UIN Siber Cirebon — Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon melaksanakan Full Asesmen Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pada Minggu (11/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Siber UIN SSC ini menjadi tahapan strategis awal menuju perolehan lisensi resmi LSP dari BNSP.
Full Asesmen ini dihadiri oleh Ade Syaekudin selaku Ketua Tim Asesmen BNSP dan Aziz Afandi B. sebagai anggota tim asesmen. Turut hadir jajaran pimpinan UIN SSC, pengelola LSP UIN SSC, serta para Asesor Kompetensi yang telah disiapkan oleh universitas.
Kegiatan diawali dengan sambutan Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., yang juga bertindak sebagai Dewan Pengarah LSP UIN SSC. Dalam sambutannya, Rektor menegaskan komitmen penuh institusi terhadap pendirian dan pengembangan LSP sebagai bagian dari transformasi kelembagaan dan penguatan daya saing lulusan.
“UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menargetkan pada awal tahun 2026 telah memiliki LSP yang berlisensi BNSP. Kehadiran LSP ini sangat penting untuk membekali lulusan dengan kompetensi terstandar agar siap bersaing di Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA),” ujar Prof. Aan.
Sementara itu, Ketua Tim Asesmen BNSP, Ade Syaekudin, menjelaskan bahwa Full Asesmen merupakan tahapan krusial sebelum pelaksanaan Witness. Menurutnya, keberadaan LSP P1 di lingkungan perguruan tinggi menjadi kebutuhan mendesak untuk menjawab tantangan kompetensi lulusan di dunia kerja.
“LSP P1, P2, dan P3 bukanlah tingkatan, melainkan jenis. LSP UIN SSC sebagai LSP P1 sudah tepat fokus pada sertifikasi kompetensi mahasiswa dan sivitas akademika sesuai mandat perguruan tinggi,” jelasnya.
Ia menambahkan, penguatan tata kelola, konsistensi dokumen, serta kesiapan sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam proses menuju lisensi.
Aziz Afandi B., anggota Tim Asesmen BNSP, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa secara umum dokumen persyaratan LSP UIN SSC telah tersusun dengan baik. Meski demikian, terdapat beberapa catatan minor yang perlu disempurnakan sebagai bagian dari peningkatan kualitas kelembagaan.
“Perbaikan dokumen menjadi langkah penting sebelum penjadwalan Witness. Setelah seluruh catatan ditindaklanjuti, proses berikutnya dapat segera dilaksanakan,” ungkapnya.
Menanggapi hasil asesmen tersebut, Ketua LSP UIN SSC, Indra Gunawan, menyatakan kesiapan penuh timnya untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi dari BNSP.
“Pasca Full Asesmen ini, kami siap bekerja secara intensif untuk menyempurnakan seluruh catatan asesmen. Target kami adalah pelaksanaan Witness dalam waktu dekat hingga LSP UIN SSC memperoleh lisensi resmi BNSP,” tegasnya.
Sebagai informasi, hingga saat ini UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon telah memiliki 24 Asesor Kompetensi dengan 8 skema sertifikasi. Setelah lisensi BNSP diterbitkan, LSP UIN SSC juga merencanakan Penambahan Ruang Lingkup (PRL) skema sertifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan profil lulusan serta dinamika kompetensi di era digital.
Melalui pelaksanaan Full Asesmen ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya untuk menghadirkan LSP yang profesional, kredibel, dan berorientasi pada peningkatan mutu lulusan, sejalan dengan visi kampus sebagai Cyber Islamic University yang adaptif terhadap tuntutan zaman.


