UIN Siber Cirebon (Kemenag, Jakarta) – Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) memaparkan capaian kinerja dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui konferensi pers bertema “2 Tahun Asta Cita Kinerja Kemenag: Manfaat untuk Umat” di Kantor Kementerian Agama RI, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keterbukaan informasi publik sekaligus menyampaikan hasil pelaksanaan program pemerintah kepada masyarakat.
Kemenag menjadi kementerian/lembaga pertama yang menyelenggarakan paparan capaian kinerja tersebut sebagai tindak lanjut arahan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom). Kegiatan dihadiri Menteri Agama Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Agama Dr. K.H. Romo H.R. Muhammad Syafi’i, Kepala Bakom Sahganda Nenggolan, Sekretaris Jenderal Kemenag Prof. Dr. Nizar Ali, serta jajaran pejabat eselon I. Kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh para rektor Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) dan kepala kantor wilayah Kemenag dari seluruh Indonesia.
Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., turut mengikuti konferensi pers tersebut secara daring. Partisipasi ini mencerminkan dukungan UIN Siber Cirebon terhadap upaya Kemenag dalam memperkuat keterbukaan informasi publik, menyampaikan capaian kinerja pemerintah secara transparan, serta memastikan informasi mengenai program dan kebijakan kementerian dapat diikuti oleh perguruan tinggi keagamaan di seluruh Indonesia.
Keterbukaan Informasi Jadi Bagian Akuntabilitas Pemerintah
Konferensi pers dipandu oleh Dr. Ismail Cawidu, M.Si., Staf Khusus Menteri Agama RI Bidang Komunikasi dan Kebijakan Publik. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kepala Bakom agar kementerian dan lembaga menyampaikan capaian kinerja pemerintah secara terbuka melalui media massa.
Kepala Bakom Sahganda Nenggolan menekankan pentingnya pertanggungjawaban pemerintah dalam mengelola anggaran negara. Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan bagian penting dari akuntabilitas karena anggaran pemerintah bersumber dari pajak masyarakat.
Melalui forum tersebut, pemerintah juga membuka ruang bagi media untuk menyampaikan evaluasi, masukan, dan keluhan masyarakat. Langkah ini diharapkan memperkuat komunikasi antara pemerintah dan publik sekaligus mendorong penyampaian informasi kinerja yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Partisipasi pimpinan PTKN, termasuk Rektor UIN Siber Cirebon, menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan informasi mengenai kebijakan dan program Kemenag. Dengan mengikuti paparan tersebut, perguruan tinggi keagamaan dapat memperoleh informasi langsung mengenai arah kebijakan serta capaian program kementerian yang berkaitan dengan pendidikan dan pelayanan keagamaan.
Pemberdayaan Ekonomi Umat dan Pendidikan Jadi Prioritas
Menteri Agama Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar memaparkan sejumlah capaian strategis Kemenag yang diselaraskan dengan agenda Asta Cita, terutama pada aspek pemberdayaan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan birokrasi, dan kerukunan umat beragama.
Dalam bidang pemberdayaan ekonomi umat, penghimpunan zakat dan wakaf menjadi salah satu instrumen untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Data yang dipaparkan Sekretaris Jenderal Kemenag mencatat realisasi zakat nasional sebesar Rp44,6 triliun dan penghimpunan wakaf uang sebesar Rp4,7 triliun. Kemenag juga mengembangkan pemberdayaan ekonomi melalui 287 titik Kantor Urusan Agama (KUA) dan 25 titik Kota Wakaf.
Pada sektor pendidikan, dukungan anggaran diwujudkan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp4 triliun dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sebesar Rp3,302 triliun. Selain itu, sebanyak 31.659 mahasiswa menerima beasiswa dengan total anggaran Rp1,3 triliun.
Dukungan terhadap tenaga pendidik juga menjadi bagian dari capaian tersebut. Kemenag mencatat penyaluran tunjangan profesi guru sebesar Rp19 triliun untuk 452.796 guru. Berbagai program ini diarahkan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia.
Capaian tersebut relevan bagi perguruan tinggi keagamaan negeri dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, pengembangan kompetensi mahasiswa, dan perluasan akses terhadap layanan pendidikan. Bagi UIN Siber Cirebon, informasi mengenai arah kebijakan dan program Kemenag menjadi bagian penting dalam memahami prioritas pengembangan pendidikan tinggi keagamaan.
Penguatan Pesantren dan Reformasi Birokrasi
Wakil Menteri Agama Dr. K.H. Romo H.R. Muhammad Syafi’i menjelaskan sejumlah kebijakan yang diarahkan untuk memperkuat layanan keagamaan dan pendidikan. Salah satunya adalah peningkatan status kelembagaan pesantren menjadi Direktorat Jenderal Pesantren guna memperkuat pelayanan bagi sekitar 42.000 pesantren, 11 juta santri, dan 1,7 juta kiai.
Dalam bahan paparan, anggaran operasional pesantren disebut meningkat dari Rp1,2 triliun menjadi mendekati Rp5 triliun. Kemenag juga menargetkan percepatan sertifikasi bagi 659.000 guru yang belum tersertifikasi, dengan target penyelesaian pada 2028.
Pada aspek reformasi birokrasi, Kemenag mendorong penerapan sistem digital untuk meningkatkan transparansi belanja modal dan meminimalkan potensi penyimpangan. Pengembangan manajemen talenta juga diarahkan agar penempatan pejabat lebih sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan organisasi.
Selain itu, penguatan perlindungan anak di lembaga pendidikan dilakukan melalui pengembangan sistem Ramah dan Aman Anak (RANA) serta koordinasi dengan aparat penegak hukum dalam penanganan kasus kekerasan.
Berbagai kebijakan tersebut menunjukkan upaya Kemenag memperkuat kualitas layanan melalui pembenahan tata kelola, pengembangan sumber daya manusia, dan pemanfaatan teknologi. Transparansi serta akuntabilitas menjadi unsur penting dalam memastikan pelaksanaan program dapat dipantau dan dievaluasi secara terbuka.
Kerukunan Umat Beragama dan Layanan Sosial Diperkuat
Kemenag turut melaporkan capaian dalam menjaga kerukunan umat beragama. Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) nasional disebut mencapai 78 persen, yang dalam bahan paparan dinyatakan sebagai angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.
Di bidang penanganan bencana, Kemenag melaporkan lebih dari 98 persen rumah ibadah terdampak di sejumlah wilayah, termasuk Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Nusa Tenggara Timur, telah kembali beroperasi. Pemulihan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan layanan keagamaan dan mendukung pemulihan masyarakat.
Kemenag juga memaparkan berbagai program yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, pendidikan inklusif, dan penguatan layanan keagamaan. Capaian tersebut menggambarkan luasnya peran kementerian dalam menjangkau kebutuhan masyarakat melalui program lintas bidang.
Dengan lebih dari 3.000 satuan kerja dan sekitar 360.000 pegawai, Kemenag memiliki jangkauan layanan hingga tingkat KUA dan rumah ibadah. Skala organisasi tersebut sekaligus menegaskan pentingnya koordinasi, tata kelola yang efektif, dan keterbukaan informasi dalam pelaksanaan program.
Perkuat Sinergi dan Keterbukaan Informasi Publik
Konferensi pers bertema “2 Tahun Asta Cita Kinerja Kemenag: Manfaat untuk Umat” menjadi ruang penyampaian capaian sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan program pemerintah. Melalui forum ini, Kemenag mendorong masyarakat dan media untuk mengetahui hasil kerja pemerintah serta memberikan masukan bagi peningkatan kualitas pelayanan publik.
Keikutsertaan Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., secara daring menjadi bagian dari dukungan perguruan tinggi keagamaan terhadap penyampaian informasi dan penguatan koordinasi dengan Kemenag RI. Partisipasi tersebut juga membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk mengikuti perkembangan kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, dan layanan keagamaan.
Melalui keterbukaan informasi dan koordinasi yang berkelanjutan, capaian program pemerintah diharapkan dapat diketahui secara lebih luas dan menjadi bahan evaluasi bersama. Upaya ini penting untuk memastikan kebijakan dan program Kemenag terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat serta memberikan manfaat nyata bagi umat.


