Direktur Diktis Kemenag: Kualitas Dosen dan Inovasi Teknologi Menjadi Kunci Daya Saing Perguruan Tinggi Masa Depan
UIN Siber Cirebon (Jakarta,Kemenag) – Transformasi digital di dunia pendidikan tinggi tidak hanya menuntut pemanfaatan teknologi, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, adaptif, dan inovatif. Karena itu, Kementerian Agama Republik Indonesia mendorong Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk terus memperkuat pengembangan SDM, inovasi akademik, dan transformasi digital dalam menyusun program strategis menuju tahun 2027.
Hal tersebut disampaikan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Sahiron, M.A., saat memberikan arahan dalam kegiatan Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (Pagu Indikatif) Tahun 2027 UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Sahiron, sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) berbasis siber di Indonesia, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki peluang besar untuk menjadi pionir pengembangan pendidikan tinggi Islam digital yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
“Selain pembangunan yang bersifat fisik, kampus juga harus memperkuat aspek nonfisik, terutama peningkatan kualitas SDM, inovasi, kreativitas, dan tata kelola kelembagaan,” tegas Sahiron.
Transformasi Digital Harus Melahirkan Inovasi Nyata
Sahiron menekankan bahwa transformasi digital tidak boleh berhenti pada penggunaan teknologi semata. Perguruan tinggi harus mampu melahirkan inovasi yang memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan, efektivitas layanan akademik, serta kualitas tata kelola institusi.
Menurutnya, perguruan tinggi masa depan adalah kampus yang mampu memadukan kecanggihan teknologi dengan kreativitas sumber daya manusianya.
“Teknologi hanyalah alat. Nilai utamanya terletak pada kemampuan manusia dalam menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi pendidikan dan masyarakat,” ujarnya.
Penguatan Kompetensi Dosen Menjadi Prioritas
Dalam arahannya, Sahiron juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas dosen sebagai faktor utama dalam memperkuat kualitas perguruan tinggi.
Ia mendorong seluruh dosen PTKI, termasuk di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, untuk memanfaatkan berbagai program pengembangan kapasitas yang disiapkan Kementerian Agama, mulai dari pelatihan bahasa asing, metodologi penelitian, peningkatan kompetensi akademik, hingga studi lanjut di dalam dan luar negeri.
“Kualitas perguruan tinggi sangat ditentukan oleh kualitas dosennya. Karena itu, berbagai peluang pengembangan kapasitas yang telah disiapkan Kementerian Agama harus dimanfaatkan secara maksimal,” katanya.
Menurut Sahiron, dosen yang unggul akan menghasilkan penelitian berkualitas, inovasi yang berdampak, serta lulusan yang mampu menjawab tantangan zaman.
UIN Siber Cirebon Berpeluang Menjadi Model Pendidikan Tinggi Digital Indonesia
Sahiron menilai UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memiliki posisi strategis sebagai model pengembangan pendidikan tinggi Islam berbasis digital di Indonesia.
Keunggulan tersebut dapat diwujudkan melalui pengembangan sistem pembelajaran daring yang berkualitas, asesmen berbasis teknologi, digitalisasi layanan akademik, hingga penguatan ekosistem kampus yang responsif terhadap perkembangan teknologi.
“Kampus harus mampu menghadirkan inovasi yang menjadi keunggulan dan pembeda dibanding perguruan tinggi lainnya. Ini menjadi peluang besar bagi UIN Siber untuk tampil sebagai pemimpin dalam pengembangan pendidikan tinggi digital,” ungkapnya.
Rektor UIN Siber: SDM Unggul dan Inovasi Digital Menjadi Prioritas Transformasi Kampus
Menanggapi arahan tersebut, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., menegaskan bahwa penguatan SDM dan inovasi digital telah menjadi fokus utama dalam transformasi kampus beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, keberhasilan sebuah universitas berbasis siber tidak hanya ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kualitas dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang mengelolanya.
“Kami terus mendorong peningkatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan melalui berbagai program pelatihan, sertifikasi, penguatan kapasitas akademik, penguasaan teknologi digital, serta peningkatan kemampuan bahasa asing agar mampu bersaing di tingkat global,” ujar Prof. Aan Jaelani.
Ia menjelaskan bahwa penguatan SDM dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menciptakan budaya kerja yang inovatif, profesional, dan adaptif terhadap perubahan.
PUSTIKOM Jadi Motor Lahirnya Inovasi Digital Kampus
Selain pengembangan SDM, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon juga terus memperkuat inovasi digital melalui berbagai aplikasi dan sistem layanan yang dikembangkan oleh Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (PUSTIKOM).
Berbagai aplikasi tersebut hadir untuk mempermudah layanan akademik, administrasi, keuangan, kepegawaian, pembelajaran daring, hingga sistem monitoring dan evaluasi yang terintegrasi.
Menurut Rektor, inovasi digital bukan hanya tentang membangun aplikasi, tetapi menghadirkan solusi yang mampu meningkatkan kualitas layanan kepada seluruh sivitas akademika.
“Alhamdulillah, melalui PUSTIKOM, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon telah melahirkan berbagai inovasi dan aplikasi layanan digital yang semakin memudahkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dalam menjalankan aktivitas akademik maupun administrasi. Inovasi ini akan terus kami kembangkan untuk mendukung terwujudnya smart campus yang efektif, efisien, dan berdaya saing global,” jelasnya.
Perencanaan 2027 Menjadi Fondasi Kampus Masa Depan
Melalui kegiatan Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahun 2027, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berupaya memastikan seluruh program yang dirancang memiliki indikator kinerja yang jelas, terukur, dan berorientasi pada hasil.
Perencanaan tersebut diarahkan untuk mendukung transformasi kampus menuju perguruan tinggi Islam digital yang unggul dalam pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta inovasi teknologi.
Dengan dukungan Kementerian Agama, penguatan SDM, dan akselerasi transformasi digital, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon optimistis mampu menjadi pusat pengembangan pendidikan tinggi Islam berbasis teknologi yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat Indonesia dan dunia.
“Kampus masa depan tidak dibangun hanya dengan gedung yang megah, tetapi oleh manusia-manusia unggul yang mampu melahirkan inovasi. Ketika SDM terus berkembang dan teknologi dimanfaatkan untuk kemaslahatan, maka perguruan tinggi akan menjadi pusat perubahan yang membawa manfaat bagi bangsa dan peradaban.”


