UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) KUA Kecamatan Beber UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut berpartisipasi dalam kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMK Pelayaran Buana Bahari Cirebon, Kamis (24/9/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–11.30 WIB tersebut menjadi ruang edukasi bagi siswa kelas XI untuk memahami perkembangan remaja, tanggung jawab sesuai tahapan usia, serta pentingnya mempersiapkan masa depan.
Kegiatan BRUS diikuti oleh siswa kelas XI, guru, para penyuluh KUA Kecamatan Beber, serta mahasiswa PPL. Keterlibatan mahasiswa UIN Siber Cirebon dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengalaman pembelajaran lapangan untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat.
KUA Hadir Berikan Bimbingan kepada Remaja
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan Kepala KUA Kecamatan Beber, Ade Iska Sukmana, S.HI. Ia menyampaikan bahwa BRUS menjadi salah satu bentuk kehadiran KUA dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk kalangan remaja di lingkungan sekolah.
Menurutnya, peran KUA tidak terbatas pada pelayanan administrasi pernikahan. Para penyuluh juga memiliki ruang untuk memberikan bimbingan sesuai kebutuhan masyarakat, termasuk memberikan pendampingan dan edukasi kepada remaja.
“KUA itu bukan hanya mengurusi pernikahan. Ada banyak permasalahan di masyarakat yang juga menjadi bagian dari perhatian dan tugas para penyuluh. Salah satunya adalah memberikan bimbingan kepada para remaja di sekolah seperti kegiatan BRUS ini,” ujar Ade Iska Sukmana.
Ia juga menekankan pentingnya memberikan bekal kepada remaja sejak usia sekolah agar mereka memiliki pemahaman dan arah yang lebih baik dalam mempersiapkan masa depan.
“Anak-anak di usia sekolah perlu mendapatkan bekal dan arahan. Karena itu, penyuluh tidak hanya menunggu masyarakat datang ke KUA, tetapi juga dapat hadir langsung di tengah masyarakat dan sekolah untuk memberikan bimbingan sesuai dengan kebutuhan,” tambahnya.
Mahasiswa PPL Belajar dari Praktik Penyuluhan
Memasuki kegiatan inti, para penyuluh KUA Kecamatan Beber menyampaikan materi mengenai pengertian remaja, batasan usia, serta tugas-tugas perkembangan yang perlu dipahami. Materi juga membahas berbagai perubahan yang dialami remaja, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial.
Para siswa diajak memahami pentingnya mengenali potensi diri, membangun hubungan sosial yang sehat, mengelola emosi, serta belajar mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Pendidikan dan pengembangan keterampilan juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan masa depan.
Bagi mahasiswa PPL UIN Siber Cirebon, materi tersebut memiliki keterkaitan dengan pembelajaran yang diperoleh selama perkuliahan. Himmatul Aulia, Imelda Ayuningsih, dan Siti Nurrohmah bersama mahasiswa PPL lainnya berkesempatan mengamati secara langsung proses penyampaian materi serta interaksi penyuluh dengan peserta didik.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai bagaimana pengetahuan akademik dapat diterapkan dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan di tengah masyarakat.
Edukasi tentang Dampak Pernikahan Dini
Selain perkembangan remaja, kegiatan BRUS juga membahas isu pernikahan dini. Para penyuluh memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menghindari pernikahan pada usia anak serta mempertimbangkan kesiapan sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.
Pembahasan diarahkan agar siswa memahami bahwa masa remaja merupakan periode untuk membangun kapasitas diri melalui pendidikan, pengembangan keterampilan, serta penguatan kemampuan dalam mengambil keputusan.
Pesan tersebut sejalan dengan tujuan BRUS sebagai sarana memberikan bekal kepada remaja agar mampu menjalani tahapan perkembangannya secara lebih terarah.
“Remaja bukan hanya tentang bertumbuh dewasa, tetapi juga tentang belajar mengenali diri, menentukan arah, dan mempersiapkan masa depan. Karena masa depan yang baik dimulai dari keputusan yang bijak hari ini.”
PPL UIN Siber Cirebon Perkuat Pengalaman Pembelajaran Lapangan

Keikutsertaan mahasiswa PPL dalam kegiatan BRUS menjadi bagian dari proses pembelajaran di luar ruang kelas. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman berinteraksi dengan masyarakat, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana proses edukasi dan penyuluhan dirancang sesuai dengan kebutuhan remaja.
Kegiatan ini sekaligus mempertemukan unsur akademik dengan praktik pelayanan masyarakat. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon diharapkan semakin memahami pentingnya komunikasi, pendampingan, dan edukasi dalam membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan sosial.
BRUS di SMK Pelayaran Buana Bahari Cirebon pun menjadi salah satu ruang kolaborasi yang memberikan manfaat bagi siswa, penyuluh, sekolah, maupun mahasiswa PPL. Bagi siswa, kegiatan ini menghadirkan bekal pengetahuan mengenai perkembangan diri dan masa depan. Sementara bagi mahasiswa, kegiatan tersebut menjadi pengalaman nyata dalam menerapkan pembelajaran dan memahami praktik penyuluhan di lapangan.
Kaitan dengan SDGs
Kegiatan BRUS memiliki keterkaitan dengan SDG 3: Good Health and Well-being melalui edukasi yang mendukung kesejahteraan dan kesiapan remaja dalam menghadapi fase perkembangannya. Kegiatan ini juga mendukung SDG 4: Quality Education karena memberikan pembelajaran nonformal yang memperkuat pengetahuan, keterampilan mengambil keputusan, dan pendidikan karakter bagi peserta didik.
Selain itu, edukasi mengenai kesiapan dan konsekuensi pernikahan dini turut berkaitan dengan SDG 5: Gender Equality, khususnya dalam mendorong remaja memiliki kesempatan untuk berkembang, memperoleh pendidikan, dan mempersiapkan masa depan secara bertanggung jawab.


