UIN Siber Cirebon (Majalengka) – Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut mendukung upaya membangun budaya peduli lingkungan melalui gerakan pengumpulan sampah plastik di bank sampah SMAN 1 Sukahaji pada Senin, 28 September 2026. Kegiatan ini mendorong warga sekolah untuk membiasakan diri mengumpulkan botol dan gelas plastik bekas air mineral pada tempat yang telah disediakan sebagai langkah sederhana menjaga kebersihan lingkungan.
Gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran bahwa sampah yang dihasilkan setiap hari perlu dikelola secara bertanggung jawab. Melalui pemanfaatan bank sampah sekolah, botol dan gelas plastik bekas tidak langsung dibuang sembarangan, tetapi dikumpulkan agar dapat dikelola lebih lanjut.
Keterlibatan mahasiswa PLP UIN Siber Cirebon dalam kegiatan peduli lingkungan ini juga memperkuat peran mahasiswa dalam mendukung pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Bangun Kebiasaan Memilah Sampah dari Lingkungan Sekolah
Kegiatan pengumpulan sampah plastik di SMAN 1 Sukahaji dilaksanakan dengan memanfaatkan fasilitas bank sampah yang tersedia di lingkungan sekolah. Warga sekolah diarahkan untuk mengumpulkan botol dan gelas plastik bekas air mineral pada tempat yang telah ditentukan sehingga sampah lebih terorganisasi dan tidak mencemari lingkungan sekolah.
Kebiasaan sederhana ini memiliki peran penting dalam membangun kedisiplinan dan tanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan. Ketika warga sekolah terbiasa mengumpulkan sampah pada tempatnya, upaya menjaga kebersihan tidak hanya bergantung pada petugas kebersihan, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.
Melalui gerakan tersebut, mahasiswa PLP UIN Siber Cirebon turut mendukung pembiasaan perilaku peduli lingkungan di kalangan warga sekolah. Pengelolaan sampah melalui bank sampah juga memberikan pemahaman bahwa sampah plastik perlu mendapat penanganan yang tepat agar tidak menambah beban pencemaran lingkungan.
Wujudkan Sekolah Lebih Bersih dan Dukung SDGs 12
Gerakan pengumpulan sampah plastik ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, terutama melalui pembiasaan pengelolaan sampah dan peningkatan kesadaran terhadap dampak sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari.
Pengumpulan botol dan gelas plastik bekas air mineral pada bank sampah menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih teratur. Dengan membiasakan pemilahan dan pengumpulan sampah, warga sekolah dapat belajar bertanggung jawab atas sampah masing-masing sekaligus mendukung upaya pengurangan sampah yang dibuang sembarangan.
Kegiatan ini juga berkaitan dengan SDGs 13: Penanganan Perubahan Iklim, dalam konteks pembentukan kesadaran lingkungan dan perilaku yang lebih bertanggung jawab terhadap sumber daya. Meski kegiatan ini berfokus pada pengumpulan sampah plastik, pembiasaan pengelolaan sampah dapat menjadi pintu masuk bagi pengembangan perilaku ramah lingkungan yang lebih luas.
Selain itu, upaya menjaga kebersihan lingkungan sekolah mendukung SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya pendidikan yang menumbuhkan pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan positif terkait pembangunan berkelanjutan. Lingkungan sekolah menjadi ruang belajar nyata bagi peserta didik untuk menerapkan kepedulian lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Perkuat Peran Mahasiswa PLP dalam Pendidikan Berbasis Kepedulian Lingkungan
Keterlibatan mahasiswa PLP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dalam gerakan bank sampah di SMAN 1 Sukahaji menunjukkan bahwa pengalaman praktik lapangan dapat menjadi ruang untuk mendukung pembentukan karakter peserta didik di luar kegiatan pembelajaran di kelas.
Melalui kegiatan peduli lingkungan, mahasiswa turut mengambil bagian dalam upaya menumbuhkan kesadaran mengenai kebersihan, kedisiplinan, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Nilai-nilai tersebut penting untuk dibangun sejak di bangku sekolah agar menjadi kebiasaan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Gerakan ini juga menegaskan bahwa perubahan lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Mengumpulkan botol dan gelas plastik bekas pada tempat yang telah disediakan merupakan langkah kecil, tetapi dapat membantu membangun budaya sekolah yang lebih bersih dan tertib.
Ke depan, pembiasaan pengelolaan sampah melalui bank sampah diharapkan terus dikembangkan dengan melibatkan seluruh warga sekolah. Konsistensi dalam mengumpulkan, memilah, dan mengelola sampah menjadi kunci agar gerakan peduli lingkungan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi berkembang menjadi bagian dari budaya sekolah.
Melalui kontribusi tersebut, mahasiswa PLP UIN Siber Cirebon turut mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih bersih sekaligus mendorong tumbuhnya generasi yang peduli, disiplin, dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.


