Berita Kegiatan
Home » Pos » Berita » Ketua LPPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Jadi Narasumber Review Renstra Kemen PPPA

Ketua LPPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Jadi Narasumber Review Renstra Kemen PPPA

UIN Siber Cirebon (Jakarta) – Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon, Dr. Faqihuddin Abdul Kodir, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan strategis Review Rencana Strategis (Renstra) Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak, yang digelar oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) di Ruang RA Kartini, Jakarta. Kegiatan berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.(23/09).

Forum ini bertujuan memperkuat arah kebijakan Renstra Kemen PPPA periode 2025–2029, khususnya di bidang perlindungan khusus anak. Renstra tersebut diharapkan mampu mendorong keterlibatan aktif berbagai pemangku kepentingan—kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unit layanan publik, hingga masyarakat sipil—untuk menghadirkan perlindungan anak yang lebih menyeluruh dan berdampak.

Dalam paparannya, Dr. Faqihuddin menegaskan bahwa perlindungan anak bukan hanya urusan program internal Kemen PPPA, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor.

“Kemen PPPA bukan pelaksana teknis layanan, melainkan arsitek kebijakan nasional. Keberhasilan perlindungan anak harus diukur dari sejauh mana kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah menerapkan standar layanan ramah anak secara akuntabel,” tegasnya.

LPPM UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Gelar Bimtek Penyusunan Dokumen Pemeringkatan THE dan WUR

Ia juga memperkenalkan pendekatan analisis gunung es (iceberg analysis) untuk membaca kasus kekerasan terhadap anak. Menurutnya, kebijakan harus menyasar akar masalah berupa pola, struktur sistemik, dan paradigma nilai yang melanggengkan kekerasan, bukan sekadar merespons kasus-kasus individual.

Lebih lanjut, Dr. Faqihuddin mengusulkan desain Renstra yang menekankan fungsi advokasi, evaluasi lintas sektor, serta mekanisme insentif-disinsentif kelembagaan. Ia mencontohkan, penghargaan nasional bagi daerah yang berhasil menjalankan perlindungan anak, serta publikasi bagi institusi yang belum memenuhi standar, dapat menjadi pendorong peningkatan kinerja secara sistemik.

Sebagai ilustrasi, ia menekankan bahwa peningkatan Indeks Perlindungan Khusus Anak (IPKA) hanya dapat dicapai melalui kolaborasi antar-kementerian: mulai dari peran Kemendikbud dalam sekolah ramah anak, Polri dalam penanganan kasus, Kominfo dalam menjaga ruang digital yang aman, hingga Kemensos dalam dukungan sosial bagi anak miskin.

Partisipasi Dr. Faqihuddin dalam forum nasional ini menegaskan kontribusi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam perumusan kebijakan strategis negara, khususnya pada isu keadilan sosial, perlindungan kelompok rentan, serta penguatan nilai kemanusiaan berbasis ilmu pengetahuan. Kehadiran perguruan tinggi keagamaan dalam ruang kebijakan publik ini juga menjadi bukti pentingnya peran akademisi dalam memastikan perlindungan perempuan dan anak berjalan lebih kokoh dan berkelanjutan.

UPT PJJ UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Matangkan Persiapan Asesmen Lapangan S1 PJJ PAI oleh LAMDIK

Berita Populer

01

Pengumuman Pengajuan Usulan Keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Tahun Akademik 2025/2026

02

Pengumuman Pelaksanaan Herregistrasi Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026

03

UPZ Syarifah Mudaim Buka Program Beasiswa & Subsidi UKT 2026 Semester Genap

04

UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Lantik 11 Dosen Baru, Rektor Tekankan Integritas dan Profesionalitas

05

Pengumuman Penerima Keringanan UKT

Download PPID UINSSC Mobile App

Kalender

January 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Archives

Pos Terbaru