengajuan Usulan Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Tahun Akademik 2025/2026

02

Pengumuman Perpanjangan Pelaksanaan Herregistrasi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026

03

Pengumuman Penetapan Keringan UKT Semester Genap 2025/2026

04

Pengumuman Pelaksanaan Herregistrasi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026

05

UPZ Syarifah Mudaim Buka Program Beasiswa & Subsidi UKT 2026 Semester Genap

Download PPID UINSSC Mobile App

Kalender

February 2026
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

Archives

Pos Terbaru