UIN Siber Cirebon – Mengenalkan keselamatan sejak usia dini menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan anak untuk lebih waspada terhadap lingkungan sekitar. Hal tersebut dilakukan RA At-Taqwa melalui kunjungan edukatif ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cirebon, Selasa (22/9/2026), dengan pendampingan guru dan mahasiswa PLP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Kegiatan yang berlangsung di kantor Pemadam Kebakaran Kota Cirebon, Jalan Terusan Pemuda No. 06, Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, tersebut memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar langsung mengenai tugas pemadam kebakaran, kendaraan operasional, serta berbagai peralatan yang digunakan dalam penanganan kebakaran.
Belajar Keselamatan melalui Pengalaman Langsung

Kunjungan edukatif ini dirancang sebagai ruang belajar di luar kelas yang memungkinkan anak memperoleh pengetahuan melalui pengalaman secara langsung. Anak-anak diperkenalkan dengan lingkungan kerja pemadam kebakaran sekaligus mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga keselamatan diri.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cirebon, Abraham Pilar, bersama enam anggota damkar lainnya memberikan pengenalan kepada anak-anak mengenai kendaraan dan peralatan pemadam kebakaran.
“Kegiatan ini mengenalkan pentingnya keselamatan diri kepada anak sejak usia dini melalui pengalaman belajar secara langsung di lingkungan pemadam kebakaran,” ujar Abraham Pilar.
Pengenalan tersebut membantu anak memahami bahwa keselamatan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan yang sesuai usia, anak diajak mengenali lingkungan dan memahami bahwa terdapat situasi tertentu yang membutuhkan kewaspadaan serta bantuan dari petugas.
Mahasiswa PLP Turut Ciptakan Pembelajaran yang Interaktif
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa PLP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut mendampingi anak bersama para guru. Kehadiran mahasiswa membantu memastikan proses kunjungan berjalan tertib sekaligus memberikan pendampingan kepada anak selama mengikuti setiap sesi kegiatan.

Bagi mahasiswa PLP, kegiatan tersebut menjadi pengalaman untuk menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman nyata. Mahasiswa dapat melihat bagaimana anak usia dini merespons lingkungan baru, berinteraksi dengan narasumber, serta memahami informasi melalui objek yang dapat mereka lihat secara langsung.
Pendampingan juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan anak usia dini. Pendekatan yang ramah dan interaktif diperlukan agar materi mengenai keselamatan dapat diterima dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Menumbuhkan Kesadaran Keselamatan Sejak Dini
Kunjungan ke pemadam kebakaran tidak hanya memperkenalkan profesi dan peralatan, tetapi juga membantu membangun kesadaran anak mengenai pentingnya keselamatan. Pengalaman tersebut dapat menjadi awal bagi anak untuk mengenali lingkungan, memahami potensi bahaya, dan belajar bersikap lebih hati-hati.
Pembelajaran melalui kunjungan lapangan juga memberikan pengalaman yang berbeda dari aktivitas pembelajaran rutin di kelas. Anak dapat melihat secara langsung kendaraan dan peralatan pemadam kebakaran sekaligus berinteraksi dengan petugas yang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih konkret karena anak memperoleh pengetahuan melalui pengalaman, pengamatan, dan interaksi langsung.
Pembelajaran Bermakna bagi Anak dan Mahasiswa PLP

Bagi RA At-Taqwa, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus memiliki manfaat praktis bagi anak. Sementara bagi mahasiswa PLP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, keterlibatan dalam kunjungan tersebut memperkaya pengalaman dalam mendampingi proses pembelajaran anak usia dini di luar lingkungan kelas.
Kegiatan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Bermutu, terutama dalam menghadirkan pengalaman belajar yang relevan, kontekstual, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Kunjungan edukatif ke Pemadam Kebakaran Kota Cirebon menunjukkan bahwa pembelajaran anak usia dini dapat dikembangkan melalui pengalaman sederhana yang dekat dengan kehidupan mereka. Dengan mengenalkan keselamatan sejak dini, anak tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mulai membangun kesadaran untuk menjaga diri dan lingkungan di sekitarnya.


