UIN Siber Cirebon — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Hay’atu Tahfidzil Qur’an (HTQ) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Pelantikan, Serah Terima Jabatan (Sertijab), Launching Kabinet, Upgrading, dan Rapat Kerja Pengurus Periode 2026 yang berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat, 13–14 Februari 2026. Mengusung tema “Meneguhkan Amanah, Menguatkan Sinergi, dan Mewujudkan Organisasi yang Progresif,” kegiatan ini dilaksanakan pada hari pertama di Ruang Auditorium FDKI Lantai 4 dan dilanjutkan hari kedua di Aula Ma’had Qodim.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pembina UKM HTQ Muhadditsir Rifa’i, M.Pd.I., Ketua Umum SEMA UIN SSC Ade Suryana, Wakil Ketua Umum DEMA UIN SSC Ahmad Faizin Muzaqi, perwakilan UKM/UKK, demisioner, serta Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO).
Fakhri Nabil Aban Resmi Pimpin Kabinet Al-Mufid

Prosesi pelantikan dan serah terima jabatan menjadi momentum penting sebagai simbol keberlanjutan kepemimpinan organisasi. Dalam kesempatan tersebut, Fakhri Nabil Aban resmi dilantik sebagai Ketua Umum UKM HTQ Periode 2026.
Dalam sambutannya, Fakhri menegaskan bahwa amanah kepemimpinan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh pengurus.
“Kabinet Al-Mufid hadir sebagai simbol pembaruan semangat dan komitmen. Kami ingin membangun HTQ yang solid secara internal, kuat dalam sinergi, serta progresif dalam program,” ujarnya.
Pada momen yang sama, UKM HTQ juga secara resmi meluncurkan nama kabinet baru, Kabinet Al-Mufid, serta memperkenalkan maskot perdana HTQ bernama NAFI sebagai identitas baru organisasi. Peluncuran ini menjadi representasi transformasi HTQ menuju organisasi yang lebih modern, kreatif, dan inspiratif.
Penguatan Kapasitas dan Transformasi Organisasi
Rangkaian kegiatan hari pertama dilanjutkan dengan sesi upgrading pengurus yang menghadirkan para alumni HTQ sebagai pemateri. Materi administrasi organisasi disampaikan oleh Jasmine Nur ‘Aini Qolbiyah, sementara pembekalan kepemimpinan dan penguatan organisasi disampaikan oleh Selamet Abdussalam dan Arief Nurrochman.
Dalam sesi tersebut ditegaskan bahwa HTQ perlu bertransformasi menjadi organisasi yang adaptif di era digital, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar keislaman dan semangat tahfidzul Qur’an.
“Organisasi mahasiswa harus mampu membaca perubahan zaman dan menyesuaikan diri dengan tantangan digital, namun tetap menjaga integritas dan visi keumatan,” disampaikan dalam sesi pembekalan.
Rapat Kerja dan Pemantapan Program 2026

Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada Rapat Kerja Pengurus UKM HTQ Periode 2026. Forum ini menjadi wadah strategis untuk menyusun, membahas, dan memantapkan program kerja selama satu periode ke depan.
Pembahasan meliputi penguatan program tahfidz, sistem kaderisasi, peningkatan kualitas pembinaan, serta perluasan kolaborasi dengan berbagai elemen kampus. Rapat kerja ini sekaligus menjadi komitmen bersama untuk menjalankan program secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.
Melalui rangkaian kegiatan selama dua hari tersebut, UKM HTQ UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan tekadnya untuk meneguhkan amanah, memperkuat sinergi, dan mewujudkan organisasi yang progresif.
Dengan kepemimpinan baru di bawah Kabinet Al-Mufid dan semangat NAFI sebagai maskot perdana, HTQ optimistis dapat menghadirkan kontribusi nyata bagi sivitas akademika serta memperkuat peran organisasi dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di lingkungan kampus.


