UIN Siber Cirebon (Majalengka) – Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut mendukung pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan siswa melalui kegiatan Perkemahan dan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) MTs Salafiyah Kota Cirebon. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa–Kamis, 15–17 September 2026, ini dilaksanakan di Bumi Perkemahan Curug Leles, Majalengka.
LDKS menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk mengembangkan kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama. Melalui pengalaman belajar di alam terbuka, siswa memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan nilai-nilai kepemimpinan secara langsung, tidak hanya memahami materi secara teoretis.
Praktik Kepemimpinan di Alam Terbuka
Selama tiga hari, para peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari penyampaian materi kepemimpinan, permainan kelompok, hingga aktivitas perkemahan yang menuntut kekompakan dan ketangguhan. Setiap kegiatan dirancang untuk mendorong siswa agar berani mengambil keputusan, menghargai peran anggota kelompok, dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan.
Ketua Kelompok PLP, Andina Azzahra, menjelaskan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman nyata bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin adik-adik belajar bertanggung jawab, bekerja sama dalam tim, dan berani mengambil keputusan. Di alam terbuka, semua itu bisa dirasakan langsung lewat berbagai kegiatan selama tiga hari,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman langsung melalui kegiatan kelompok dapat membantu siswa memahami pentingnya komunikasi, kedisiplinan, dan kebersamaan. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan di lingkungan madrasah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Mahasiswa PLP Belajar Mengelola Program Pendidikan

Selain memberikan pengalaman berharga bagi siswa, LDKS juga menjadi ruang praktik bagi mahasiswa PLP dalam menerapkan kompetensi kependidikan. Mahasiswa terlibat dalam pelaksanaan program sehingga memperoleh pengalaman mengenai pengelolaan kegiatan, koordinasi, serta pendampingan peserta didik.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Sopwan Mulyawan, M.Pd., mengapresiasi kekompakan mahasiswa PLP dan seluruh peserta selama kegiatan berlangsung. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi kedua pihak, baik siswa maupun mahasiswa.
“Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran yang nyata. Mahasiswa PLP belajar mengelola program, sementara siswa belajar menjadi pribadi yang mandiri dan berkarakter,” tuturnya.
Melalui keterlibatan ini, mahasiswa PLP dapat mengembangkan keterampilan komunikasi, kerja sama tim, dan tanggung jawab dalam mendukung kegiatan pendidikan. Pengalaman tersebut juga menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa untuk memahami dinamika lingkungan sekolah secara langsung.
MTs Salafiyah Dorong Lahirnya Pemimpin Muda Berakhlak

Kepala MTs Salafiyah Kota Cirebon, Hj. Uul Ulfiyah, S.Ag., berharap kegiatan LDKS dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi perkembangan karakter siswa. Ia menekankan pentingnya membangun kepemimpinan yang tidak hanya mengandalkan keberanian, tetapi juga dilandasi akhlak mulia dan kedisiplinan.
“Kami berharap LDKS ini melahirkan generasi muda yang berakhlak mulia, disiplin, dan siap menjadi pemimpin, minimal untuk dirinya sendiri dan lingkungannya,” ungkapnya.
Harapan tersebut sejalan dengan upaya pendidikan dalam membentuk peserta didik yang memiliki kecakapan sosial, sikap mandiri, serta tanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya. Kepemimpinan sejak dini diharapkan menjadi bekal bagi siswa untuk berkontribusi secara positif di madrasah maupun masyarakat.
Kegiatan ini turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui penguatan keterampilan hidup, pembentukan karakter, dan pengembangan potensi peserta didik. Pembelajaran melalui pengalaman langsung menjadi salah satu upaya untuk melengkapi proses pendidikan di ruang kelas.
Melalui kolaborasi MTs Salafiyah Kota Cirebon dan mahasiswa PLP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, LDKS diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan perkemahan semata, tetapi menjadi pengalaman yang menumbuhkan kedisiplinan, kemandirian, dan integritas. Dari proses tersebut, siswa didorong untuk mulai memimpin dirinya sendiri sekaligus belajar memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya.


