UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Mifta Imam Sauqi, mengajak siswa MTs Negeri 3 Kabupaten Cirebon membangun kebiasaan bertutur santun dan menghargai sesama melalui kultum bertema “Menjaga Lisan Menjaga Hati”. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 10 Oktober 2026, pukul 07.00–07.15 WIB di lapangan madrasah ini menjadi bagian dari pembiasaan kultum sebelum salat Duha sekaligus upaya memperkuat pendidikan karakter peserta didik.
Dalam penyampaiannya, Mifta menekankan bahwa perkataan memiliki pengaruh besar terhadap hubungan antarmanusia. Ucapan yang baik dapat menumbuhkan rasa nyaman dan mempererat persaudaraan, sedangkan perkataan yang kasar atau merendahkan dapat melukai perasaan serta memicu perselisihan.
Melalui pesan keagamaan yang disampaikan secara sederhana dan mudah dipahami, siswa diajak untuk membiasakan diri berpikir sebelum berbicara, menjaga tutur kata, serta mempertimbangkan perasaan orang lain dalam setiap interaksi. Pesan ini diharapkan menjadi pengingat bagi peserta didik untuk menerapkan akhlak mulia, baik di lingkungan madrasah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Tanamkan Empati dan Cegah Perkataan yang Menyakiti Sesama
Materi “Menjaga Lisan Menjaga Hati” mengangkat pentingnya mengendalikan ucapan sebagai bagian dari pembentukan karakter. Mifta mengajak siswa menghindari perkataan kasar, ejekan, ghibah, serta ucapan lain yang berpotensi menyakiti orang lain atau menimbulkan konflik.
Menjaga lisan bukan berarti seseorang harus selalu diam. Sebaliknya, siswa perlu belajar menyampaikan pendapat dengan sopan, memilih kata-kata yang tepat, serta memastikan bahwa perkataan yang disampaikan membawa manfaat. Kebiasaan tersebut dapat membantu membangun komunikasi yang sehat antara siswa dengan teman sebaya, guru, dan warga madrasah lainnya.
Pesan ini juga mendorong tumbuhnya empati, yaitu kemampuan memahami dan mempertimbangkan perasaan orang lain sebelum bertindak atau berbicara. Ketika siswa terbiasa menghargai perasaan sesama, lingkungan belajar berpeluang menjadi lebih nyaman, saling menghormati, dan terhindar dari perselisihan yang berawal dari ucapan.
Dengan demikian, kultum tidak hanya menjadi kegiatan pembiasaan keagamaan, tetapi juga sarana untuk menanamkan nilai-nilai sosial yang penting dalam kehidupan peserta didik.
Perkuat Pendidikan Karakter melalui Pembiasaan Keagamaan
Kegiatan kultum sebelum salat Duha menjadi salah satu ruang pembelajaran untuk mengintegrasikan nilai keagamaan dengan perilaku sehari-hari. Melalui pesan yang disampaikan, siswa diarahkan untuk memahami bahwa akhlak mulia perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk cara berbicara, memperlakukan teman, dan merespons perbedaan.
Upaya tersebut selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendukung pendidikan yang turut membentuk karakter, sikap saling menghargai, dan keterampilan sosial peserta didik. Pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penguasaan pengetahuan, tetapi juga dengan pembiasaan perilaku positif yang membantu siswa berkembang secara menyeluruh.
Pesan menjaga lisan juga relevan dengan upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif. Kebiasaan menghindari ejekan, menghormati perbedaan, serta menggunakan bahasa yang santun dapat mendukung hubungan sosial yang lebih sehat di lingkungan madrasah.
Mifta menegaskan pesan penutupnya melalui ajakan, “Mari kita mulai dari diri kita sendiri.” Pesan tersebut mengingatkan siswa bahwa perubahan perilaku dapat dimulai dari kesadaran pribadi untuk memperbaiki ucapan dan membiasakan diri menebarkan kebaikan.
Wujud Kontribusi Mahasiswa PLP UIN Siber Cirebon dalam Pendidikan Karakter
Keterlibatan Mifta Imam Sauqi dalam kegiatan kultum merupakan bagian dari praktik mahasiswa PLP FITK UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam mendukung proses pendidikan di madrasah. Melalui penyampaian materi keagamaan dan pesan moral, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang dipelajari selama perkuliahan sekaligus berkontribusi dalam pembentukan karakter peserta didik.
Pengalaman tersebut juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, menyampaikan materi edukatif, dan menyesuaikan pesan dengan kebutuhan siswa. Peran calon pendidik tidak hanya terbatas pada penyampaian materi pelajaran, tetapi juga mencakup pendampingan dalam membangun sikap, kebiasaan, dan nilai-nilai positif.
Kegiatan ini berlangsung dalam lingkungan pendidikan MTs Negeri 3 Kabupaten Cirebon dengan dukungan unsur madrasah, termasuk Kepala Madrasah Hj. Dewi Rachmawati, S.Ag., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ade Bagus Setyawan, S.Pd.Si., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan H. Mohammad Nahdi, S.Ag., M.Pd., serta guru dan staf tata usaha madrasah. Mahasiswa PLP mengikuti kegiatan tersebut sebagai bagian dari proses pembelajaran lapangan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. H. Mohammad Ahsan, M.Ag.
Melalui kultum bertema “Menjaga Lisan Menjaga Hati”, mahasiswa PLP UIN Siber Cirebon turut mendukung penguatan karakter siswa melalui pembiasaan komunikasi yang santun, sikap saling menghargai, dan kepedulian terhadap sesama. Pesan sederhana untuk berpikir sebelum berbicara diharapkan dapat menjadi kebiasaan positif yang diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta lingkungan madrasah yang lebih harmonis dan mendukung proses pendidikan.


