UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) UIN Siber Cirebon mendukung kegiatan field trip edukasi atau outing class RA Al-Washliyah Islamic Montessori School pada Selasa (8/9/2026). Melalui kunjungan ke Pantai Kejawanan dan Keraton Kasepuhan Cirebon, anak-anak memperoleh pengalaman belajar langsung untuk mengenal lingkungan alam, profesi masyarakat, serta kekayaan sejarah dan budaya lokal.
Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30–12.30 WIB ini melibatkan kepala sekolah, guru-guru kelas, serta lima mahasiswa PLP, yaitu Wulan Shofwatunnajilah, Ica Diah Fadillah, Eka Nurfadilah, Farkhah Rifa’atul Mahmudah dari Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan Zahra Amelia Aprian dari Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Kegiatan tersebut berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Maulidiyah Ulfah, S.Pd.I., M.Pd.I.
Belajar Mengenal Alam dan Profesi Nelayan
Sebelum berangkat, anak-anak berkumpul di halaman sekolah untuk mengikuti absensi, berdoa bersama, dan menerima arahan mengenai keselamatan serta ketertiban selama perjalanan. Guru mengingatkan anak-anak agar tetap duduk di dalam bus, menjaga kebersihan, dan mengikuti aturan selama kegiatan berlangsung.
Setibanya di Pantai Kejawanan, anak-anak disambut pemandangan laut, hamparan pasir, deburan ombak, dan perahu nelayan berwarna-warni. Guru mengajak mereka duduk melingkar di tepi pantai yang aman sembari mengenalkan lingkungan pesisir sebagai bagian dari alam ciptaan Allah.
Anak-anak juga memperoleh penjelasan sederhana mengenai profesi nelayan, termasuk peran mereka dalam mencari ikan sebagai sumber pangan masyarakat. Melalui pengamatan langsung, anak-anak dapat menghubungkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan di pantai kemudian ditutup dengan makan camilan bersama dan sesi foto.
Mengenal Sejarah dan Budaya Cirebon
Perjalanan berlanjut ke Keraton Kasepuhan Cirebon. Sebelum memasuki kawasan keraton, guru mengingatkan anak-anak untuk menjaga adab, tidak berlari-lari, serta tidak menyentuh benda-benda bersejarah sembarangan.
Dengan pendampingan Abdi Dalem keraton, anak-anak mengunjungi museum dan mengamati berbagai peninggalan sejarah. Di antaranya kereta kencana Paksi Naga Liman, baju kebesaran Sultan, piring-piring antik dari Eropa, serta Al-Qur’an tulisan tangan yang telah berusia sangat tua.
Pengalaman tersebut memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal warisan budaya Cirebon secara langsung. Mereka tidak hanya melihat benda-benda bersejarah, tetapi juga belajar menghargai peninggalan masa lalu dan memahami pentingnya menjaga kekayaan budaya daerah.
Mengembangkan Rasa Syukur dan Kemandirian Anak
Kegiatan berakhir sekitar pukul 11.30 WIB dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas kesempatan belajar di luar kelas. Rombongan kemudian kembali ke sekolah dan tiba sekitar pukul 12.00 WIB untuk selanjutnya dijemput oleh orang tua masing-masing.
Kepala RA Al-Washliyah Islamic Montessori School, Hj. Supriyatun, S.Pd.I., M.Pd.I., bersama para guru dan mahasiswa PLP mendukung pelaksanaan kegiatan sebagai pengalaman belajar yang bermakna bagi anak-anak. Pembelajaran di luar kelas memberikan ruang bagi anak untuk mengamati, bertanya, berinteraksi, serta mengenal lingkungan melalui pengalaman nyata.
Melalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan semakin mengenal alam dan profesi masyarakat, mencintai sejarah serta budaya Cirebon, mengembangkan kemandirian, dan menumbuhkan rasa syukur. Bagi mahasiswa PLP UIN Siber Cirebon, keterlibatan dalam kegiatan tersebut juga menjadi pengalaman untuk mendukung pembelajaran anak usia dini secara kontekstual, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan mereka.


