UIN Siber Cirebon — Himpunan Mahasiswa Bahasa Indonesia (HIMABI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menyelenggarakan kegiatan Seminar Penguatan Nilai Agama Keluarga Besar Bahasa Indonesia (SEPENA KBBI) pada Kamis, 26 Maret 2026 di Gedung IAIN Cirebon Center (ICC).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program kerja HIMABI yang bertujuan mempererat tali silaturahmi sekaligus meneguhkan nilai-nilai moderasi beragama di kalangan mahasiswa, dosen, dan alumni Tadris Bahasa Indonesia.
Perkuat Silaturahmi dan Nilai Moderasi Beragama
SEPENA KBBI menghadirkan narasumber Roziqoh, M.Pd., dosen ISIF Cirebon sekaligus Manager Program Fahmina Institute, yang menyampaikan materi tentang pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan akademik maupun sosial.

Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa moderasi beragama merupakan fondasi penting dalam membangun sikap toleransi, inklusivitas, serta kedewasaan dalam beragama.
“Semakin mengenal diri, semakin mampu menerima yang lain. Moderasi adalah kedewasaan dalam beragama,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan penguatan nilai agama, tetapi juga pemahaman tentang pentingnya sikap moderat dalam menghadapi keberagaman.
Rangkaian Kegiatan Penuh Kebersamaan
Kegiatan SEPENA KBBI dilaksanakan melalui rangkaian acara yang sistematis, mulai dari pembukaan, sambutan, penyampaian materi, hingga penampilan bakat dari Keluarga Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Salah satu momen yang menjadi inti kegiatan adalah sesi musafahah (bersalaman), yang mencerminkan nilai silaturahmi dan kebersamaan antaranggota keluarga besar Tadris Bahasa Indonesia.

Acara kemudian ditutup dengan makan bersama sebagai simbol kekeluargaan dan kebersamaan yang semakin mempererat hubungan antargenerasi mahasiswa, dosen, dan alumni.
Bangun Kedekatan dan Solidaritas Akademik
Pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menjaga ukhuwah serta membangun kembali kedekatan antaranggota keluarga besar yang mungkin mulai renggang.

Melalui SEPENA KBBI, HIMABI berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana edukatif dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama serta memperkuat solidaritas di lingkungan akademik.
Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedewasaan sikap dalam beragama dan bermasyarakat. (Mel’s)


