UIN Siber Cirebon — Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) menggelar Rapat Koordinasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTKIN Tahun 2026 untuk jalur SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN, pada Selasa, 6 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh Koordinator Penanggung Jawab Teknologi Informasi dan Komunikasi (PJ TIK) PTKIN se-Indonesia.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon turut ambil bagian secara aktif melalui Tim PMB SPAN-PTKIN, yang terdiri atas PJ TIK, PJ Sistem Seleksi Elektronik (SSE), PJ Humas, serta Verifikator. Keikutsertaan ini menegaskan komitmen UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon sebagai kampus siber pertama di Indonesia yang siap menyukseskan pelaksanaan PMB PTKIN 2026 berbasis sistem digital.
Rapat koordinasi dipandu oleh Mega Hapsari dari UIN Tulungagung dan menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi serta memperkuat kesiapan teknis seluruh PTKIN dalam menjalankan tahapan seleksi nasional. Tahapan yang dibahas meliputi pendaftaran siswa, verifikasi nilai rapor, serta pelaksanaan ujian berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE).
Dalam sesi sosialisasi, Haris Setiaji selaku Koordinator PJ TIK memaparkan secara detail alur dan mekanisme PMB PTKIN 2026. Ia menekankan pentingnya ketepatan prosedur, konsistensi pelaksanaan, serta kesiapan infrastruktur teknologi di setiap PTKIN agar proses seleksi berjalan lancar, transparan, dan akuntabel.
“Kesuksesan PMB PTKIN 2026 sangat ditentukan oleh kesiapan teknis dan pemahaman yang sama terkait pendaftaran siswa, verifikasi nilai rapor, dan pelaksanaan ujian dengan SSE. Koordinasi nasional menjadi kunci utama,” jelasnya.
Sementara itu, Basiran, S.Ag., M.A., Kepala Admisi dan Promosi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang juga bertindak sebagai PJ TIK, menegaskan bahwa keikutsertaan UIN Siber dalam rapat koordinasi ini merupakan bagian dari tanggung jawab institusional sebagai kampus berbasis siber.
“Sebagai UIN berbasis siber, kami memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk memastikan seluruh proses PMB SPAN-PTKIN 2026 berjalan optimal. Materi sosialisasi terkait pendaftaran siswa, verifikasi nilai rapor, dan pelaksanaan ujian SSE sangat krusial untuk menjamin keadilan dan hak calon mahasiswa,” ungkap Basiran.
Ia menambahkan bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon telah menyiapkan sumber daya manusia, sistem teknologi informasi, serta koordinasi lintas unit guna mendukung kelancaran PMB PTKIN 2026. Pendekatan ini sejalan dengan visi UIN Siber sebagai kampus yang adaptif, inovatif, dan unggul dalam tata kelola pendidikan tinggi berbasis digital.
Melalui partisipasi aktif dalam rapat koordinasi nasional ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan perannya sebagai pelopor kampus siber yang siap menyukseskan PMB SPAN-PTKIN 2026 secara profesional, transparan, dan berintegritas, sekaligus mendukung transformasi digital pendidikan tinggi keagamaan Islam di Indonesia.






