UIN Siber Cirebon – Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PLP) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut mendukung pengembangan kemampuan bahasa, keberanian berbicara, dan kreativitas peserta didik melalui kegiatan pidato tiga bahasa dan pentas seni drama musikal di MTs Negeri 4 Cirebon, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta didik kelas 8G untuk mengembangkan potensi akademik dan nonakademik melalui penggunaan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab. Di sisi lain, keterlibatan mahasiswa PLP sebagai juri menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk menerapkan kompetensi akademik sekaligus berkontribusi dalam kegiatan pendidikan di sekolah mitra.
Tiga Bahasa, Satu Ruang untuk Berani Berbicara

Tiga peserta didik tampil membawakan pidato dengan bahasa yang berbeda. Adinda Safira menyampaikan pidato dalam Bahasa Indonesia, Assyfa Sugiarto tampil dalam Bahasa Inggris, sedangkan Clarissa Nur Madinah membawakan pidato dalam Bahasa Arab.
Ketiganya menunjukkan kemampuan dalam menguasai materi, menyampaikan gagasan, menggunakan bahasa sesuai bidangnya, serta membangun kepercayaan diri ketika tampil di hadapan peserta lainnya.
Guru Pembimbing sekaligus Penanggung Jawab Kegiatan, Nunung Nurhayani, S.Pd., menilai kegiatan pidato tiga bahasa menjadi ruang penting bagi siswa untuk berani mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
“Kegiatan pidato tiga bahasa menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi, meningkatkan kepercayaan diri, serta berani menunjukkan potensi yang mereka miliki.”
Kemampuan berkomunikasi dan penguasaan bahasa tersebut menjadi bagian penting dalam pendidikan peserta didik. Hal ini sejalan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, yang mendorong pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi peserta didik secara menyeluruh.
Mahasiswa PLP Terlibat sebagai Juri

Kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi mahasiswa PLP FITK UIN Siber Cirebon untuk menerapkan kemampuan akademik secara langsung. Tiga mahasiswa ditunjuk sebagai juri sesuai bidang bahasa masing-masing.
Rifaniola Azzahra bertugas menilai pidato Bahasa Indonesia, Mega Mustika menjadi juri Bahasa Inggris, sedangkan Violin Alfaruqiyah dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) bertugas sebagai juri Bahasa Arab.
Penilaian mencakup penguasaan materi, penggunaan bahasa, pelafalan, ekspresi, kemampuan penyampaian, serta kepercayaan diri peserta.
Menurut Rifaniola Azzahra, keterlibatan sebagai juri memberikan pengalaman tersendiri bagi mahasiswa PLP.
“Menjadi juri dalam kegiatan pidato tiga bahasa memberikan pengalaman bagi kami sebagai mahasiswa PLP untuk menerapkan kemampuan yang telah dipelajari sekaligus ikut mendukung pengembangan potensi peserta didik.”
Peran tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa di lapangan. Mereka tidak hanya mengamati proses pendidikan, tetapi juga mengambil bagian dalam pelaksanaan kegiatan sekolah sesuai kompetensi yang dimiliki.
Pidato Bahasa Menumbuhkan Kepercayaan Diri
Bagi peserta didik, pengalaman tampil di depan umum menjadi kesempatan untuk melatih keberanian sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi.
Adinda Safira mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut membantunya lebih percaya diri dalam menyampaikan gagasan. Sementara Assyfa Sugiarto merasakan manfaat kegiatan dalam meningkatkan kemampuan berbicara menggunakan Bahasa Inggris.
“Kegiatan ini membantu saya meningkatkan kemampuan berbicara dalam Bahasa Inggris sekaligus melatih keberanian untuk tampil di depan umum,” ujar Assyfa.
Hal senada disampaikan Clarissa Nur Madinah. Menurutnya, pidato Bahasa Arab menjadi pengalaman untuk mengembangkan kemampuan berbahasa sekaligus melatih kepercayaan diri dalam berkomunikasi.
Kemampuan tersebut tidak hanya bermanfaat dalam kegiatan akademik, tetapi juga menjadi bekal bagi peserta didik untuk berkomunikasi dan berinteraksi di lingkungan yang lebih luas.
Drama Musikal Jadi Ruang Kreativitas

Selain pidato tiga bahasa, kegiatan juga dimeriahkan dengan penampilan drama musikal oleh peserta didik. Pertunjukan tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan ide melalui seni sekaligus melatih kemampuan bekerja sama.
Drama musikal membutuhkan pembagian peran, komunikasi, ekspresi, kreativitas, dan kekompakan antarpemain. Dengan demikian, kegiatan seni menjadi pelengkap yang memperluas pengalaman belajar peserta didik di luar pembelajaran akademik.
Pengembangan kreativitas dan kemampuan bekerja sama tersebut juga mendukung semangat SDG 4, terutama dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pengembangan keterampilan dan potensi peserta didik.
PLP Menjadi Ruang Kolaborasi Pendidikan
Kepala MTs Negeri 4 Cirebon, Ubaidillah, S.Ag., M.Pd.I., Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Dra. Hj. Nurul Azmi, MA., serta guru pembimbing dan penanggung jawab kegiatan turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Bagi mahasiswa PLP UIN Siber Cirebon, pengalaman menjadi juri sekaligus berinteraksi dengan peserta didik memperkuat kemampuan profesional, komunikasi, dan evaluasi pembelajaran. Sementara bagi siswa, kegiatan menjadi ruang untuk menunjukkan potensi sekaligus memperoleh pengalaman tampil dan berkompetisi secara positif.
Kolaborasi antara mahasiswa PLP, guru, dan peserta didik tersebut mencerminkan semangat SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kerja sama antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung pengembangan kualitas pendidikan.
Melalui kegiatan pidato tiga bahasa dan drama musikal, PLP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon tidak hanya menjadi bagian dari pengalaman praktik mahasiswa, tetapi juga hadir sebagai ruang kontribusi dalam mendukung peserta didik agar lebih komunikatif, kreatif, percaya diri, dan siap mengembangkan potensinya.


