UIN Siber Cirebon (Yogyakarta) — Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) 2026 Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon resmi memasuki hari pertama dengan fokus pada penguatan tata kelola kelembagaan dan pengelolaan keuangan berkelanjutan. Mengusung tema “Accelerating Global Impact: World-Ranked Reputation, Green Ethics, and Great People”, sesi materi pada hari pertama menyoroti Peran Dewan Pengawas (Dewas) dalam Mengawal Pelaksanaan Kegiatan dan Anggaran Badan Layanan Umum (BLU), Target Pendapatan dan Belanja Tahun Anggaran 2026, serta proyeksi Face RBA 2027.(6/2/260).
Paparan materi disampaikan oleh Ketua Dewan Pengawas UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Imam Syaukani, S.Ag., M.H., didampingi oleh anggota Dewas Nur Fatoni, S.Sos., M.AP. dan Dr. H. Solichin, S.H., M.Kn. Diskusi strategis ini dipandu oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Dr. H. Ayus A. Yusuf, M.Si.
Dalam paparannya, Imam Syaukani, S.Ag., M.H. menegaskan bahwa Dewan Pengawas memiliki peran krusial dalam memastikan seluruh pelaksanaan program dan penggunaan anggaran BLU berjalan sesuai regulasi, prinsip akuntabilitas, serta mendukung pencapaian target kinerja institusi.
“Dewan Pengawas hadir untuk memastikan bahwa setiap rupiah anggaran BLU digunakan secara efektif, efisien, dan berdampak langsung pada peningkatan mutu layanan pendidikan, riset, dan pengabdian. Target pendapatan dan belanja TA 2026 serta proyeksi RBA 2027 harus disusun realistis, terukur, dan selaras dengan visi global UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon,” tegasnya.
Sementara itu, Nur Fatoni, S.Sos., M.AP. menekankan pentingnya perencanaan anggaran yang berbasis kinerja dan risiko. Menurutnya, RBA tidak sekadar dokumen administratif, melainkan instrumen strategis untuk menjaga keberlanjutan keuangan BLU.
“Face RBA 2027 harus mampu menjawab tantangan perubahan lingkungan strategis, termasuk efisiensi belanja, optimalisasi pendapatan BLU, serta penguatan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Dengan perencanaan yang tepat, BLU dapat menjadi motor penggerak kemajuan institusi,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Dr. H. Solichin, S.H., M.Kn. menyoroti aspek kepatuhan hukum dan tata kelola yang baik (good governance) dalam pengelolaan BLU. Ia menegaskan bahwa seluruh kebijakan anggaran harus memiliki landasan hukum yang kuat dan meminimalkan potensi risiko.
“Pengawalan Dewas tidak hanya memastikan kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga mendorong terciptanya tata kelola BLU yang profesional, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang,” jelasnya.
Sebagai moderator, Dr. H. Ayus A. Yusuf, M.Si. menyampaikan bahwa sesi ini menjadi ruang strategis bagi pimpinan universitas untuk menyamakan persepsi antara kebijakan akademik dan perencanaan keuangan.
“Penguatan akademik dan pengembangan lembaga harus ditopang oleh perencanaan anggaran yang sehat dan visioner. Diskusi hari ini memberikan arah yang jelas agar program akademik UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon dapat berjalan optimal dan berdampak global,” ungkapnya.
Sesi materi hari pertama Rakerpim 2026 ini menjadi fondasi penting dalam menyusun langkah strategis UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, khususnya dalam pengelolaan BLU yang akuntabel dan berkelanjutan, guna mendukung terwujudnya reputasi universitas berkelas dunia yang berlandaskan green ethics dan ditopang oleh sumber daya manusia unggul.








