UIN Siber Cirebon (Majalengka) – Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon yang melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Majalengka menghadirkan layanan bimbingan klasikal bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) perempuan dengan tema “Membangun Penerimaan Diri dan Berdamai dengan Masa Lalu”, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kunjungan WBP ini menjadi ruang refleksi bagi peserta untuk memahami diri, memaknai pengalaman masa lalu, dan menumbuhkan semangat untuk menjalani kehidupan yang lebih positif.
Membangun Penerimaan Diri melalui Bimbingan Klasikal
Bimbingan klasikal ini bertujuan membantu WBP perempuan memahami pentingnya penerimaan diri dalam proses pengembangan pribadi. Setiap individu memiliki pengalaman hidup yang berbeda, termasuk pengalaman yang mungkin menyisakan penyesalan atau menjadi tantangan dalam menjalani kehidupan. Melalui kegiatan ini, peserta diajak untuk melihat masa lalu sebagai bagian dari perjalanan hidup sekaligus sumber pembelajaran untuk memperbaiki diri.
Mahasiswa PPL menyampaikan materi secara interaktif agar peserta dapat terlibat aktif dalam proses bimbingan. Kegiatan meliputi brainstorming atau curah pendapat, tanya jawab, diskusi, dan refleksi diri. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pandangan, memahami pengalaman pribadi, serta membangun perspektif yang lebih positif terhadap diri sendiri.
Melalui proses ini, peserta diharapkan mampu mengenali nilai diri, menerima pengalaman yang telah dilalui, dan memahami bahwa masa lalu tidak sepenuhnya menentukan masa depan seseorang.
Menumbuhkan Harapan untuk Berubah dan Bertumbuh
Bimbingan klasikal ini juga menekankan bahwa penerimaan diri bukan berarti mengabaikan kesalahan atau berhenti melakukan perbaikan. Sebaliknya, penerimaan diri menjadi langkah awal untuk memahami pengalaman, mengambil pelajaran, dan membangun komitmen untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Pesan tersebut sejalan dengan kutipan yang menjadi pengingat bagi para peserta dalam proses refleksi diri.
“Setiap orang mempunyai masa lalu yang berbeda, jangan biarkan satu kesalahan membuat kita lupa bahwa kita masih punya kesempatan untuk berubah, bertumbuh, dan menemukan harapan kembali.”
Pesan ini menegaskan bahwa setiap individu tetap memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Dengan memahami pengalaman masa lalu secara lebih bijaksana, WBP diharapkan dapat menumbuhkan keyakinan terhadap kemampuan diri dan membangun harapan untuk masa depan.
Wujud Penerapan Ilmu Bimbingan dan Konseling Islam

Kegiatan ini didampingi oleh Bambang Setiawan, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Lapangan, serta melibatkan lima mahasiswa BKI, yaitu Iis Maulisa, Naila Fadhilatur Ramadhan, Shabrina Yuliyanti, Wulan Qurrota Ayuni, dan Mirrah Nazmi.
Pelaksanaan bimbingan klasikal menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu bimbingan dan konseling dalam lingkungan pemasyarakatan. Pengalaman ini juga memperluas pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya pendekatan yang empatik, komunikatif, dan berorientasi pada pengembangan potensi individu.
Kegiatan tersebut selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera, melalui dukungan terhadap kesejahteraan psikologis; SDG 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, melalui penerapan pengetahuan dan keterampilan bimbingan; serta SDG 16, yaitu Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, melalui dukungan terhadap pembinaan dan pengembangan diri warga binaan.
Melalui kegiatan PPL ini, mahasiswa BKI UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon turut berkontribusi dalam menghadirkan layanan bimbingan yang mendukung proses refleksi dan pengembangan diri WBP perempuan. Harapannya, kegiatan serupa dapat menjadi bagian dari upaya menumbuhkan penerimaan diri, memperkuat harapan, dan mendorong perubahan positif dalam kehidupan.


