UIN Siber Cirebon (Yogyakarta) — Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUA) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 sebagai langkah strategis memperkuat implementasi Perjanjian Kinerja (Perkin), akselerasi internasionalisasi, serta transformasi digital fakultas. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari sejak Minggu (08/02/2026) hingga Selasa (10/02/2026) di Hotel Grand Malioboro, Yogyakarta.
Raker menjadi forum konsolidasi penting untuk menyelaraskan program kerja fakultas dengan arah pembangunan universitas menuju kampus berdampak dan berdaya saing internasional. Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., Dekan FUA Dr. Anwar Sanusi, jajaran pimpinan fakultas, ketua dan sekretaris jurusan, serta pengelola akademik dan kemahasiswaan.
Dalam arahannya, Rektor menegaskan bahwa Raker harus menghasilkan langkah konkret. Menurutnya, setiap program fakultas harus selaras dengan visi universitas dan berorientasi pada dampak.
“Rapat Kerja harus menjadi ruang strategis untuk memastikan seluruh program berjalan terukur, berbasis kinerja, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta reputasi institusi,” ujar Prof. Aan Jaelani.
Ia juga menekankan bahwa internasionalisasi, publikasi ilmiah, dan tata kelola berbasis digital menjadi kunci peningkatan daya saing kampus. Oleh karena itu, seluruh unit kerja perlu bergerak secara adaptif dan responsif terhadap perubahan global.
Sementara itu, Dekan FUA Dr. Anwar Sanusi menegaskan bahwa Perjanjian Kinerja bukan sekadar dokumen administratif. Perkin merupakan komitmen kolektif yang harus diwujudkan dalam program nyata di tingkat fakultas, jurusan, dan program studi.
“Perjanjian Kinerja adalah fondasi pencapaian institusi. Implementasinya harus konsisten dan terukur agar mampu meningkatkan mutu akademik dan tata kelola fakultas,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong penguatan sistem pelaporan kinerja (LAKIP) di tingkat jurusan. Standarisasi pelaporan dinilai penting untuk menciptakan tata kelola yang akuntabel, terintegrasi, dan transparan. Dengan sistem yang kuat, proses evaluasi dan akreditasi dapat berjalan lebih optimal.
Selain itu, Raker FUA 2026 juga membahas percepatan internasionalisasi dan digitalisasi layanan akademik serta kemahasiswaan. Internasionalisasi diarahkan pada peningkatan publikasi ilmiah internasional dosen, penguatan jejaring global, dan pengembangan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Digitalisasi layanan akademik juga menjadi prioritas. Fakultas perlu meningkatkan literasi digital dosen dan mahasiswa agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan.
Dalam sidang komisi, para ketua dan sekretaris jurusan memaparkan kesiapan unit masing-masing dalam melaksanakan Perkin serta mengembangkan inovasi akademik. Isu-isu strategis seperti moderasi beragama, peningkatan akreditasi, dan transformasi layanan berbasis digital dibahas secara mendalam. Hasilnya dirumuskan menjadi rekomendasi program kerja dan rencana aksi Tahun 2026.
Diskusi berlangsung aktif dan produktif. Raker ini menjadi momentum konsolidasi untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan mutu akademik, dan mendorong daya saing FUA di tingkat nasional maupun internasional.





