UIN Siber Cirebon – Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 pada Rabu–Kamis, 11–12 Februari 2026, bertempat di Grand Tryas Hotel Cirebon. Kegiatan ini diikuti sekitar 60 peserta, mulai dari Rektor, para Wakil Rektor, Kepala Biro AKU, LPM, LPPM,unsur pimpinan, dosen, hingga tenaga kependidikan Fakultas Syariah.
Mengusung tema “Transformasi Tata Kelola Fakultas Syariah Berkelanjutan: Integrasi Ekosistem Digital dan Spiritualitas Hijau demi Kemaslahatan yang Berdampak”, raker menjadi forum strategis untuk menyusun arah kebijakan dan prioritas program tahun 2026.
Tegaskan Urgensi Transformasi
Dekan Fakultas Syariah, Dr. H. Edy Setyawan, Lc.,MA., selaku ketua pelaksana kegiatan, dalam laporannya menegaskan urgensi raker sebagai momentum konsolidasi dan penyelarasan visi. Ia menyampaikan bahwa transformasi tata kelola bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk menjawab tantangan digitalisasi, akuntabilitas publik, dan isu keberlanjutan lingkungan.
Sementara itu, Rektor UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Dr. H. Aan Jaelani, M.Ag., dalam sambutan sekaligus membuka acara secara resmi, menekankan pentingnya tata kelola berbasis kinerja, inovasi digital, dan penguatan nilai-nilai spiritual dalam setiap kebijakan akademik.
Menurutnya, Raker 2026 harus menghasilkan langkah konkret, terukur, dan berdampak langsung terhadap mutu pendidikan, riset, serta pengabdian kepada masyarakat.
Fokus Transformasi: Digital Ecosystem dan Green Spirituality
Rangkaian raker dibagi ke dalam beberapa sesi strategis, diawali dengan:
- Sesi Pleno I: Keynote “Transformasi Tata Kelola Berkelanjutan: Digital Ecosystem & Green Spirituality”
- Sesi Pleno II: Arah Kebijakan dan Prioritas Tahun 2026
Pembahasan kemudian diperdalam melalui sidang komisi yang membedah aspek fundamental fakultas:
- Komisi I: Mutu Pembelajaran & Kurikulum
- Komisi II: Riset & Kemitraan
- Komisi III: Kemahasiswaan & Kualitas Lulusan
- Komisi IV: Tata Kelola & Infrastruktur Digital
Setiap komisi mempresentasikan hasil pembahasan sebagai rekomendasi strategis guna memperkuat roadmap Fakultas Syariah tahun 2026.
Ekoteologi: Spiritualitas Hijau sebagai Landasan Moral
Salah satu isu penting yang mengemuka dalam raker adalah ekoteologi (teologi lingkungan). Konsep ini menegaskan bahwa relasi manusia dengan alam bukan sekadar relasi pemanfaatan, melainkan amanah spiritual yang harus dijaga.
Ekoteologi memandang krisis ekologis sebagai krisis moral. Karena itu, nilai-nilai agama harus terintegrasi dalam aksi nyata pelestarian lingkungan. Fakultas Syariah mendorong agar perspektif hukum Islam dan studi keislaman mampu memberikan solusi transformatif terhadap tantangan lingkungan global.
Integrasi SDGs dalam Agenda Fakultas
Selain ekoteologi, raker juga menyoroti implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. Tujuh belas tujuan pembangunan berkelanjutan menjadi kerangka rujukan dalam penguatan program fakultas, mulai dari pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, energi bersih, hingga keadilan dan kelembagaan yang tangguh dengan target capaian 2030.
Integrasi SDGs diharapkan mampu memperluas dampak tridarma perguruan tinggi, tidak hanya pada level akademik, tetapi juga sosial dan lingkungan.
Komitmen Menuju Tata Kelola Berdampak
Melalui Raker 2026 ini, Fakultas Syariah UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon menegaskan komitmennya untuk:
- Menguatkan tata kelola berbasis digital
- Mengintegrasikan spiritualitas hijau dalam kebijakan akademik
- Meningkatkan mutu lulusan yang responsif terhadap isu global
- Menghadirkan kemaslahatan yang berdampak bagi masyarakat
Transformasi yang diusung bukan sekadar perubahan administratif, melainkan langkah strategis menuju fakultas yang unggul, berkelanjutan, dan relevan dengan dinamika zaman.


