UIN Siber Cirebon (Kuala Lumpur, Malaysia) – Peluang kolaborasi perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia terus terbuka melalui keikutsertaan Prof. Dr. H. Sugianto, S.H., M.H., Guru Besar sekaligus Wakil Direktur Pascasarjana UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, dalam rangkaian Program ASEANAKA di Kuala Lumpur, Malaysia.(30/9/26).
Program tersebut berlangsung pada 29 September–5 Oktober 2026 dan diikuti sekitar 40 perguruan tinggi dari Indonesia, yang terdiri atas PTN, PTKIN, PTS, hingga PTKIS. Kehadiran para akademisi dari berbagai perguruan tinggi menjadi ruang untuk memperluas jejaring dan membuka peluang kerja sama lintas negara.
Prof. Sugianto hadir memenuhi undangan ASEANAKA sekaligus mengikuti rangkaian agenda yang mempertemukan perguruan tinggi Indonesia dengan berbagai mitra di Malaysia.
Menurut Prof. Sugianto, keikutsertaan dalam forum internasional seperti ASEANAKA memberikan kesempatan penting bagi perguruan tinggi untuk memperluas jejaring dan melihat secara langsung peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan.
“Kegiatan ASEANAKA ini menjadi ruang yang baik untuk membangun jejaring dan membuka peluang kerja sama antara perguruan tinggi Indonesia dengan mitra di Malaysia. Kita berharap pertemuan ini tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun pengembangan kerja sama lainnya,” ujar Prof. Sugianto.
Bertemu Majelis Dagang Malaysia
Pada hari pertama, rangkaian kegiatan berlangsung di Majelis Dagang Malaysia. Dalam forum tersebut, peserta memperoleh pengarahan dari Prof. Dato Ibrahim, Advisor Global UMKM Malaysia, dan Hj. Zuraeni, CEO Global UMKM Malaysia.
Keduanya mengajak perguruan tinggi Indonesia yang tergabung dalam ASEANAKA untuk membangun kolaborasi lebih luas dengan berbagai pihak di Malaysia, terutama dalam pengembangan UMKM, pendidikan, jejaring bisnis, dan penguatan sumber daya manusia.
Prof. Sugianto menilai keterhubungan antara perguruan tinggi dan dunia usaha dapat menjadi bagian penting dalam memperluas manfaat pendidikan tinggi.
“Perguruan tinggi memiliki sumber daya akademik dan pengetahuan, sementara dunia usaha memiliki pengalaman serta kebutuhan nyata di lapangan. Pertemuan seperti ini dapat menjadi jembatan untuk mempertemukan keduanya dalam kerja sama yang saling memberikan manfaat,” jelasnya.
Perkuat Jejaring Internasional UIN Siber Cirebon
Keikutsertaan Prof. Sugianto menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring internasional UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat berkembang pada bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
“Bagi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, jejaring internasional merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi perguruan tinggi agar semakin terbuka terhadap perkembangan global, tanpa meninggalkan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Ke depan, jejaring ASEANAKA diharapkan dapat berkembang menjadi program yang lebih konkret dan berkelanjutan, sehingga kolaborasi Indonesia–Malaysia tidak hanya menghasilkan pertemuan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat.




