UIN Siber Cirebon – Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN), khususnya Koordinator Kelompok Kerja Penanggung Jawab (PJ) Humas, menggelar rapat koordinasi nasional menjelang publikasi UM-PTKIN 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom pada Kamis (2/4/2026) dan diikuti oleh seluruh PJ Humas PMB PTKIN se-Indonesia.
Pertemuan tersebut dipandu oleh Neni Kurniawati, yang mengarahkan jalannya diskusi secara dinamis dan interaktif.
Ketua Koordinator Pokja PJ Humas, Widi Cahya Adi, dalam arahannya menegaskan urgensi konsolidasi nasional ini sebagai langkah strategis dalam menyatukan persepsi dan memperkuat pola publikasi UM-PTKIN 2026 secara masif dan terarah.
“Kegiatan ini penting untuk memastikan seluruh humas PTKIN memiliki strategi yang selaras, kreatif, dan adaptif dalam menjangkau calon mahasiswa, khususnya generasi Z,” ungkapnya.
Dalam forum tersebut, disampaikan sejumlah informasi strategis terkait arah publikasi dan teknis promosi UM-PTKIN 2026. Di antaranya, penegasan penggunaan warna dasar player yang mengandung unsur hijau dan kuning sebagai identitas visual, serta pengumuman hasil seleksi SPAN-PTKIN yang dijadwalkan rilis pada Selasa, 7 April 2026 melalui laman resmi.
Selain itu, setiap PTKIN diminta mengirimkan dua delegasi sebagai Duta Kampus untuk mengikuti pelatihan, serta dua perwakilan lainnya sebagai influencer kampus guna memperkuat jangkauan promosi di media sosial. Periode pendaftaran UM-PTKIN sendiri akan berlangsung pada 13 April hingga 30 Mei 2026 dengan mengusung semangat “Persiapkan Diri Anda, Gen Z”.
Menariknya, dalam strategi publikasi terbaru, pemanfaatan second account media sosial dinilai sangat strategis dalam menjangkau audiens yang lebih luas dan lebih personal, terutama di kalangan generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, Widi Cahya Adi juga memberikan apresiasi kepada Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai salah satu PTKIN yang dinilai aktif dan responsif dalam memproduksi konten kreatif untuk mengenalkan program studi kepada masyarakat melalui media sosial lembaga.
Penguatan strategi branding juga disampaikan oleh Ketua Forum Humas (Forhumas), Zidnie Al Fikrie, yang menekankan pentingnya setiap kampus membangun identitas unik dan diferensiasi dalam publikasi.
“Setiap PTKIN memiliki kekhasan. Tugas kita adalah mengemas keunikan itu menjadi narasi yang kuat dan menarik bagi calon mahasiswa,” ujarnya.
Pertemuan ini berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dan diskusi dari peserta terkait strategi konten, penguatan digital branding, hingga optimalisasi platform media sosial dalam menjangkau Gen Z.
Melalui koordinasi ini, Panitia Nasional PMB PTKIN optimistis publikasi UM-PTKIN 2026 akan semakin masif, kreatif, dan mampu menjangkau lebih luas calon mahasiswa di seluruh Indonesia.


