UIN Siber Cirebon – Mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat membutuhkan kesiapan mental, kemampuan beradaptasi, dan perencanaan masa depan. Untuk mendukung proses tersebut, mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon memberikan layanan bimbingan klasikal kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang menjelang bebas di Lapas Kelas I Cirebon, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Psikoterapi Lapas Kelas I Cirebon ini mengangkat materi penyesuaian diri sebelum kembali ke lingkungan masyarakat. Materi disusun berdasarkan asesmen kebutuhan yang dilakukan sebelumnya, dengan mempertimbangkan pentingnya kesiapan warga binaan menghadapi lingkungan sosial yang mungkin telah berubah selama mereka menjalani masa pembinaan.
Kegiatan dilaksanakan oleh enam mahasiswa PPL BKI, yaitu Ikrima Jumiatin Hasanah, Triya Antini, Siti Liana Yahsa Hidayat, Ghefira Zahratul Fauziah, Shandika Achmad Maulana, dan Tiffany Aulia, dengan pendampingan staf perawatan, Pratomo Ajiwibowo.
Membekali Warga Binaan dengan Kesiapan Beradaptasi

Bimbingan klasikal diawali dengan perkenalan mahasiswa dan penjelasan mengenai rangkaian kegiatan, dilanjutkan dengan penyampaian materi serta pengisian lembar kerja. Melalui layanan ini, warga binaan diajak mempersiapkan diri menghadapi perubahan lingkungan, membangun motivasi, dan melihat peluang untuk memanfaatkan keterampilan yang telah diperoleh selama berada di Lapas.
Pendampingan tersebut menjadi penting karena proses kembali ke masyarakat tidak hanya berkaitan dengan berakhirnya masa pembinaan, tetapi juga kesiapan menjalani kehidupan sosial dan produktif. Kemampuan beradaptasi, mengelola kejenuhan, serta menyusun rencana setelah bebas dapat menjadi bagian dari persiapan menghadapi fase kehidupan berikutnya.
Menggali Motivasi dan Rencana Setelah Bebas
Lembar kerja yang diberikan dalam bimbingan klasikal digunakan untuk melihat motivasi diri (self-motivation) warga binaan sekaligus menjadi dasar bagi layanan konseling individu berikutnya. Berdasarkan hasil skoring awal, warga binaan yang mengikuti kegiatan menunjukkan tingkat motivasi diri yang tinggi hingga sangat tinggi.
Dua warga binaan kemudian mengikuti konseling individu pada 30 September 2026 untuk memverifikasi hasil tersebut dan menggali lebih jauh pengalaman serta kesiapan mereka. Dalam sesi itu, warga binaan berinisial G menceritakan pengalamannya mengikuti kegiatan menjahit selama berada di Lapas.
“Saya jenuh nungguin SK belum turun-turun. Tapi saya alihin aja ke kegiatan yang ada di sini. Kebetulan saya ikutnya di bagian jahit di pabrik. Seru di sana, saya ngerasa cocok, kalau cerita ya sama teman-teman di sana. Paling abis keluar mau coba ikut konveksi.”
Sementara itu, warga binaan berinisial D mengungkapkan bahwa beragam kegiatan di Lapas membantunya tetap produktif meskipun tidak semua aktivitas selalu sesuai dengan minatnya.
“Saya di sini senang, banyak kegiatan yang bisa dipilih, jadi lebih produktif, walaupun kegiatannya kadang cocok sama enggak. Tapi ya sudah jalanin aja, kan kita dapat manfaatnya juga.”
Kedua pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana kegiatan yang tersedia di Lapas dapat dimanfaatkan untuk mengelola kejenuhan, mengembangkan keterampilan, dan membangun rencana setelah bebas. Bagi G, pengalaman menjahit bahkan menjadi inspirasi untuk mencoba bekerja di bidang konveksi setelah kembali ke masyarakat.
Kolaborasi Pendampingan untuk Mendukung Reintegrasi Sosial

Hasil konseling menunjukkan bahwa kedua warga binaan memiliki motivasi diri yang baik dan mampu melihat manfaat dari aktivitas yang dijalani. Meski demikian, temuan tersebut merupakan gambaran dari dua peserta yang mengikuti konseling individu, bukan penilaian terhadap seluruh warga binaan.
Kegiatan PPL BKI ini dilaksanakan di lingkungan Lapas Kelas I Cirebon di bawah kepemimpinan Kepala Lapas Suranto, A.Md.IP., S.H., M.Si., dengan bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Dr. Hj. Rina Rindanah, S.Ag., M.Pd., serta pamong lapangan Guntur Pratama.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman menerapkan layanan bimbingan dan konseling sesuai kebutuhan individu, sekaligus memahami pentingnya dukungan psikososial dalam mempersiapkan warga binaan kembali ke masyarakat.
Pendampingan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui perhatian terhadap kesiapan psikososial, serta SDGs 10: Berkurangnya Kesenjangan, melalui dukungan terhadap proses penyesuaian diri dan kesempatan membangun kehidupan yang produktif setelah bebas.
Pengalaman PPL ini diharapkan memperkuat kompetensi mahasiswa BKI dalam memberikan layanan konseling yang kontekstual dan berorientasi pada kebutuhan penerima layanan. Bagi warga binaan, pengenalan motivasi diri dan pemanfaatan keterampilan menjadi salah satu langkah persiapan untuk menjalani kehidupan yang lebih produktif ketika kembali ke tengah masyarakat.


