UIN Siber Cirebon — Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN Tahun 2026 menggelar Rapat Koordinasi Panitia Nasional dan Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) PMB PTKIN 2026 pada Senin malam, 19 Januari 2026, melalui Zoom Meeting yang berlangsung pukul 19.00–21.00 WIB. Rapat koordinasi ini diikuti oleh seluruh perwakilan PTKIN se-Indonesia, termasuk tim PMB PTKIN 2026 dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon.
Rapat dibuka secara resmi oleh Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN 2026, Prof. Dr. H. Abd. Aziz, M.Pd.I., yang juga menjabat sebagai Rektor UIN Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung. Dalam sambutannya, Prof. Abd. Aziz menegaskan urgensi rapat koordinasi sebagai langkah strategis untuk memastikan seluruh tahapan PMB PTKIN 2026 berjalan optimal, terukur, dan berdampak luas.
Menurutnya, agenda PMB PTKIN 2026 bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh PTKIN yang menuntut koordinasi lintas sektor serta kolaborasi aktif dengan berbagai mitra.
“PMB PTKIN 2026 hanya dapat disukseskan melalui sinergi nasional yang kuat, komunikasi intensif, serta kerja sama semua pihak yang terlibat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Forum Rektor PTKIN, Prof. Dr. H. Masnun, M.Ag., dalam arahannya menekankan bahwa Penerimaan Mahasiswa Baru PTKIN—baik melalui Jalur SPAN-PTKIN, UM-PTKIN, maupun Jalur Mandiri—bukan sekadar agenda administratif, apalagi hanya menjadi tugas unit admisi, akademik, atau humas.
“PMB adalah denyut nadi keberlanjutan universitas, cermin kepercayaan publik, sekaligus wajah masa depan PTKIN,” ujar Prof. Masnun.
Ia menegaskan bahwa sosialisasi PMB merupakan tanggung jawab kolektif seluruh sivitas akademika. Setiap dosen, tenaga kependidikan, pimpinan unit, mahasiswa, hingga alumni memiliki peran strategis sebagai duta institusi dalam menyebarluaskan informasi PMB secara masif, terstruktur, dan berkelanjutan—baik di ruang kelas, masyarakat, media sosial, sekolah, forum keagamaan, maupun ruang publik lainnya.
“Tanpa kerja keras kolektif seluruh sivitas akademika, mustahil informasi PMB menjangkau calon mahasiswa dan orang tua sebagai pemangku kepentingan utama,” tegasnya.
Dalam sesi laporan teknis, Koordinator Pokja TIK/SSE, Harris Setiaji, memaparkan perkembangan dashboard PMB PTKIN 2026 secara rinci. Tercatat, dari 23.917 sekolah, sebanyak 7.689 sekolah telah melakukan registrasi, sementara 16.228 sekolah belum registrasi, dengan persentase capaian 32,15 persen. Ia juga menjelaskan progres input data kurikulum sebanyak 1.569, input siswa 3.411, input nilai 400, hingga tahap finalisasi sebanyak 666.
Harris turut menjelaskan ragam satuan pendidikan yang terlibat, mulai dari Madrasah Aliyah (MA), PKPPS, SPM Ulya, Pendidikan Diniyah Formal, PDF Ulya, Satuan Pendidikan Muadalah (Mu’allimin dan Salafiyah), hingga Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).
Sementara itu, Koordinator Pokja Humas PMB PTKIN, Widi Cahya Adi, melaporkan progres signifikan dalam publikasi dan glorifikasi informasi PMB PTKIN 2026. Ia menyebutkan bahwa jejaring Pokja Humas bersama para Guru Bimbingan Konseling (BK) se-Indonesia yang tergabung dalam grup WhatsApp telah melampaui 3.000 anggota.
Pada tahun 2026, Pokja Humas menghadirkan berbagai inovasi dan terobosan, di antaranya Coaching Clinic Guru BK secara daring, Webinar dan Workshop Virtual, program BISIK (Bincang Asik PMB PTKIN 2026), hingga kolaborasi masif media sosial seluruh PTKIN dengan konten khas Gen Z. Inovasi lainnya adalah ajakan masuk SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN menggunakan bahasa daerah, serta promosi keunggulan program studi, termasuk prodi istimewa dan prodi sepi peminat.
Menegaskan aspek mutu dan akuntabilitas, Koordinator Pokja Penjaminan Mutu PMB PTKIN 2026, Prof. Zulfahmi Alwi, Ph.D., menyampaikan bahwa seluruh tahapan PMB PTKIN 2026 harus dijalankan berdasarkan prinsip transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas.
“Penjaminan mutu PMB PTKIN 2026 menjadi fondasi utama untuk menjaga kredibilitas proses seleksi. Setiap tahapan, mulai dari pendaftaran, seleksi, hingga pengumuman, harus terdokumentasi dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik maupun administratif,” tegas Prof. Zulfahmi.
Ia menambahkan bahwa sistem penjaminan mutu yang kuat akan memperkuat kepercayaan publik serta memastikan bahwa PMB PTKIN benar-benar menjaring calon mahasiswa yang unggul dan berintegritas.
Rapat koordinasi nasional ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan para rektor PTKIN se-Indonesia, sebagai ruang pertukaran gagasan dan penguatan komitmen bersama dalam menyukseskan PMB PTKIN 2026.
Melalui rapat koordinasi ini, Panitia Nasional menegaskan kembali bahwa PMB PTKIN 2026 adalah gerakan nasional bersama, yang menuntut partisipasi aktif seluruh sivitas akademika demi menjaga keberlanjutan, mutu, dan daya saing Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di Indonesia.






