UIN Siber Cirebon – Dalam upaya mewujudkan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) yang tertib secara administrasi, fisik, dan hukum, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon membentuk Tim Inventarisasi dan Peningkatan Data Aset BMN. Pembentukan tim tersebut ditindaklanjuti melalui rapat koordinasi yang digelar pada Rabu (4/3/2026) di Ruang Rapat Senat, Gedung Rektorat Lantai 2.
Rapat koordinasi ini dihadiri oleh anggota tim yang telah ditunjuk serta sejumlah unsur pengelola aset di lingkungan kampus. Kegiatan dipandu oleh Kepala Bagian Akademik dan Umum, Zainal Arifin, S.Ag., dengan agenda utama membahas program kerja inventarisasi aset BMN serta penyusunan Daftar Inventaris Ruangan (DIR) di masing-masing unit kerja.
Ketua Tim Inventarisasi dan Peningkatan Data Aset BMN, Kasan, S.T., dalam laporannya menyampaikan bahwa tim yang dibentuk terdiri dari 22 orang anggota yang akan bertugas melakukan inventarisasi dan penyusunan DIR sesuai dengan lokasi unit kerja masing-masing.
Menurutnya, kegiatan inventarisasi aset ini menjadi langkah strategis dalam memastikan data aset negara di lingkungan kampus tercatat secara akurat dan terkelola dengan baik.
“Kami menegaskan pentingnya koordinasi yang masif serta kerja sama tim yang solid agar program inventarisasi ini dapat berjalan optimal. Tujuan utamanya adalah mewujudkan tertib administrasi, tertib fisik, dan tertib hukum dalam pengelolaan Barang Milik Negara di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Biro Akademik Keuangan dan Umum (AKU), Dr. H. Susari, M.A., dalam arahannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi menekankan urgensi pembentukan tim tersebut. Ia menyampaikan bahwa pengelolaan aset negara di perguruan tinggi memerlukan langkah yang terencana, sistematis, dan terkoordinasi dengan baik.
Menurutnya, keberadaan tim inventarisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas data aset sekaligus memastikan setiap barang milik negara tercatat dan terkelola sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Dalam rangka mewujudkan tertib administrasi, tertib fisik, dan tertib hukum pengelolaan BMN di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, diperlukan langkah strategis dan sistematis. Oleh karena itu, pembentukan tim ini menjadi bagian penting dari upaya peningkatan tata kelola aset negara di kampus,” ujarnya.
Selain pemaparan program kerja, rapat koordinasi juga diisi dengan sesi diskusi dan dialog interaktif antar peserta. Dalam forum tersebut, anggota tim membahas berbagai mekanisme teknis pelaksanaan inventarisasi, mulai dari metode pendataan aset, pemutakhiran data inventaris, hingga koordinasi lintas unit kerja.
Melalui kegiatan ini, diharapkan proses inventarisasi aset BMN di lingkungan UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dapat berjalan secara lebih sistematis, transparan, dan akuntabel. Selain itu, pembentukan tim ini juga menjadi langkah penting dalam memperkuat tata kelola administrasi aset negara di lingkungan perguruan tinggi.
Dengan sinergi dan kerja sama yang solid antar tim dan unit kerja, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon optimistis mampu meningkatkan kualitas pengelolaan aset negara sekaligus mendukung terciptanya tata kelola institusi yang profesional dan akuntabel.




