UIN Siber Cirebon (Shah Alam, Malaysia) — Segudang prestasi kembali ditorehkan oleh dosen Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam ajang internasional Malaysia International Marketing & Trade Chamber (MIMTC) Malaysia. Forum bergengsi tersebut diselenggarakan pada Sabtu, 31 Januari 2026, pukul 09.00–12.00 waktu setempat, di Bispoont, EDC, Aras 6, Bangunan Kumpulan Muara, Seksyen 14, Shah Alam, Selangor.
Dalam forum perdagangan dan kewirausahaan internasional tersebut, para guru besar Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tampil sebagai representasi akademisi Indonesia. Partisipasi ini menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam membangun jejaring global sekaligus memperkuat posisi kampus di ranah internasional.
Adapun guru besar yang hadir dan berkontribusi dalam kegiatan tersebut yakni Prof. Dr. Sugianto, S.H., M.H., Prof. Dr. Nurlaela, M.Ag., Prof. Dr. Kartimi, M.Pd., Prof. Dr. Huriyah, M.Pd., Prof. Dr. Abdul Aziz, M.Ag., serta Dr. Sopidi, M.A. Turut hadir pula dosen mitra, Dr. Deden Kurniawan, M.Sc., dari Universitas Budi Luhur Jakarta.
Kehadiran para akademisi ini merupakan bagian dari program Jelajah Dagang Nusantara 2026, sebuah gerakan strategis yang menegaskan komitmen kampus dalam membangun ekosistem kewirausahaan berbasis akademik. Program ini menjadi wujud nyata peran aktif perguruan tinggi dalam menghidupkan semangat campus entrepreneur dan mendorong kemandirian institusi.
Menurut Prof. Dr. Abdul Aziz, S.Ag., S.M., M.Ag., kegiatan ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjalankan Tri Dharma—pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat—tetapi juga harus mampu membangun kemandirian ekonomi melalui pengembangan kewirausahaan.
“Kampus harus menjadi pusat inovasi sekaligus motor penggerak ekonomi berbasis riset dan nilai,” ujarnya.
Senada dengan itu, Prof. Dr. Kartimi, M.Pd., menegaskan pentingnya menanamkan semangat kewirausahaan sejak dini kepada mahasiswa. Ia menilai pendidikan kewirausahaan tidak cukup berhenti pada tataran teori, tetapi harus diintegrasikan dalam praktik nyata serta kolaborasi lintas sektor.
“Jejaring internasional seperti MIMTC Malaysia membuka ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk berinteraksi langsung dengan pelaku usaha global,” jelasnya.
Partisipasi dalam forum internasional ini juga membuka peluang kerja sama strategis antara perguruan tinggi, pelaku usaha, dan mitra global. Kolaborasi tersebut diharapkan melahirkan inovasi, produk unggulan, serta model bisnis berbasis riset yang mampu bersaing di tingkat regional maupun internasional.
Keikutsertaan Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam MIMTC Malaysia semakin memperkuat citra kampus sebagai institusi yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Kampus tidak hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga bertransformasi sebagai motor penggerak ekonomi kreatif dan kewirausahaan berbasis nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal.
Dengan semangat kolaborasi dan kemandirian, para guru besar Pascasarjana optimistis gerakan campus entrepreneur akan semakin berkembang. Melalui Jelajah Dagang Nusantara 2026, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi akademisi dan mahasiswa yang inovatif, mandiri, serta mampu berkontribusi dalam percaturan ekonomi global.


