UIN Siber Cirebon (Bandung) – Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut mengambil bagian dalam mendampingi Tim Polisi Cilik (Pocil) MI Salafiyah Kota Cirebon pada Lomba Polisi Cilik dalam rangkaian Lantas Jabar Fest ke-7 di Polda Jawa Barat, Bandung, Sabtu (12/9/2026). Kehadiran mahasiswa PLP menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan potensi siswa di luar pembelajaran kelas sekaligus pengalaman bagi mahasiswa dalam mendampingi peserta didik mengikuti kompetisi.
Keikutsertaan Tim Pocil MI Salafiyah dalam ajang tingkat Jawa Barat tersebut menjadi momen istimewa. Untuk pertama kalinya, MI Salafiyah terpilih menjadi perwakilan Kota Cirebon dalam perlombaan Pocil, setelah sebelumnya perwakilan Kota Cirebon umumnya berasal dari jenjang sekolah dasar.
PLP Hadir Mendampingi Siswa di Ajang Kompetisi
Mahasiswa PLP yang melaksanakan kegiatan di MI Salafiyah turut hadir memberikan dukungan moral kepada para siswa selama mengikuti perlombaan. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari keterlibatan mahasiswa dalam kehidupan madrasah yang tidak hanya berlangsung pada kegiatan pembelajaran.
Bagi mahasiswa PLP, pengalaman tersebut memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung proses pengembangan diri siswa melalui kegiatan nonakademik. Kompetisi Pocil menjadi ruang bagi siswa untuk mengasah kedisiplinan, tanggung jawab, kekompakan, kerja sama, keberanian, dan kepercayaan diri.
Keterlibatan mahasiswa juga memperluas pemahaman bahwa pendidikan peserta didik berlangsung melalui berbagai aktivitas. Seorang calon pendidik tidak hanya perlu memahami proses belajar di kelas, tetapi juga mampu melihat potensi siswa yang berkembang melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kompetisi.
Latihan Berbulan-bulan Membentuk Karakter Siswa
Sebelum tampil di tingkat Jawa Barat, Tim Pocil MI Salafiyah telah menjalani latihan dan pembinaan selama berbulan-bulan. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi kompetisi sekaligus membentuk karakter yang dibutuhkan dalam kehidupan mereka.
Disiplin menjadi salah satu nilai yang terlihat dalam proses latihan. Siswa belajar mengikuti arahan, menjaga kekompakan formasi, bertanggung jawab terhadap peran masing-masing, serta bekerja sama agar seluruh tim dapat tampil secara optimal.
Mahasiswa PLP yang turut mendampingi dapat menyaksikan secara langsung bagaimana proses panjang tersebut menjadi bagian dari pembelajaran bagi siswa. Pengalaman ini memberikan perspektif kepada mahasiswa mengenai pentingnya memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik.
Kreativitas Siswa Tampil melalui Formasi dan Puisi
Dalam perlombaan, Tim Pocil MI Salafiyah Kota Cirebon menampilkan variasi formasi payung fantasi serta puisi yang mengangkat kisah sosok Ismail Marzuki.
Variasi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan Pocil tidak hanya berkaitan dengan kedisiplinan dan keterampilan baris-berbaris, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas, ekspresi, dan kemampuan bekerja dalam tim.
Bagi siswa, pengalaman tampil di hadapan peserta dan penonton dari berbagai daerah di Jawa Barat juga menjadi kesempatan untuk membangun keberanian. Mereka belajar mengelola rasa percaya diri sekaligus menunjukkan hasil latihan yang telah dilakukan dalam waktu panjang.
Pengalaman pengembangan potensi semacam ini turut mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan berbagai keterampilan dan potensi secara menyeluruh.
Tiga Penghargaan Jadi Apresiasi atas Perjuangan
Kerja keras Tim Pocil MI Salafiyah akhirnya membuahkan capaian dalam kompetisi. Tim tersebut berhasil membawa pulang tiga penghargaan, yaitu Juara Harapan 3, Danton Terbaik 3, dan Best Voting 3.
Capaian tersebut menjadi apresiasi atas proses latihan dan pembinaan yang telah dijalani para siswa. Keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari madrasah, guru, pembina, pelatih, orang tua, hingga mahasiswa PLP yang hadir memberikan semangat kepada siswa selama kegiatan.
Bagi mahasiswa PLP, capaian tersebut menjadi bagian dari pengalaman mendampingi siswa dalam melewati proses kompetisi. Mahasiswa dapat melihat bagaimana kerja sama, disiplin, dan keberanian yang dibangun selama latihan diterapkan ketika siswa berada di arena perlombaan.
Pengalaman Berharga bagi Calon Pendidik
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Idah Faridah Laily, M.Pd., bersama pihak madrasah dan para pembina turut mendukung keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Kolaborasi ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar memahami kebutuhan dan potensi siswa secara lebih luas.
Mahasiswa PLP dari Program Studi PGMI, yaitu Dewi Anila, Samrotul Aeni Nurul Arifin, Zahroh Yeni Fauziyah, Sekar Sri Mulyani, Salma Nadia Hadis, dan Halimatus Sa’diyah, turut menjadi bagian dari pengalaman pendampingan tersebut.
Kegiatan ini memperlihatkan bahwa PLP dapat menjadi ruang belajar yang mempertemukan teori pendidikan dengan situasi nyata di lapangan. Mahasiswa tidak hanya belajar bagaimana mendampingi proses pembelajaran, tetapi juga memahami cara memberikan dukungan kepada peserta didik ketika mereka mengembangkan minat, bakat, dan keberanian melalui kegiatan di luar kelas.
Mendorong Pendidikan yang Mengembangkan Potensi
Partisipasi mahasiswa PLP UIN Siber Cirebon dalam Lomba Pocil tingkat Jawa Barat menjadi pengalaman yang memperkaya proses pendidikan di madrasah. Kehadiran mahasiswa sebagai pendamping menunjukkan bahwa proses pendidikan dapat diperkuat melalui keterlibatan calon pendidik dalam berbagai aktivitas peserta didik.
Sementara bagi Tim Pocil MI Salafiyah, pengalaman menjadi perwakilan Kota Cirebon dan meraih tiga penghargaan menjadi bagian dari perjalanan pengembangan diri mereka.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa PLP belajar bahwa mendampingi peserta didik berarti turut hadir dalam berbagai proses tumbuh mereka—baik ketika belajar di kelas, berlatih, berkompetisi, maupun ketika membangun kepercayaan diri untuk menunjukkan potensi yang dimiliki.


