UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, turut berkontribusi dalam pelaksanaan Bimbingan Perkawinan bagi Calon Pengantin di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Harjamukti, Selasa, 8 September 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB ini memberikan pembekalan kepada calon pengantin mengenai kesiapan menjalani kehidupan rumah tangga, mulai dari aspek keagamaan, kesehatan, hingga kehidupan sosial dan keluarga.
Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Drs. H. Muzaki, M.Ag., mahasiswa PPL mengikuti rangkaian kegiatan sekaligus membantu kebutuhan administrasi dan teknis pelaksanaan. Keterlibatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan keterampilan bimbingan dan penyuluhan secara langsung di lingkungan masyarakat.
Kegiatan tersebut melibatkan KUA Kecamatan Harjamukti bersama sejumlah pihak terkait, termasuk Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), Puskesmas, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB), serta Rumah Ningrat. Kolaborasi ini menghadirkan pembekalan dari berbagai bidang agar calon pengantin memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh sebelum memasuki kehidupan pernikahan.
Perkuat Fondasi Keluarga melalui Pembekalan Keagamaan dan Keluarga Sakinah
Dalam rangkaian bimbingan, Nasuka, S.Ag., M.Esy., selaku Penyuluh KUA Kecamatan Harjamukti, menyampaikan materi Fiqih Thaharah. Materi ini memberikan pemahaman mengenai kebersihan dan kesucian dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari penerapan nilai-nilai keagamaan.
Sementara itu, Asyhuri, S.Pd., selaku Penyuluh KUA Kecamatan Harjamukti, menyampaikan materi Keluarga Sakinah. Pembekalan ini mengarahkan calon pengantin untuk memahami pentingnya membangun kehidupan keluarga yang harmonis dan bertanggung jawab.
Kesiapan menikah tidak hanya berkaitan dengan persiapan acara atau pemenuhan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mencakup pemahaman nilai-nilai agama, kesiapan menjalankan peran dalam keluarga, serta kemampuan membangun hubungan yang sehat dan saling menghargai.
Melalui materi tersebut, calon pengantin memperoleh bekal awal untuk memahami tanggung jawab kehidupan berumah tangga. Pembekalan ini diharapkan membantu pasangan mempersiapkan diri dalam membangun keluarga yang harmonis, saling mendukung, dan berlandaskan nilai-nilai kebaikan.
Kolaborasi Lintas Instansi Dukung Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga
Selain pembekalan keagamaan, kegiatan Bimbingan Perkawinan menghadirkan informasi dan edukasi dari berbagai instansi sesuai bidang masing-masing. Keterlibatan KPA, Puskesmas, BKKBN, DP3APPKB, dan Rumah Ningrat memperluas cakupan pembekalan agar calon pengantin dapat memahami berbagai aspek yang berkaitan dengan kehidupan keluarga.

Pendekatan lintas sektor ini penting karena kesiapan membangun rumah tangga berkaitan dengan banyak dimensi, termasuk kesehatan, kesejahteraan keluarga, serta perlindungan perempuan dan anak. Melalui informasi dari berbagai pihak, calon pengantin memperoleh kesempatan untuk mengenali hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum menjalani kehidupan bersama.
Upaya tersebut selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui edukasi kesehatan sebagai bagian dari persiapan kehidupan keluarga. Kegiatan ini juga relevan dengan SDGs 5: Kesetaraan Gender, terutama dalam konteks edukasi mengenai perlindungan perempuan dan anak serta pentingnya membangun hubungan keluarga yang saling menghargai dan bertanggung jawab.
Selain itu, pembekalan mengenai perencanaan dan kesejahteraan keluarga turut berkaitan dengan SDGs 3, SDGs 5, dan SDGs 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui penguatan kesadaran akan tanggung jawab keluarga dan pentingnya lingkungan yang aman bagi setiap anggotanya.
Mahasiswa PPL UIN Siber Cirebon Terapkan Kompetensi Bimbingan di Masyarakat
Keterlibatan mahasiswa PPL Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menjadi bagian dari proses pembelajaran berbasis pengalaman. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mengikuti rangkaian bimbingan serta membantu administrasi dan kebutuhan teknis agar pelaksanaan kegiatan berjalan tertib.
Mahasiswa yang terlibat meliputi Putri Marsya Aurelia, Meilisa Cahyaningrum, Niswah Sabiqoh, Yola Amaliyani, Hasna Sayyidah Yusuf, Birru Zetta Olivia, Alifia Rahmadani, Rizka Chaerun Nisa, dan Nasywa Fitriandani.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala KUA Kecamatan Harjamukti, Hj. Kholisoh, S.Ag., bersama para penyuluh dan staf KUA. Ade Iis Kusmayanti, S.Psi., staf KUA Kecamatan Harjamukti, turut menjalankan peran sebagai pembawa acara.
Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut memberikan pemahaman mengenai pelaksanaan layanan bimbingan dan penyuluhan di tengah masyarakat. Mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan koordinasi, komunikasi, administrasi, serta pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat dalam memperoleh layanan edukasi.
Pengalaman ini sejalan dengan SDGs 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam pengembangan kompetensi melalui pembelajaran langsung dan pengalaman praktik. Melalui kegiatan PPL, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep bimbingan dan konseling secara akademik, tetapi juga mengenal penerapannya dalam kegiatan pelayanan masyarakat.
Wujudkan Sinergi Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat
Bimbingan Perkawinan di KUA Kecamatan Harjamukti memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara lembaga keagamaan, instansi pelayanan publik, dan perguruan tinggi dalam mendukung kesiapan calon pengantin. Setiap pihak berkontribusi sesuai peran dan bidangnya untuk memberikan pembekalan yang relevan bagi kehidupan keluarga.
Mahasiswa PPL UIN Siber Cirebon turut menjadi bagian dari kolaborasi tersebut melalui dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan dan pengembangan pengalaman profesional. Partisipasi ini memperkuat hubungan antara proses pendidikan di perguruan tinggi dan kebutuhan nyata masyarakat.
Melalui kegiatan ini, calon pengantin memperoleh pembekalan yang mencakup aspek keagamaan, kesehatan, dan kehidupan keluarga, sedangkan mahasiswa mendapatkan pengalaman dalam mendukung layanan bimbingan di lingkungan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat edukasi pranikah sekaligus mendorong terbentuknya keluarga yang sehat, harmonis, dan bertanggung jawab.


