UIN Siber Cirebon – Kegiatan keputrian di SMPN 2 Plered, Kabupaten Cirebon, menjadi salah satu bentuk pembinaan keagamaan yang memberikan ruang belajar bagi siswi yang sedang berhalangan melaksanakan salat Dhuha. Kegiatan rutin ini memanfaatkan waktu Dhuha untuk memberikan pembinaan yang bermanfaat bagi remaja putri.
Dalam kegiatan yang berlangsung di SMPN 2 Plered tersebut, siswi yang sedang berhalangan mengikuti kegiatan keputrian ketika siswa lainnya melaksanakan salat Dhuha. Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang bertugas di sekolah tersebut turut mengamati pelaksanaannya sebagai bagian dari pengalaman belajar di lingkungan pendidikan.
Keputrian Menjadi Wadah Pembinaan Remaja Putri
Kegiatan keputrian memberikan kesempatan kepada siswi untuk tetap memperoleh pembinaan selama waktu pelaksanaan salat Dhuha. Melalui kegiatan ini, sekolah berupaya memperhatikan kebutuhan siswi sekaligus menyediakan ruang untuk memperluas pemahaman mereka tentang kehidupan sebagai remaja putri.
Pembinaan tersebut menjadi bagian dari pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mendukung perkembangan karakter dan pemahaman keagamaan peserta didik. Dengan demikian, siswi tetap dapat mengikuti kegiatan yang bermanfaat meskipun sedang tidak melaksanakan salat Dhuha.
Mahasiswa PLP Belajar dari Praktik Pembinaan di Sekolah
Bagi mahasiswa PLP UIN Siber Cirebon, pengamatan terhadap kegiatan keputrian memberikan pengalaman langsung mengenai pelaksanaan pembinaan keagamaan di sekolah. Mahasiswa dapat mempelajari bagaimana sekolah mengelola kegiatan pembinaan yang menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
Pengalaman ini juga memperluas pemahaman mahasiswa mengenai peran pendidik dalam membangun karakter siswa. Pembinaan di lingkungan sekolah memerlukan pendekatan yang sesuai dengan kondisi peserta didik agar kegiatan tidak hanya berjalan tertib, tetapi juga memberikan manfaat bagi perkembangan mereka.
Mendukung Pendidikan yang Inklusif dan Berkualitas
Dosen Pembimbing PLP, Muthoharoh, M.Pd.I, dan Kepala SMPN 2 Plered, H. Makrus, S.Ag., M.S.I, tercantum sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini. Dalam keterangan yang diberikan, kegiatan keputrian dinilai menunjukkan perhatian sekolah terhadap kebutuhan siswi selama waktu salat Dhuha.

“Kami melihat bahwa waktu shalat Dhuha dimanfaatkan dengan baik oleh siswi yang berhalangan. Kegiatan keputrian ini menunjukkan bahwa pembinaan di sekolah dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan setiap siswa.”
Kegiatan keputrian sejalan dengan semangat Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendukung proses pendidikan yang memperhatikan kebutuhan peserta didik secara menyeluruh. Pembinaan seperti ini turut memperkuat pendidikan karakter dan keagamaan di lingkungan sekolah.
Melalui pengalaman PLP, mahasiswa UIN Siber Cirebon diharapkan dapat memahami praktik pendidikan secara langsung sekaligus membawa semangat Kampus Berdampak melalui keterlibatan dalam kegiatan pembelajaran dan pembinaan karakter di sekolah.


