UIN Siber Cirebon (Indramayu) – Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berkontribusi dalam penguatan karakter peserta didik melalui peran sebagai pembina upacara bendera di SMP Negeri 2 Sliyeg, Kabupaten Indramayu. Kegiatan yang berlangsung pada 28 September, 5 Oktober, dan 12 Oktober 2026 ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menyampaikan pesan edukatif tentang kedisiplinan, motivasi belajar, etika pergaulan, serta kebijaksanaan dalam menyikapi nasihat dan informasi.
Melalui amanat yang disampaikan secara bergantian, mahasiswa PLP berupaya menghadirkan pembelajaran bermakna di luar ruang kelas. Pesan-pesan yang disampaikan disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari siswa agar nilai-nilai positif dapat diterapkan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam pergaulan sosial.
Keterlibatan ini sekaligus menjadi bagian dari pengalaman praktik mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan penyampaian materi edukatif sebagai bekal menjadi calon pendidik.
Tanamkan Kedisiplinan dan Karakter Positif kepada Siswa
Pada Senin, 28 September 2026, mahasiswa PLP UIN Siber Cirebon dari Jurusan Tadris Bahasa Indonesia, Elysa Muarifatul Janah, mendapat kesempatan menjadi pembina upacara pertama. Dalam amanatnya, Elysa mengangkat tiga pesan utama, yaitu pentingnya kedisiplinan, menghormati guru dan menyayangi teman, serta bijak dalam menggunakan media sosial.
Elysa mengajak siswa membangun kedisiplinan melalui kebiasaan sederhana, seperti datang tepat waktu, menaati tata tertib, mengikuti pembelajaran dengan tertib, dan menjalankan kewajiban sebagai pelajar secara bertanggung jawab. Menurut pesan yang disampaikannya, kedisiplinan bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan, melainkan kesadaran untuk melakukan hal yang benar meskipun tidak sedang diawasi.
Ia juga menekankan pentingnya menghormati guru yang berperan membimbing dan mendidik, sekaligus membangun hubungan pertemanan yang dilandasi kepedulian dan sikap saling menghargai.
Sebagai penguat pesannya, Elysa menyampaikan, “Apa yang kalian lakukan hari ini akan menentukan siapa kalian di masa depan.”
Selain itu, siswa diingatkan agar bijak bermedia sosial dengan memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya serta menghindari unggahan atau komentar yang dapat menyakiti orang lain. Dengan sikap tersebut, media sosial diharapkan menjadi sarana belajar dan membangun hubungan positif.
Bangun Semangat Belajar dan Tinggalkan Kebiasaan Bolos

Pesan edukatif berlanjut pada Senin, 5 Oktober 2026, melalui amanat yang disampaikan mahasiswa PLP dari Jurusan Tadris IPS, Lusiani. Ia mengangkat tema motivasi belajar dan pentingnya menghargai waktu dengan tidak membiasakan diri bolos saat pembelajaran berlangsung.
Lusiani mengajak siswa membangun semangat belajar melalui kebiasaan positif, seperti hadir tepat waktu, memperhatikan penjelasan guru, aktif bertanya ketika belum memahami materi, menyelesaikan tugas, serta terus berusaha memperbaiki hasil belajar.
Ia juga mengingatkan bahwa kebiasaan meninggalkan kelas dapat membuat siswa tertinggal materi dan menghambat proses belajar. Karena itu, siswa perlu memandang kegiatan belajar bukan sekadar kewajiban sekolah, melainkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan meraih cita-cita.
Dalam amanatnya, Lusiani turut menyampaikan kutipan yang dinisbatkan kepada Albert Einstein: “Jangan beranggapan bahwa belajar itu sebuah tugas atau beban, tetapi anggaplah belajar sebagai kesempatan berharga untuk mempelajari sesuatu.”
Pesan tersebut mengajak siswa mengubah cara pandang terhadap belajar. Keberhasilan tidak terbentuk secara instan, tetapi tumbuh melalui kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten. Disiplin menggunakan waktu, berani mencoba, tidak menunda pekerjaan, dan pantang menyerah merupakan langkah sederhana yang dapat membantu siswa berkembang.
Ajak Siswa Bijaksana Menilai Nasihat dan Menghargai Pendapat
Pada Senin, 12 Oktober 2026, giliran mahasiswa PLP dari Jurusan Manajemen Pendidikan Islam, Roan Adi Nata, menjadi pembina upacara. Ia mengangkat pesan moral melalui pepatah Arab, “Undzur ma qoola wala tandzur man qoola,” yang secara umum bermakna, “Perhatikan apa yang dikatakan, bukan siapa yang mengatakannya.”
Pepatah tersebut mengajarkan bahwa suatu nasihat perlu dinilai berdasarkan isi, kebenaran, dan manfaatnya, bukan semata-mata berdasarkan siapa yang menyampaikan. Siswa diajak untuk terbuka terhadap nasihat yang membangun dari guru, orang tua, maupun teman sebaya, selama pesan tersebut mengandung kebaikan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Roan juga mendorong siswa agar tidak mudah menghakimi orang lain berdasarkan latar belakang atau perbedaan pandangan. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan dan belajar memahami sudut pandang yang berbeda.
Pesan ini relevan dengan pembentukan karakter siswa yang kritis, rendah hati, dan berpikiran terbuka. Siswa juga diingatkan untuk tetap memeriksa kebenaran informasi sebelum menerimanya, sehingga mampu mengambil keputusan secara lebih bijaksana.
Perkuat Peran Mahasiswa PLP sebagai Calon Pendidik

Rangkaian kegiatan pembina upacara di SMP Negeri 2 Sliyeg menunjukkan bahwa kontribusi mahasiswa PLP tidak terbatas pada praktik pembelajaran di dalam kelas. Mahasiswa juga dapat mengambil peran dalam mendukung pembentukan karakter melalui pesan moral, motivasi, dan penguatan nilai-nilai kehidupan.
Pengalaman menjadi pembina upacara memberi kesempatan kepada Elysa Muarifatul Janah, Lusiani, dan Roan Adi Nata untuk mengembangkan kemampuan berbicara di depan umum, menyusun materi edukatif, serta menyampaikan pesan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Ketiga amanat yang disampaikan saling melengkapi. Kedisiplinan dan etika pergaulan menjadi dasar terciptanya lingkungan sekolah yang tertib dan saling menghormati. Motivasi belajar mendorong siswa memanfaatkan waktu pendidikan secara optimal, sedangkan kebijaksanaan dalam menerima nasihat membantu membentuk sikap kritis dan terbuka terhadap pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa PLP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut mendukung upaya sekolah dalam membentuk peserta didik yang disiplin, bertanggung jawab, bersemangat dalam belajar, dan mampu menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Kontribusi tersebut menjadi bagian dari pengalaman pembelajaran lapangan yang mempertemukan teori pendidikan dengan praktik nyata. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman sebagai calon pendidik, tetapi juga turut mengambil bagian dalam membangun lingkungan pendidikan yang mendukung perkembangan karakter dan potensi siswa.
SDGs yang relevan
- SDG 4 – Pendidikan Berkualitas: Mendukung pembelajaran dan pembentukan karakter melalui penguatan kedisiplinan, motivasi, dan keterampilan sosial siswa.
-
SDG 16 – Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh: Berkaitan dengan pengembangan sikap bertanggung jawab, penghargaan terhadap orang lain, dan kebijaksanaan dalam menerima informasi.


