UIN Siber Cirebon – Pembelajaran di sekolah tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Kegiatan kepramukaan menjadi salah satu ruang bagi peserta didik untuk belajar melalui pengalaman langsung, termasuk dalam membangun kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja sama.
Hal tersebut terlihat dalam kegiatan kemah Pramuka yang dilaksanakan SMP Negeri 17 Kota Cirebon pada 1–2 Oktober 2026 di Bumi Perkemahan Pancasila. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa PLP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut terlibat dalam pendampingan peserta didik selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Kemah Jadi Ruang Belajar Kemandirian
Kegiatan kemah diawali dengan upacara pembukaan sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan. Selanjutnya, siswa mengikuti berbagai aktivitas kepramukaan, di antaranya lomba tali-menali dan hiking.
Berbagai aktivitas tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar menghadapi tantangan secara langsung. Mereka dituntut mampu bekerja sama dengan anggota kelompok, menyelesaikan tugas, menjaga kekompakan, sekaligus bertanggung jawab terhadap kebutuhan dan peran masing-masing.
Pembina Gerakan Pramuka SMP Negeri 17 Kota Cirebon, Rinrin Rostika, S.Pd., menilai kegiatan kemah memiliki peran penting dalam membangun kemandirian siswa.
“Pramuka adalah ajang untuk melatih kemandirian adik-adik. Melalui kegiatan seperti kemah, mereka belajar untuk bertanggung jawab terhadap diri sendiri, bekerja sama dengan teman, serta menghadapi berbagai situasi secara mandiri,” ujarnya.
Mahasiswa PLP Belajar Mendampingi Siswa di Luar Kelas
Bagi mahasiswa PLP UIN Siber Cirebon, keterlibatan dalam kegiatan kemah menjadi pengalaman lapangan yang melengkapi proses pembelajaran sebagai calon pendidik.
Kegiatan di luar kelas menghadirkan situasi yang berbeda dibandingkan pembelajaran akademik. Mahasiswa dapat mengamati karakter siswa secara lebih dekat, membangun komunikasi, memberikan pendampingan, serta belajar berkoordinasi dengan guru dalam mendukung kegiatan sekolah.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk kompetensi mahasiswa. Seorang calon pendidik tidak hanya perlu memahami materi pembelajaran, tetapi juga dituntut mampu berinteraksi dengan peserta didik dalam berbagai situasi, termasuk kegiatan pengembangan karakter dan kesiswaan.
Api Unggun Perkuat Kekompakan
Suasana kemah semakin semarak melalui kegiatan api unggun pada malam terakhir. Selain menjadi bagian dari tradisi kegiatan kepramukaan, api unggun menjadi ruang kebersamaan yang mempererat keakraban antarsiswa.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pentas seni. Para siswa mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kreativitas dan bakat mereka melalui berbagai penampilan.
Perpaduan kegiatan kepramukaan, kebersamaan, dan kreativitas tersebut membuat kemah tidak sekadar menjadi aktivitas rekreasi, tetapi juga menjadi pengalaman belajar yang mendorong siswa untuk lebih percaya diri dan berani menampilkan potensi yang dimiliki.
Mendukung Pendidikan Karakter dan Pendidikan Bermutu

Kegiatan kemah Pramuka memberikan pengalaman belajar yang mendukung pengembangan berbagai keterampilan personal dan sosial siswa. Kemandirian, komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, dan tanggung jawab menjadi nilai yang dapat dipraktikkan secara langsung selama kegiatan.
Hal ini sejalan dengan Sustainable Development Goal (SDG) 4 tentang Pendidikan Bermutu, yang tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik, tetapi juga pengembangan pengetahuan dan keterampilan yang mendukung kehidupan peserta didik.
Bagi mahasiswa PLP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, pengalaman mendampingi kegiatan seperti ini juga menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual. Mahasiswa dapat memahami bahwa pendidikan karakter membutuhkan proses yang konsisten melalui berbagai aktivitas sekolah.
PLP Perluas Pengalaman Calon Pendidik
Keterlibatan 10 mahasiswa PLP UIN Siber Cirebon dalam kegiatan kemah SMP Negeri 17 Kota Cirebon memperluas pengalaman mahasiswa dalam memahami pengelolaan kegiatan kesiswaan.
Melalui interaksi langsung dengan siswa dan guru, mahasiswa belajar bahwa peran pendidik tidak terbatas pada menyampaikan materi pelajaran. Pendampingan, komunikasi, keteladanan, serta kemampuan memahami kebutuhan peserta didik juga menjadi bagian dari proses pendidikan.
Pengalaman tersebut sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan sekolah sebagai mitra dalam menyiapkan calon pendidik yang memiliki kompetensi akademik sekaligus keterampilan sosial dan pedagogis. Semangat kolaborasi ini sejalan dengan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Melalui PLP, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memberikan ruang kepada mahasiswa untuk belajar dari praktik pendidikan secara langsung. Sementara bagi siswa, kegiatan kemah menjadi pengalaman berharga untuk tumbuh lebih mandiri, disiplin, percaya diri, dan mampu bekerja sama.


