UIN Siber Cirebon – Pengalaman menjadi calon pendidik tidak hanya diperoleh mahasiswa melalui proses pembelajaran di dalam kelas. Keterlibatan dalam berbagai aktivitas sekolah di luar pembelajaran formal juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami karakter peserta didik sekaligus mengembangkan kemampuan dalam mendampingi mereka.
Hal tersebut dirasakan mahasiswa PLP UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon saat turut mendampingi kegiatan Perkemahan Jumat–Sabtu (Perjusa) yang diselenggarakan MI Al-Washliyah Perbutulan pada 25–26 September 2026 di Bumi Perkemahan 1001 Tangga, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Mengusung tema “Bangkitnya Tunas Muda dengan Jiwa Ksatria yang Berani”, Perjusa dirancang sebagai kegiatan pembelajaran di luar kelas yang mendorong peserta didik mengembangkan kedisiplinan, kemandirian, keberanian, tanggung jawab, kerja sama, dan kepemimpinan.
Perjusa Jadi Ruang Belajar Karakter Peserta Didik

Rangkaian kegiatan dimulai dengan check-in peserta, pemberangkatan, dan upacara pembukaan. Peserta kemudian mengikuti berbagai aktivitas kepramukaan, mulai dari Scout Rally, api unggun, pentas seni, qiyamul lail, kuliah Subuh, senam pagi, hingga hiking.
Setiap kegiatan memberikan pengalaman berbeda bagi peserta didik. Mereka belajar mengikuti aturan, menyelesaikan aktivitas bersama kelompok, membangun kekompakan, sekaligus menghadapi tantangan di lingkungan yang berbeda dari rutinitas sekolah.
Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan karakter dapat berlangsung melalui pengalaman langsung. Peserta didik tidak hanya menerima materi, tetapi belajar menerapkan nilai disiplin, tanggung jawab, keberanian, dan kerja sama dalam situasi nyata.
Mahasiswa PLP Belajar Mendampingi Peserta Didik

Bagi mahasiswa PLP UIN Siber Cirebon, keterlibatan dalam Perjusa menjadi kesempatan untuk memperluas pengalaman sebagai calon guru. Mahasiswa turut mendampingi peserta didik bersama guru, termasuk dalam pendampingan tenda dan berbagai aktivitas selama kegiatan berlangsung.
Interaksi di luar kelas memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk mengenali karakter peserta didik dalam situasi yang lebih beragam. Mahasiswa dituntut mampu membangun komunikasi, memberikan arahan, menjaga kedisiplinan, serta bekerja sama dengan guru dalam menciptakan kegiatan yang aman dan kondusif.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran lapangan yang melengkapi kompetensi mahasiswa. Sebagai calon pendidik, mahasiswa tidak hanya perlu menguasai materi pembelajaran, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi, pengelolaan peserta didik, kerja sama, dan tanggung jawab.
Membentuk Tunas Muda yang Berani dan Mandiri

Ketua Pelaksana Perjusa, M. Iqbal Baihaqi, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi pengalaman yang bermakna bagi seluruh peserta. Semangat “Bangkitnya Tunas Muda dengan Jiwa Ksatria yang Berani” diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi tercermin dalam sikap peserta didik setelah kembali ke sekolah dan kehidupan sehari-hari.
Melalui Perjusa, MI Al-Washliyah berupaya menghadirkan pengalaman pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan pembentukan karakter.
Harapan tersebut sejalan dengan SDG 4 tentang Pendidikan Bermutu, yang menempatkan pengembangan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi sebagai bagian penting dari pendidikan. Kegiatan di luar kelas seperti Perjusa dapat menjadi ruang pembelajaran kontekstual yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan sosial dan personal melalui pengalaman langsung.
Pengalaman Lapangan untuk Calon Pendidik

Rangkaian Perjusa ditutup dengan upacara pelantikan dan penutupan. Bagi peserta didik, kegiatan tersebut menjadi pengalaman untuk belajar lebih mandiri, berani menghadapi tantangan, serta bekerja bersama teman.
Sementara bagi mahasiswa PLP UIN Siber Cirebon, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses memahami dunia pendidikan secara lebih utuh. Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana guru mendampingi peserta didik, mengelola kegiatan, membangun komunikasi, dan menanamkan nilai karakter melalui aktivitas sekolah.
Pengalaman ini sekaligus memperkuat keterhubungan antara pembelajaran di perguruan tinggi dengan praktik pendidikan di lapangan. Kolaborasi mahasiswa, guru, dan sekolah menjadi bagian dari SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, khususnya dalam membangun kerja sama yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Melalui kegiatan PLP seperti ini, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus memberikan ruang kepada mahasiswa untuk belajar dari pengalaman nyata. Bukan hanya mengenal bagaimana pembelajaran berlangsung di kelas, tetapi juga memahami bahwa pendidikan karakter tumbuh dari berbagai aktivitas, kebiasaan, dan pengalaman yang dijalani peserta didik.


