UIN Siber Cirebon – Pengalaman belajar di sekolah tidak hanya berlangsung melalui kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Mahasiswa Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut terlibat dalam pendampingan kegiatan organisasi siswa melalui Pelantikan Pengurus OSIS dan Ekstrakurikuler SMK Mekanika Buntet Pesantren Cirebon Tahun Pelajaran 2026/2027, Kamis–Jumat (17–18/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMK Mekanika Buntet Pesantren Cirebon tersebut diikuti pengurus OSIS dan ekstrakurikuler terpilih, pembina, panitia, serta mahasiswa PLP. Rangkaian kegiatan dirancang tidak hanya sebagai momentum pergantian kepengurusan, tetapi juga sebagai ruang bagi siswa untuk mengembangkan kepemimpinan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama.
Pelantikan Menjadi Awal Belajar Berorganisasi
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi dan apel bersama. Peserta kemudian mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk membangun kesiapan dalam menjalankan organisasi, mulai dari materi organisasi, fun game, hingga kegiatan kebersamaan.
Kepala SMK Mekanika Buntet Pesantren Cirebon, H. Moh. Luthfi Yusuf, NZ., M.A., bersama pembina OSIS, A. Al Muhajir Ilallah, S.Ag., turut mendukung pelaksanaan kegiatan sebagai bagian dari pembinaan organisasi dan karakter siswa.
Bagi para pengurus yang baru dilantik, momentum tersebut menjadi awal untuk memahami bahwa organisasi bukan sekadar jabatan, tetapi juga tanggung jawab. Setiap pengurus dituntut mampu bekerja sama, menjalankan tugas, berkomunikasi, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekolah.
Mahasiswa PLP Turut Aktif Mendampingi Siswa
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa PLP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut mengambil peran dalam mendampingi peserta dan membantu kelancaran kegiatan.
Keterlibatan mahasiswa memberikan pengalaman langsung dalam berinteraksi dengan siswa di luar pembelajaran formal. Mahasiswa belajar berkomunikasi, melakukan pendampingan, membantu mengondisikan peserta, serta berkoordinasi dalam kegiatan yang melibatkan banyak siswa.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses PLP untuk memahami kehidupan sekolah secara lebih luas. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai proses pembelajaran di kelas, tetapi juga mengenali bagaimana kegiatan kesiswaan menjadi bagian dari pendidikan karakter.
Fun Game dan Pentas Seni Bangun Kekompakan
Suasana kegiatan semakin semarak melalui fun game, api unggun, dan pentas seni. Berbagai aktivitas tersebut memberikan ruang kepada peserta untuk berinteraksi secara lebih santai sekaligus melatih kerja sama dan kekompakan.
Api unggun dan pentas seni menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas. Sementara itu, fun game mendorong peserta untuk membangun komunikasi dan menyelesaikan aktivitas bersama.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan senam bersama dan operasi semut sebagai bentuk pembiasaan menjaga kebersihan lingkungan. Aktivitas tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan organisasi dapat menjadi sarana pembelajaran yang menggabungkan kepemimpinan, kreativitas, kebersamaan, sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.
“Bukan Hanya tentang Pelantikan”
Pembina OSIS SMK Mekanika Buntet Pesantren Cirebon, A. Al Muhajir Ilallah, S.Ag., menekankan bahwa pelantikan perlu dipandang sebagai bagian dari proses pembentukan karakter siswa.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya tentang pelantikan, tetapi bagaimana anak-anak belajar bertanggung jawab, bekerja sama, dan membangun kekompakan. Harapannya setelah dilantik, mereka dapat menjalankan tugas organisasi dengan baik dan memberikan contoh positif bagi teman-temannya.”
Pesan tersebut menempatkan organisasi siswa sebagai ruang pembelajaran yang melatih kemampuan yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran akademik. Kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, tanggung jawab, dan kemampuan mengambil peran menjadi bekal penting bagi siswa dalam kehidupan sekolah maupun di luar sekolah.
PLP Menjadi Ruang Belajar tentang Kepemimpinan
Bagi mahasiswa PLP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, keterlibatan dalam kegiatan pelantikan dan pembinaan organisasi siswa menjadi pengalaman untuk memahami bahwa pendidikan karakter dibangun melalui berbagai aktivitas.
Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana siswa belajar mengambil tanggung jawab, bekerja dalam kelompok, mengikuti aturan, serta membangun kepercayaan diri melalui organisasi dan kegiatan ekstrakurikuler.
Pengalaman tersebut juga memperkuat kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik. Pendampingan kegiatan kesiswaan membantu mahasiswa memahami bahwa peran pendidik tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi juga mencakup pendampingan perkembangan sosial, karakter, dan potensi peserta didik.
Dari Organisasi Siswa untuk Generasi Berkarakter
Pelantikan OSIS dan ekstrakurikuler SMK Mekanika Buntet Pesantren Cirebon ditutup dengan apel penutup setelah seluruh rangkaian kegiatan berlangsung selama dua hari.
Bagi siswa, kegiatan tersebut menjadi awal untuk menjalankan amanah organisasi sekaligus mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan kerja sama. Sementara bagi mahasiswa PLP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, keterlibatan dalam kegiatan menjadi pengalaman nyata dalam memahami dinamika pendidikan di sekolah.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4 tentang Pendidikan Bermutu, khususnya dalam mendukung pengembangan kompetensi dan karakter peserta didik. Aktivitas yang mendorong kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan juga berkaitan dengan SDG 11, sementara penguatan tanggung jawab, partisipasi, dan kehidupan organisasi yang positif mendukung semangat SDG 16.
Melalui kolaborasi antara sekolah dan mahasiswa PLP, kegiatan organisasi siswa tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi ruang belajar yang membantu siswa tumbuh sebagai pribadi yang bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan siap mengambil peran di lingkungan sekolah.


