UIN Siber Cirebon – Pembiasaan literasi menjadi salah satu upaya untuk membangun budaya membaca sekaligus memperluas wawasan peserta didik. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan literasi yang berlangsung di Masjid Raya Sayyidin Pantagama, SMA Islam Al-Azhar 5 Kota Cirebon, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut diikuti peserta didik kelas X dan XI. Melalui kegiatan membaca dan mengulas buku, peserta didik tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan bacaan, tetapi juga memahami isi buku serta mampu menyampaikan kembali informasi yang diperoleh.
Membaca, Memahami, dan Mengulas Buku
Dalam kegiatan ini, setiap peserta didik memilih buku yang berbeda untuk dibaca. Setelah selesai membaca, mereka menuliskan hasil ulasan pada lembar yang telah disediakan oleh guru.
Ulasan tersebut mencakup sejumlah informasi penting, mulai dari judul buku, tanggal terbit, penulis, penerbit, hingga kelebihan dan kekurangan buku. Proses tersebut mendorong peserta didik untuk membaca secara lebih aktif karena mereka perlu memahami isi bacaan sebelum menyusun ulasan.
Beberapa peserta didik kemudian mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan hasil ulasannya di hadapan peserta lainnya. Kegiatan presentasi menjadi ruang bagi peserta didik untuk melatih keberanian, kemampuan berkomunikasi, serta menyampaikan gagasan berdasarkan bacaan yang telah mereka pahami.
Sebagai bentuk apresiasi, guru memberikan hadiah kepada peserta didik yang tampil mempresentasikan hasil ulasan. Apresiasi tersebut turut menciptakan suasana belajar yang positif sekaligus memberikan motivasi agar peserta didik semakin tertarik untuk membaca.
Mahasiswa PLP Turut Mendukung Pelaksanaan Kegiatan
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa PLP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut mengambil bagian dengan membantu proses dokumentasi serta membagikan dan mengumpulkan lembar ulasan buku.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa PLP dalam mengenal dan mendukung berbagai aktivitas pendidikan di lingkungan sekolah. Mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana pembiasaan sederhana dapat menjadi bagian dari pembentukan budaya belajar peserta didik.
Kegiatan literasi juga memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang mendorong peserta didik untuk aktif membaca, berpikir, berdiskusi, dan berkomunikasi.
Literasi sebagai Bagian dari Pendidikan Berkelanjutan
Pembiasaan membaca memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan kemampuan belajar peserta didik. Ketika membaca dilanjutkan dengan kegiatan mengulas dan mempresentasikan isi buku, proses tersebut dapat membantu mengembangkan kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, serta berkomunikasi.
Upaya ini sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 4 tentang Pendidikan Bermutu, khususnya dalam mendorong pembelajaran yang inklusif dan berkualitas serta pengembangan kompetensi peserta didik. Budaya literasi menjadi salah satu fondasi untuk membangun kebiasaan belajar yang dapat terus berkembang di luar ruang kelas.
Bagi mahasiswa PLP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, keterlibatan dalam kegiatan tersebut juga menjadi pengalaman nyata untuk memahami bahwa proses pendidikan tidak hanya berlangsung melalui kegiatan pembelajaran formal, tetapi juga melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten di lingkungan sekolah.
Penguatan Kolaborasi Kampus dan Sekolah
Kepala SMA Islam Al-Azhar 5 Kota Cirebon, Nurwahyudin, S.Si., bersama Wakasek/Kurikulum Akyad, S.Si., serta guru pelaksana turut mendukung pelaksanaan kegiatan literasi tersebut.
Kolaborasi antara mahasiswa PLP dan pihak sekolah menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dengan satuan pendidikan. Bagi UIN Siber Cirebon, pengalaman mahasiswa di sekolah menjadi ruang untuk mengembangkan kompetensi sekaligus memahami kebutuhan pendidikan secara lebih kontekstual.
Kegiatan pembiasaan literasi ini diharapkan dapat terus menjadi bagian dari budaya sekolah, sehingga peserta didik semakin terbiasa membaca, memperluas wawasan, serta berani menyampaikan gagasan berdasarkan pengetahuan yang mereka peroleh.
Adapun peserta didik kelas XII tidak mengikuti kegiatan literasi tersebut karena sedang melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA).


