UIN Siber Cirebon — Perubahan dinamika ekonomi global dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa stabilitas sistem keuangan menjadi salah satu fondasi utama bagi ketahanan ekonomi suatu negara. Krisis akibat pandemi Covid-19, konflik geopolitik seperti perang Rusia dan Ukraina, serta berbagai tekanan ekonomi global lainnya telah memberikan pelajaran penting tentang bagaimana sektor keuangan harus dikelola secara hati-hati, terkoordinasi, dan adaptif.
Dalam konteks tersebut, penyelenggaraan Diseminasi Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan yang dilaksanakan melalui kerja sama antara Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menjadi momentum akademik yang sangat penting. Forum ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan ruang strategis untuk mempertemukan dunia akademik dengan para pemangku kebijakan sektor keuangan nasional.
Kehadiran para narasumber dari berbagai lembaga negara seperti Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan memberikan perspektif yang sangat berharga bagi civitas akademika, khususnya mahasiswa. Mereka tidak hanya mempelajari teori ekonomi dan keuangan di ruang kelas, tetapi juga memahami bagaimana kebijakan ekonomi dirumuskan dan diimplementasikan dalam praktik.
Dalam kegiatan ini, para peserta memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai asesmen stabilitas sistem keuangan Indonesia, berbagai indikator yang digunakan untuk memantau ketahanan sektor keuangan, serta bagaimana koordinasi antar lembaga negara dilakukan dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Diskusi yang berlangsung dalam dua sesi utama juga memperlihatkan bahwa stabilitas sistem keuangan bukan hanya tanggung jawab satu lembaga, melainkan hasil kerja bersama berbagai otoritas keuangan yang tergabung dalam Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Bagi kami di FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, kegiatan ini memiliki makna yang sangat strategis. Sebagai lembaga pendidikan tinggi yang fokus pada pengembangan ilmu ekonomi dan bisnis berbasis nilai-nilai keislaman, kami memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan literasi ekonomi dan kebijakan publik di kalangan mahasiswa.
Mahasiswa tidak hanya perlu memahami konsep ekonomi, tetapi juga harus mampu membaca perkembangan kebijakan ekonomi global, memahami risiko sistem keuangan, serta mengembangkan cara berpikir kritis terhadap berbagai dinamika ekonomi yang terjadi.
Forum diseminasi seperti ini juga membuka ruang dialog yang sehat antara akademisi dan praktisi kebijakan. Mahasiswa dapat langsung berdiskusi dengan para ahli yang terlibat dalam perumusan kebijakan sektor keuangan, sehingga wawasan mereka menjadi lebih luas dan kontekstual.
Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara dunia akademik dan lembaga-lembaga keuangan negara. Kolaborasi semacam ini sangat penting untuk memastikan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan di perguruan tinggi tetap relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional.
Ke depan, kami berharap kerja sama antara Sekretariat KSSK dan FEBI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dapat terus berkembang dalam berbagai bentuk kegiatan akademik lainnya, seperti seminar, penelitian bersama, maupun pengembangan literasi keuangan bagi masyarakat.
Pada akhirnya, penguatan literasi kebijakan ekonomi di lingkungan kampus merupakan bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung stabilitas sistem keuangan Indonesia. Dengan pemahaman yang baik mengenai dinamika ekonomi dan kebijakan sektor keuangan, generasi muda diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan.
Stabilitas sistem keuangan bukan hanya urusan para pembuat kebijakan, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa—termasuk dunia akademik—untuk terus menjaga ketahanan ekonomi nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.
Oleh: Dr. H. Didi Sukardi, S.H., M.H.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI)


