UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Praktik Lapangan Persekolahan (PLP) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut berkontribusi dalam mempersiapkan Tim Palang Merah Remaja (PMR) MI Salafiyah Kota Cirebon menghadapi Evaluasi Akhir Diklat dan Pelantikan (EADP) PMR PMI Kota Cirebon 2026. Melalui pendampingan dan latihan selama kurang lebih satu bulan, mahasiswa PLP turut membantu siswa mengembangkan keterampilan kepalangmerahan sekaligus membangun disiplin, kerja sama, kepemimpinan, dan kepedulian sosial.
Perlombaan EADP PMR PMI Kota Cirebon 2026 berlangsung pada Sabtu (26/9/2026) di MAN 1 Pilang. Sementara rangkaian kegiatan dilanjutkan pada Selasa (29/9/2026) di Grage City Mall melalui upacara Harlah PMI sekaligus pembagian penghargaan.
PLP Mendampingi Persiapan Siswa Selama Satu Bulan
Kontribusi mahasiswa PLP dimulai sejak tahap persiapan. Selama kurang lebih satu bulan, mahasiswa mendampingi latihan rutin yang dilaksanakan setelah jam sekolah, mulai pukul 13.00 hingga sekitar 14.30 WIB.
Latihan disusun berdasarkan bidang yang akan diperlombakan. Mahasiswa PLP turut mendampingi siswa dalam berbagai materi, mulai dari Pertolongan Pertama, Evakuasi Korban, Perawatan Keluarga, Presentasi Kepalangmerahan, Olimpiade Kepalangmerahan, Kepemimpinan, hingga Kepedulian Lingkungan.
Proses latihan tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan teknis. Siswa juga belajar mengikuti instruksi, membagi tugas, bekerja dalam tim, bertanggung jawab terhadap perannya, serta membangun keberanian untuk tampil dan mengambil keputusan.
Bagi mahasiswa PLP, keterlibatan tersebut menjadi pengalaman langsung dalam mendampingi peserta didik di luar pembelajaran akademik. Mahasiswa belajar bahwa proses pendidikan juga dapat berlangsung melalui kegiatan ekstrakurikuler yang memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan karakter.
Mengubah Latihan Menjadi Pengalaman Kompetitif
Setelah menjalani persiapan secara rutin, Tim PMR MI Salafiyah mengikuti EADP PMR PMI Kota Cirebon 2026 pada 26 September 2026. Perlombaan diawali dengan Olimpiade Kepalangmerahan yang berlangsung dalam dua sesi, kemudian dilanjutkan dengan berbagai kategori kompetisi lainnya.
Bagi siswa, perlombaan menjadi kesempatan untuk menguji keterampilan yang telah mereka pelajari selama latihan. Mereka dituntut untuk tetap fokus, bekerja sama, dan menerapkan pengetahuan kepalangmerahan dalam situasi kompetitif.
Kehadiran mahasiswa PLP dalam rangkaian kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus pengalaman bagi mahasiswa untuk melihat perkembangan siswa dari proses latihan hingga berada di arena perlombaan.
Delapan Penghargaan, Termasuk Juara Umum 2
Kerja keras dan latihan yang dijalani Tim PMR MI Salafiyah membuahkan hasil dengan diraihnya delapan penghargaan dalam EADP PMR PMI Kota Cirebon 2026.
Capaian tersebut meliputi:
- Terbaik Umum 2
- Terbaik 1 Pertolongan Pertama
- Terbaik 1 Evakuasi Korban
- Terbaik 2 Perawatan Keluarga
- Terbaik 2 Presentasi Kepalangmerahan
- Terbaik 2 Olimpiade Kepalangmerahan
- Terbaik 3 Kepemimpinan
- Terbaik 3 Kepedulian Lingkungan
Rangkaian penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas proses latihan dan perjuangan para siswa. Capaian di berbagai kategori juga memperlihatkan beragam kemampuan yang dikembangkan melalui kegiatan PMR, tidak hanya keterampilan pertolongan pertama, tetapi juga pengetahuan, komunikasi, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dari Pertolongan Pertama hingga Kepedulian Lingkungan
Beragam kategori yang diikuti memberikan pengalaman pembelajaran yang luas bagi siswa. Pertolongan Pertama dan Evakuasi Korban melatih keterampilan serta ketepatan dalam menghadapi kondisi tertentu. Perawatan Keluarga memperkenalkan kepedulian terhadap orang lain, sementara Presentasi dan Olimpiade Kepalangmerahan mengembangkan kemampuan komunikasi serta pengetahuan.
Pada kategori Kepemimpinan dan Kepedulian Lingkungan, siswa mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuan mengambil peran dan menunjukkan perhatian terhadap lingkungan sekitar.
Pengalaman tersebut sejalan dengan semangat SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, yang mendorong pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan karakter peserta didik secara menyeluruh. Pendidikan tidak hanya diarahkan pada pencapaian akademik, tetapi juga pada kemampuan sosial dan keterampilan yang dapat digunakan dalam kehidupan nyata.
PLP Hadir dalam Proses, Bukan Sekadar di Perlombaan
Dosen Pembimbing Lapangan, Idah Faridah Laily, M.Pd., turut mendampingi mahasiswa dalam pelaksanaan PLP. Sementara dari pihak madrasah, Kepala MI Salafiyah H. Abdul Muiz Syaerozi, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum Maimunah, S.Pd.I., serta pembina PMR Ahmad Sehu, S.Pd. dan Gina Ainun Nadhifah, S.Pd. menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan kegiatan PMR.
Mahasiswa PLP yang terlibat terdiri atas Dewi Anila, Samrotul Aeni Nurul Arifin, Zahroh Yeni Fauziyah, Sekar Sri Mulyani, Salma Nadia Hadis, dan Halimatus Sa’diyah dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).
Keterlibatan mahasiswa yang berlangsung sejak masa latihan hingga rangkaian perlombaan memberikan pengalaman penting bagi calon pendidik. Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana pembinaan dilakukan secara bertahap, bagaimana siswa menghadapi tantangan, serta bagaimana evaluasi dan apresiasi diberikan setelah kompetisi.
Prestasi Menjadi Bagian dari Proses Pendidikan
Pembagian penghargaan pada Selasa (29/9/2026) di Grage City Mall menjadi puncak apresiasi atas perjalanan Tim PMR MI Salafiyah. Delapan penghargaan yang diperoleh tidak hanya menjadi catatan prestasi, tetapi juga menjadi pengalaman belajar bagi siswa.
Bagi mahasiswa PLP UIN Siber Cirebon, proses tersebut menunjukkan bahwa pendampingan peserta didik membutuhkan kesabaran, konsistensi, komunikasi, dan kemampuan memahami karakter siswa. Pengalaman ini menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menjalankan peran sebagai calon pendidik yang mampu mendukung perkembangan siswa dalam berbagai bidang.
Kegiatan PMR juga memperkuat nilai kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Hal tersebut selaras dengan SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, terutama melalui pengenalan keterampilan pertolongan pertama dan kepedulian terhadap kesehatan, serta SDG 4 melalui pengembangan kompetensi di luar pembelajaran kelas.
Pada akhirnya, keterlibatan mahasiswa PLP dalam EADP PMR PMI Kota Cirebon memperlihatkan bahwa praktik lapangan dapat menjadi ruang kontribusi sekaligus pembelajaran. Dari latihan rutin sepulang sekolah hingga berdiri di arena kompetisi, mahasiswa dan siswa sama-sama mendapatkan pengalaman yang memperkaya proses pendidikan.


