UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Program Studi Sejarah Peradaban Islam, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, memperoleh pengalaman langsung dalam kegiatan penelitian dan pelestarian sumber sejarah di Museum Keraton Kasepuhan Cirebon, Kamis (3/9/2026). Mahasiswa terlibat dalam pendampingan kunjungan peneliti dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dan National Archives of the Netherlands (NAN), sekaligus membantu perawatan naskah koleksi museum.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran lapangan yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan praktik pengelolaan warisan sejarah dan budaya. Melalui keterlibatan tersebut, mahasiswa berkesempatan memahami pemanfaatan naskah sebagai sumber informasi sejarah serta pentingnya menjaga koleksi agar tetap terpelihara.
Dampingi Peneliti dari Indonesia dan Belanda
Dalam kegiatan di Museum Keraton Kasepuhan, mahasiswa PPL turut mendampingi Mr. Johan van Langen, perwakilan National Archives of the Netherlands (NAN), selama kunjungan berlangsung. Kehadiran peneliti dan perwakilan lembaga kearsipan tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan penelitian sejarah dan pengelolaan arsip secara langsung.
Mahasiswa membantu proses pendampingan pengunjung sesuai dengan arahan pihak Keraton. Mereka juga mengamati proses pencarian informasi melalui koleksi yang tersedia di museum. Pengalaman ini memperkenalkan mahasiswa pada peran naskah dan arsip dalam mendukung penelitian, dokumentasi, serta penelusuran informasi mengenai sejarah dan kebudayaan masa lalu.
Interaksi dengan pengunjung dari latar belakang kelembagaan dan kebangsaan yang berbeda turut memberikan pengalaman dalam berkomunikasi, menjalankan tanggung jawab, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja profesional.
Merawat Naskah, Menjaga Warisan Dokumenter
Selain mendampingi pengunjung, mahasiswa PPL turut membantu kegiatan pembersihan naskah koleksi Museum Keraton Kasepuhan. Aktivitas ini memberikan pemahaman bahwa pelestarian sejarah tidak hanya berlangsung melalui penelitian dan dokumentasi, tetapi juga melalui perawatan fisik koleksi.
Naskah kuno menyimpan informasi yang bernilai bagi kajian sejarah dan kebudayaan. Karena itu, penanganannya membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian agar kondisi koleksi tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian pada masa mendatang.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa belajar memahami tanggung jawab dalam menjaga warisan dokumenter. Mereka juga memperoleh gambaran mengenai keterkaitan antara pengelolaan koleksi, pencarian data, dan pemanfaatan sumber sejarah untuk memperluas pengetahuan masyarakat.
Pamong Keraton Dorong Kedisiplinan Mahasiswa
Pelaksanaan kegiatan PPL di lingkungan Keraton Kasepuhan turut didampingi oleh Pamong Keraton, Raden Nanung Suradi. Ia meninjau aktivitas mahasiswa dan memberikan arahan terkait pelaksanaan tugas, termasuk dukungan terhadap kegiatan pelayanan pengunjung dan pencarian data dari koleksi naskah museum.
Raden Nanung berharap mahasiswa dapat menunjukkan kedisiplinan dan berkontribusi terhadap kebutuhan kegiatan di lingkungan Keraton.
“Diharapkan anak-anak PPL bisa disiplin dan membantu kami, terutama saat proses pencarian data dari naskah-naskah yang ada di museum. Anak-anak PPL lumayan sigap, mereka bisa langsung bergerak cepat ketika dibutuhkan,” tutur Raden Nanung.
Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran lapangan. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman menjalankan tugas, tetapi juga belajar memahami kebutuhan kerja, mengikuti arahan, serta menjaga tanggung jawab ketika berhadapan dengan koleksi yang memiliki nilai sejarah.
Perkuat Kompetensi Sejarah melalui Pembelajaran Lapangan
Keterlibatan dalam pendampingan peneliti dan perawatan naskah memperluas pengalaman mahasiswa di luar ruang perkuliahan. Mahasiswa dapat mengembangkan ketelitian, kedisiplinan, komunikasi, kerja sama, serta pemahaman mengenai pemanfaatan sumber sejarah dan arsip.
Pengalaman ini juga menunjukkan pentingnya hubungan antara perguruan tinggi, lembaga kearsipan, dan pengelola situs warisan budaya dalam mendukung pembelajaran sejarah. Interaksi dengan para peneliti membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal praktik penelitian dan memahami nilai koleksi sejarah sebagai sumber pengetahuan.
Kegiatan tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-4, Pendidikan Berkualitas, melalui pembelajaran kontekstual yang memperkuat keterampilan dan pengetahuan mahasiswa. Pengalaman di Keraton Kasepuhan diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa PPL Program Studi Sejarah Peradaban Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon untuk mengembangkan kompetensi akademik dan profesional, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian sejarah dan budaya.


